
Hari ini adalah hari kembalinya Queen dan Raka ke Indonesia. Kisah super lucu, romantis, menyebalkan, sedih, tersesat, gila dan lain sebagainya menjadi kenangan mereka pada liburan berdua yang tidak direncanakan ini.
Sedangkan dua hari kemarin setelah mereka sah menjadi sepasang kekasih, menjadi cerita indah sekaligus lucu, yang mungkin akan mereka ceritakan kepada anak cucu mereka nanti, bila mereka dapat mencapai ke jenjang pernikahan kelak.
Kisah romantis yang begitu terkesan adalah, saat mereka tidak sengaja menyaksikan festival budaya yang diadakan di jalan-jalan wilayah Arga. Mereka terkepung di antara para penari yang sedang menari diiringi lantunan musik lokal yang di mainkan oleh kumpulan musisi pada festival tersebut.
Semua orang menari di jalanan, mau itu penduduk lokal maupun para wisatawan yang sedang menonton festival itu. Raka pun menari, menggoda Queen yang tampak bingung. Seorang gadis pun memberikan Queen sebuah selendang berwarna kuning dan mengajak nya menari bersama. Queen tersenyum malu, ia pun mulai tergoda untuk mengikuti tarian para gadis yang menari disana.
Raka menatap Queen, lalu ia tersenyum lebar. Betapa lincah nya Queen, yang baru ia tahu ternyata kekasih nya itu sangat pintar menari. Ia terpana di keramaian dan terus menatap Queen yang terlihat sexy dengan tarian ala India nya. Bahkan, imajinasi Raka pun membayangkan dirinya dan Queen sedang dalam satu frame di sebuah film romantis India.
Raka menarik selendang Queen dengan perlahan, Queen pun membalikkan tubuhnya dan menatap Raka yang siap untuk memeluk pinggang Queen yang ramping. Mereka saling bertatapan, suasana ramai dan hiruk pikuk disekitar mereka tidak lagi mereka hiraukan. Semua terlihat perfect seperti di dalam film India pada umumnya.
"Queen.."
"Raka.."
Raka dan Queen saling bertatapan. Lalu, Raka pun mendekatkan bibirnya ke arah bibir Queen. Ia tidak sabar untuk segera mengecup bibir tipis gadis itu. Baru saja bibirnya hendak mendarat di bibir kekasihnya itu.
Para penari pun, mengeluarkan bubuk berwarna warni dan menyebarkan nya ke udara. Queen yang terkejut pun mendongak ke atas, membuat Queen menghirup bubuk warna warni tersebut. Bubuk itu dengan cepat memenuhi rongga hidung Queen, yang membuat gadis itu bersin-bersin. Bahkan tidak sengaja wajah Raka terkena cairan dari hidung Queen saat gadis itu bersin tepat di depan wajahnya. Saat itu, Queen memang sedikit flu, maka ia sangat sensitif dengan bubuk tersebut.
"Maaf Raka..." Ucap Queen seraya menutup hidung dan mulut nya. Lalu, ia menarik lengan Raka untuk menepi ke tepi jalan. Lalu, Queen menatap wajah Raka yang tampak berwarna warni serta cairan di sekitar bibirnya.
"Astaga! Maaf...!" Queen mengeluarkan tisu dan mengusap cairan tersebut.
__ADS_1
"Tidak apa-apa," Ucap Raka dengan wajah yang nelangsa.
Saat itu Queen ingin tertawa terbahak-bahak. Hanya saja, ia setengah mati menahan tawanya, karena merasa bersalah dengan apa yang terjadi dengan Raka.
Tidak hanya itu, kenangan yang berkesan juga hadir saat mereka membuat foto dengan menggunakan busana tradisional India. Saat itu tingkah konyol Raka sangat membuat Queen tidak dapat menahan tawanya. Maka, foto-foto yang di abadikan selalu diabadikan dengan penuh tawa di dalam nya.
Setelah mereka berfoto-foto, mereka pun singgah di sebuah kuil yang begitu banyak binatang primata nya. Raka yang sedikit phobia dengan binatang primata, pun tunggang langgang berlarian saat menyadari kuil tersebut banyak binatang tersebut. Yang lucunya, Raka di kejar oleh binatang tersebut hingga Raka menabrak seorang ibu-ibu cerewet yang berwajah sangar.
