365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
24# Berpisah di Bandara


__ADS_3

Queen tersentak dari tidurnya saat guncangan pesawat yang lumayan membuat panik para penumpang. Refleks Queen menggenggam tangan Raka dengan begitu erat. Beruntung, guncangan itu hanya karena turbulensi sesaat.


Setelah pesawat kembali terbang dengan baik, Queen menatap tangan nya yang menggenggam erat tangan Raka. Ia pun tersadar, lalu menatap Raka dengan salah tingkah. Raka hanya tersenyum saat Queen menatap dirinya. Seketika Queen melepaskan tangan nya dan terlihat salah tingkah.


Tika yang memperhatikan mereka mendadak membuang pandangannya ke luar jendela saat Queen memergoki dirinya yang sedang tersenyum sendiri saat melihat Queen dan Raka salah tingkah.


"Hmmm, aku mau ke toilet," Ucap Queen sambil melepaskan sabuk pengaman nya, lalu beranjak dari duduk nya.


Raka yang duduk di tepi, dekat lorong pun menggeser kakinya.


Queen yang terkesan terburu-buru pun, oleng saat pesawat sedikit terguncang pada saat yang sama, Queen hampir saja terjatuh. Dengan sigap Raka menyambut tubuh gadis itu dengan kedua tangan nya.


Tika yang melihat mereka berdua, kembali tersenyum. Queen yang sedang salah tingkah dengan Raka, tetapi Tika yang merasa berbunga-bunga.


"Maaf," Ucap Queen sambil kembali berdiri dan berlalu di depan Raka.


Raka hanya tersenyum dan menoleh ke arah Queen yang berjalan ke toilet yang berada di belakang pesawat.


Raka menatap Tika yang terus tersenyum malu-malu. Raka pun ikut tersenyum, salah tingkah.


"Teman saya jomblo mas, tenang saja," Ucap Tika sambil terus tersenyum.


Raka tertawa dan menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Queen pun kembali ke kursinya. Ia menatap Tika yang terus tersenyum kepada dirinya.


"Lu kenapa sih? gila?" Tanya Queen dengan raut wajah yang sebal kepada Tika. Ia tahu, Tika terus tersenyum karena merasa geli dengan dirinya dan Raka yang terus salah tingkah.


"Gue? Gue lagi bahagia, rasanya bunga dan kupu-kupu terbang di kepala gue," Ucap Tika.


"Apaan sih lu!" Queen mengerutkan dagunya.


"Cieeee... yang dapat babang tampan," Goda Tika.


"Apaan sih....!" Queen mencubit paha Tika.


"Aduhhh....! Sakit tau!" Tika mengusap paha nya sambil meringis.


7 jam yang membuat Queen salah tingkah, akhirnya pesawat yang di tumpangi Queen, Tika dan Raka pun, tiba di Bandar Udara Internasional Incheon, Seoul, Korea Selatan.


Pesawat yang di tumpangi mereka landing dengan mulus. Para penumpang pun bergegas melepaskan sabuk pengaman dan mulai beranjak mengambil barang-barang mereka yang terletak di kompartemen kabin.


Raka membantu Queen dan Tika mengambil barang-barang mereka dari kompartemen kabin. Lalu, mereka pun ikut antre untuk keluar dari pesawat.


"Kamu menginap dimana?"


"Ah? Hmmm... di......


"Di Seoul kok, di hotel Mondrian," Ucap Tika.

__ADS_1


Queen menatap Tika dan melotot kepada gadis itu.


"Ish kenapa sih?" Ucap Tika


"Oh Mondrian," Ucap Raka dengan wajah yang sedikit kecewa.


"Kamu dimana?" Tanya Tika.


"Tidak jauh dari Mondrian."


"Oh, asik dong..." Ucap Tika dengan wajah yang terlihat antusias.


"Lebih asik lagi bila kita semua berada di satu hotel yang sama," Ucap Raka.


Tika tersenyum menatap Raka dan Queen.


"Apa kita tukeran nih, gue di hotel Raka, kalian berdua di Mondrian?" Tanya Tika.


"Apaan sih Tik! Gue sekamar gitu sana Raka? Edan elu mah.." Ucap Queen yang merasa terganggu dengan ide Tika.


"Canda kali Queen. Elu mah sensian.. Gak mungkin gue biarin lu tidur berdua sama abang ganteng ini kan, soal nya kalian belum sah. Nanti kalau sudah sah, gue ikut aja dalam misi honeymoon kalian. Jadi tukang foto deh, gak apa-apa. Asal liburan gratis!"


"Ish dia mah makin aneh!" Queen berjalan mendahului Tika dan Raka dengan wajah yang kesal.


Sedangkan Tika tersenyum jahil, ia merasa puas mengerjai sahabatnya itu. Sedangkan Raka hanya bisa tersenyum melihat sikap Queen yang kesal kepada Tika.


