365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
125# Are you ok?


__ADS_3

Suasana pagi ini begitu ramai di kediaman keluarga Kimmy. Sanak saudara yang juga sebenarnya adalah saudara dari pihak keluarga Bunda Farah pun, sudah berkumpul sejak pagi-pagi sekali. Masing-masing dari mereka terlihat sibuk dengan berbagai macam persiapan yang dibutuhkan menjelang akad nikah yang akan diselenggarakan di rumah itu pada pukul 9 pagi nanti.


Bunda Farah dan keluarga pun telah sampai dirumah Kimmy. Tante Nia dan semua saudara pun bergegas menyambut kedatangan pihak keluarga mempelai Pria. Athar yang menginap di rumah Kimmy pun langsung bergabung dengan keluarganya, untuk melaksanakan acara penyambutan pihak Pria dalam prosesi pernikahan pada umumnya.


Serangkaian acara penyambutan pun dilakukan, Athar berdiri ditengah Ayah dan Bunda, sedangkan Ayah kandungnya hanya berdiri di belakang. Ayah Fajar mempersilahkan Ayah Andra saja yang mewakili dirinya. Ia cukup tahu diri, bila selama ini, dirinya tidak sekalipun terlibat dalam membesarkan Athar. Maka, ia harus rela berdiri dibelakang anaknya itu, dan bergabung dengan keluarga yang lainnya.


Ramah tamah penyambutan pun telah dilaksanakan. Kini, Athar dan keluarganya sudah duduk di dalam rumah Kimmy. Sambil menunggu penghulu yang belum datang, mereka pun melanjutkan ramah tamah sebagai formalitas saja untuk membuang waktu yang begitu membuat mereka tidak sabar.


Queen duduk disamping Raka, lelaki tampan itu tampak semakin tampan menggunakan beskap dengan warna senada dengan kebaya Queen. Queen sengaja memberikan Raka beskap untuk dipakai Raka di acara pernikahan Athar. Walaupun, kehadiran Raka yang memakai seragam yang sama dengan keluarga inti akan menjadi pertanyaan bagi banyak orang yang menghadiri acara pernikahan tersebut. Namun, Queen tidak peduli. Sebenarnya, ada maksud dibalik itu semua. Walaupun ia tidak suka ditanya punya pacar atau punya calon suami atau belum, nyatanya kehadiran Raka yang memakai busana yang senada dengan keluarga inti, sudah cukup menjawab semua pertanyaan mereka semua.


Meskipun begitu, ada saja yang bertanya dan menyindir Queen untuk segera menikah dan mempertanyakan calon suami dari gadis itu. Seperti Tante Queen yang bernama Tante Yessy. Ibu dari Bobby, papanya Kimmy, yang terlihat sedikit usil dengan kesendirian Queen.


"Kamu kapan menikah? Lihat adik mu sudah akan menikah loh..." Ucap Tante Yessy.


Queen hanya tersenyum dan menarik diri dari pertanyaan yang menurut nya sangat tidak berfaedah.


Di tambah beberapa orang Tante dan sepupu yang sudah lama menikah, mereka terus bertanya tentang calon suami Queen. Queen pun akhirnya lebih memilih duduk di antara tamu undangan bersama Raka. Agar dirinya tidak lagi di tanya-tanya, yang membuat kepalanya seakan mau meledak.


Raka terlihat paham dengan apa yang dirasakan Queen. Ia menggenggam tangan Queen, mencoba untuk menguatkan gadis itu.


Sebenarnya bisa saja Queen mengenalkan kepada pihak keluarga besarnya, bila Raka adalah kekasihnya. Namun, ia takut sekali, bila dirinya tidak jodoh dengan Raka, maka dirinya akan di cap sebagai wanita yang kera bergonta-ganti pasangan. Queen sangat menjaga nama baik keluarganya. Cukup dirinya saja yang merasa menderita dengan pertanyaan yang sebenarnya tidak pantas untuk dilontarkan kepada wanita single. Jodoh siapa yang tahu? Jangan dipertanyakan, apa lagi di desak. Itu sangat tidak beretika bagi hubungan baik antara keluarga, teman dan sahabat sendiri.


Beberapa keluarga berbisik-bisik saat melihat Raka yang duduk disamping Queen. Mereka menduga-duga bila Raka adalah kekasih baru Queen. Tetapi, karena Queen terus mengabaikan mereka dan pertanyaan mereka. Hal itu cukup membuat mereka sibuk dengan pertanyaan nya sendiri.