Tidak hanya sampai disitu, suami dari ibu tersebut datang dan ikut memarahi Raka. Akhirnya, Raka di minta untuk mengganti persembahan yang akan ibu itu bawa ke kuil, yang tumpah karena di tabrak oleh Raka. Yang meminta ganti rugi pun tidak masuk akal, mereka meminta dua puluh kali lipat dari harga persembahan tersebut. Hingga membuat, uang yang tersisa di dompet Raka pun ludes.
Queen tertawa jahil, setelah ia membantu Raka untuk berdamai dengan Ibu tersebut.
"Sial banget aku," Keluh Raka dengan wajah yang nelangsa.
"Itu tandanya kamu dilarang ke kuil, kita ke mesjid saja ya," Ucap Queen seraya terkekeh.
Mereka berdua pun, lari dengan bergandengan tangan. Hingga memasuki sebuah bus yang justru membawa mereka ke arah Mumbai. Sedangkan di arah Mumbai, akan semakin bahaya bagi mereka saat hari sudah beranjak petang.
Queen dan Raka pun turun di tepi jalan yang tidak mereka kenali. Beruntung, supir taksi yang pernah mengantar mereka ke Agra pun melintas. Mereka pun bisa bernafas lega, saat supir taksi itu bersedia mengantarkan Queen dan Raka ke hotel mereka.
Jadi intinya, kisah asmara mereka di India tidak seromantis bayangan siapapun, termasuk mereka berdua. Kisah romantis itu tidak pernah sukses, selalu saja berakhir dengan hal yang konyol dan sedikit menggelikan.
Raka menggenggam erat tangan Queen saat berada diatas pesawat. Begitu pun Queen yang merasa lelah dan merebahkan kepalanya di bahu Raka. Sama seperti perjalan mereka saat ke Korea, Queen tertidur dengan bersender di bahu Raka.
__ADS_1
Tetapi, kali ini bedanya, Raka berani mengecup puncak kepala Queen, yang sudah resmi menjadi kekasihnya itu.
Setelah sempat transit beberapa jam di Dubai, akhirnya Queen dan Raka pun tiba di Indonesia. Mereka berdua terlihat sangat lega setelah tiba di tanah air, setelah kurang lebih dua puluh jam mereka menempuh perjalanan, termasuk transit.
"Dimana rumah mu? Aku antar ya.." Ucap Raka.
"Tidak usah, aku naik taksi saja." Ucap Queen seraya tersenyum dan menarik dua kopernya yang terasa berat karena dipenuhi oleh berbagai macam oleh-oleh untuk keluarga nya. Begitulah wanita, berangkat dengan satu koper dan pulang dengan dua koper.
"Tapi aku ingin tahu rumah mu Queen,"
"Raka, ini sudah malam. Lain kali aku ajak kamu kerumah ya." Queen mencoba meyakinkan Raka.
"Tapi, apa salahnya? Kan cuma mengantarkan, tidak mampir." Ucap Raka.
"Raka, please. Dalam minggu ini kamu akan aku kenalkan secara resmi kepada keluarga ku. Tentunya, kita dalam keadaan relax. Kamu belum tahu Ayah ku Raka. Kalau dia tahu kamu hanya mengantar tapi tidak masuk dan menyapa nya, kamu tidak akan masuk dalam list calon menantunya. Kamu mau?"
Raka terdiam, bagaimana pun, ia tidak bisa memaksakan kehendak nya kepada Queen.
"Baiklah, tetapi, kamu hati-hati. Kalau ada apa-apa atau pengemudi taksi nya genit, segera telepon aku ya," Ucap Raka.
"Kalau sampai rumah, kabarin aku. Oh iya, besok kita bertemu ya.."
Queen pun tersenyum dan mengangguk menyetujui ucapan Raka.
__ADS_1
Saat itu juga, Raka dan Queen berjalan ke konter taksi resmi. Agar Raka bisa menjamin keselamatan Queen yang akan naik taksi sendirian menuju ke kediaman nya.
Mereka pun berpisah di Bandara Soekarno Hatta dan pulang kerumah mereka masing-masing.