"Yuk," Tika menarik tangan Raka. Mereka pun berjalan di belakang Queen.


Terlihat kerumunan para supir dari hotel atau agen perjalanan yang menunggu para wisatawan yang akan mereka jemput. Mereka semua berdiri sambil membawa kertas atau papan nama wisatawan yang akan memakai jasa mereka.


Terlihat Tika menunjuk seseorang yang sedang memegang papan nama yang tertuliskan nama Queen dan dirinya.


"Itu..! Itu...!" Tika terlihat bersemangat sambil menunjuk orang tersebut.


Tika menarik tangan Queen yang sedang membawa koper milik nya. Dengan tergopoh, Queen mengikuti langkah kaki Tika. Sedangkan mata Queen mencari Raka yang menghilang di keramaian.


"Annyeonghaseyo.." Sapa Tika kepada supir yang akan mengantarkan mereka ke hotel tujuan mereka.


"Annyeonghaseyo... agasshi Tika, Queen?"


"Iya.." Ucap Tika dengan bersemangat.


Queen terus menyapukan pandangannya ke keramaian. Ia mencoba mencari Raka yang menghilang begitu saja.


"Yuk.. eh si Raka tadi mana?" Tanya Tika yang ikut mencari sosok Raka di keramaian.


"Gak tau, yuk..."


Queen pun berjalan mengikuti Tika dan supir mereka yang tengah membawa barang-barang bawaan mereka.

__ADS_1


Queen sekali lagi menyapukan pandangan nya ke keramaian, saat ia hendak masuk kedalam mobil yang yang akan membawa mereka ke hotel. Tetapi, ia benar-benar kehilangan Raka. Queen menghela nafasnya dan beranjak masuk kedalam mobil.


Di dalam perjalanan menuju hotel, Queen termenung mengingat kejadian di pesawat tadi. Ia tidak sengaja menggenggam tangan hangat Raka. Senyum Raka pun terus bermain di pelupuk matanya.


Queen kembali menghela nafas panjang, pikiran nya mulai terusik dengan lelaki yang baru saja ia kenal beberapa hari yang lalu itu.


"Eh, gue punya foto romantis," Ucap Tika sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas nya.


"Foto apa?" Tanya Queen penasaran.


"Ada foto orang, gila romantis banget..!"


Dengan bersemangat, Tika menunjukkan foto Queen dan Raka yang sedang tertidur di dalam pesawat.


Queen terbelalak saat melihat dirinya yang sedang bersender di bahu Raka saat tertidur di dalam pesawat.


"Hah..! Ini kapan?" Queen merebut ponsel Tika dan memperhatikan foto dirinya dengan Raka.


"Ada tadi, orang tidur empet-empetan di pesawat. Gue pikir, kalau gue ambil fotonya, bisa jadi kenangan saat kalau kalian berjodoh," Ucap Tika dengan senyum nya yang menggoda.


"Apaan sih lu.. hapus ah.." Queen berencana menghapus foto tersebut. Tetapi, Tika buru-buru merampas dan mengunci ponselnya.


"Ih... Tik.. lu mah jahil nya kebangetan! Sebel gue ih.. Hapus dong..." Ucap Queen dengan wajah memohon.


"Iya.. nanti gue hapus. Tapi lu gak pengen apa nyimpen ini foto?" Tanya Tika masih dengan senyum nya yang menggoda Queen.


"Enggak..!" Tegas Queen yang terlihat kesal.


"Kalian cocok tau... gue berharap kalau kalian..."


"Tik...! Jangan ngawur ya...gue udah jengah sama yang namanya laki-laki!"


"Terus lu mau menjadi pecinta sesama jenis gitu?" Tanya Tika dengan wajah yang polos.


"Ya enggak... ah lu mah ngawur.. ngeselin...!"


Tika terkekeh melihat ekspresi Queen yang kesal.


"Queen, gue tadi berdoa elu berjodoh dengan si Raka, saat berada di atas pesawat. Gue yakin pasti di kabulkan."


"Tau dari mana lu kalau doa lu bakal terkabul?" Queen melirik Tika dengan sudut matanya yang tajam.


"Terkabul lah. Kita lagi diatas langit. Kan jarak nya jadi dekat tuh sama Allah. Jadi doa nya jadi lebih cepat sampai." Ucap Tika.


"Ngawurrrrrr... !" Queen mencubit Tika.


Sedangkan Tika terkekeh, ia merasa puas sekali menggoda sahabatnya yang sedang patah hati itu.


Queen membuang tatapan nya ke luar jendela mobil. Diam-diam ia tersenyum, mengingat ucapan Tika yang konyol.

__ADS_1


"Berdoa di pesawat, karena dekat jadi lebih cepat sampai ke Allah. Dasar orang konyol..!" Batin Queen sambil tersenyum geli.


__ADS_2