Tepat pukul setengah sembilan pagi, penghulu yang akan menikahi Athar dan Kimmy pun tiba. Acara Ijab Kabul itu pun akan segera dilaksanakan. Kimmy, sebagai calon mempelai wanita pun datang dan duduk disamping Athar. Kimmy terlihat sangat cantik bagaikan seorang bidadari pada hari itu. Tentunya kebaya rancangan Queen juga termasuk mempercantik penampilan Kimmy di hari bahagianya ini.

__ADS_1


Tepat pukul sembilan pagi, Athar mulai mengucapkan Ijab Kabul untuk bisa mendapatkan gelar sebagai suami dari gadis pujaannya, Kimmy. Hanya dengan satu tarikan nafas, Athar berhasil mengucapkan Kabul dengan khidmat dan bersungguh-sungguh. Saat itu juga, Athar resmi mempersunting Kimmy, di iringi doa dan harapan semua keluarga dan juga para tamu undangan.


Dada Queen terasa sesak, tubuhnya membeku. Namun dirinya turut berbahagia melihat Athar yang sudah resmi melepas masa lajangnya. Melihat Queen yang membeku, Raka kembali menggenggam tangan Queen dengan erat dan menatap Queen dari samping gadis itu.


"Are you ok?" Tanya Raka.


"Hmmmm, ya.." Sahut Queen singkat sambil mengangguk dan tersenyum simpul.


Walaupun bibirnya mengatakan dirinya tidak apa-apa, tetapi jauh dilubuk hatinya yang terdalam, Queen mulai mengasihani dirinya sendiri. Dirinya sudah berumur kepala tiga, tetapi ia masih sendiri dan terus menerus mendengar celotehan dari beberapa orang yang mengatakan, bahwa dirinya dilangkahi adik sendiri karena belum juga menemukan jodoh.


"Aku harap, aku juga akan segera menikah,"


Queen menoleh dan menatap Raka dengan seksama. Lalu, ia tersenyum tipis dan menundukkan wajahnya.


"Aku tahu, ini bukan waktu yang tepat. Queen, ayo kita menikah. Kenali aku lebih dekat dan ayo kita melangkah menuju kebaikan yang diridhoi," Ucap Raka.


"Bercanda aja sih," Ucap Queen sambil melepaskan tangan nya dari genggaman Raka.


"Aku tidak bercanda Queen," Ucap Raka dengan wajah yang serius.


Queen hanya tertawa menanggapi ucapan Raka. Walaupun dirinya tertawa, tetapi jantungnya berdegup kencang. Ia masih belum percaya dengan ucapan Raka disela riuh suara yang menyoraki Athar yang sedang mengecup kening istrinya, Kimmy.


Di sisi lain, terlihat Tante Nia berbisik kepada Bunda Farah.


"Itu siapa?" Tanya Tante Nia kepada Bunda, sambil menunjuk Raka yang sedang duduk di samping Queen.

__ADS_1


"Oh, itu Raka teman nya Queen," Ucap Bunda Farah.


"Kelihatan nya anak baik-baik dan mapan Far," Ucap Tante Nia.


"Mata lu itu ya Nia....." Ucap Bunda Farah sambil menatap Mama Nia dengan senyum yang tersungging di bibirnya.


"Mata gue gak pernah salah Far. Lu tahu sendiri dari dulu gue jago menilai cowok," Ucap Tante Nia.


Bunda Farah tertawa dan memandangi Queen dan Raka yang duduk tak jauh dari dirinya.


"Tapi boleh juga sih gue jadiin mantu," Ucap Bunda Farah.


"Sikat Far!" Ucap Tente Nia dengan bersemangat.


"Tapi kayaknya anak gue biasa aja sama itu cowok, walaupun cowok itu dekat dengan Queen. Tapi, menurut Queen mereka belum berpacaran, Nia," Ucap Bunda Farah sambil menghela nafasnya. Bunda Farah kehilangan semangat saat melihat ekspresi wajah Queen yang terlihat biasa saja dengan Raka.


"Kalau itu cowok gak spesial saat ini, gak mungkin dia bawa kesini loh Far. Percaya deh ama gue," Ucap Tante Nia yang berusaha menyemangati Bunda Farah.


"Eh, iya juga ya," Ucap Bunda Farah dengan mata yang berbinar.


"Sudah, doakan.... gue juga doakan Queen segera menyusul Kimmy dan Athar," Ucap Tante Nia lagi.


"Aamiin,"


Bunda Farah tersenyum dan kembali menatap Queen dan Raka.

__ADS_1


"Ya Allah, aku tahu perasaan putri ku saat ini. Semoga dia segera mendapatkan jodoh nya Ya Allah... Hanya engkau yang berkuasa atas langit dan bumi, hanya engkau yang bisa menyatukan dan memisahkan kedua insan." Batin Bunda Farah.


__ADS_2