
Hingga pukul 01.00, Queen belum juga tertidur. Queen mulai gelisah dan merasa gila sendiri. Ia pun memutuskan untuk keluar dari kamarnya untuk membuat segelas coklat hangat untuk menenangkan dirinya.
Saat ia melintasi kamar Athar, ia pun mendengar suara aktivitas di dalam kamar itu.
"Athar belum tidur juga?" Gumam nya.
Queen merasa tergelitik untuk menemui Athar. Queen pun bergegas mengetuk pintu kamar adik satu-satunya itu.
Tok! Tok! Tok! Tok!
Queen bersender di dinding luar kamar Athar sambil menunggu Athar membuka pintu kamarnya. Tidak berapa lama kemudian, Athar membuka daun pintu kamarnya dan melihat Queen yang bersender di dinding luar kamar nya.
"Kakak? Ada apa kak?" Tanya Athar.
"Boleh Kakak masuk?" Tanya Queen sambil tersenyum kepada Athar.
Athar menatap wajah Queen dengan seksama, lalu ia menyadari bila kakak nya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Ya, silahkan masuk," Athar mempersilahkan Queen masuk dengan membuka pintu kamarnya lebar-lebar.
"Kakak baik-baik saja?" Tanya Athar yang tampak khawatir kepada Queen saat Queen melangkah masuk ke kamar Athar.
"Ya," Sahut Queen singkat sambil duduk di tepi ranjang Athar.
Athar menarik kursi belajar nya dan duduk dihadapan Queen.
"Kakak habis nangis?" Tanya Athar penasaran.
Queen tersenyum simpul, lalu ia menghela nafas panjang.
"Thar, kakak cuma mau bilang, bila kamu mau menikah, menikah lah dahulu. Tidak usah menunggu kakak ya," Ucap Queen dengan ujung suara yang tercekat.
"Kakak kenapa sama Bang Ricky?" Tanya Athar penasaran.
"Tidak ada apa-apa, kakak tidak cocok saja dengan dia," Ucap Queen.
Walaupun Queen merasa sangat kecewa kepada Ricky, ia tetap berusaha untuk menutup aib lelaki yang pernah bersama dengan dirinya itu. Bagi Queen, menutup aib seseorang adalah pilihan yang tepat. Tidak ada manfaatnya untuk mengumbar aib orang lain. Cukuplah sampai di dirinya saja, karena menutup aib orang lain, sama saja ia sedang menutup aib nya sendiri.
"Serius kakak tidak apa-apa?" Tanya Athar yang masih penasaran.
"Tidak apa-apa Thar. Kalau kamu ingin melangkahi kakak, kakak ridho kok Thar. Dari pada hubungan kalian terkatung-katung hanya karena menunggu kakak menikah. Untuk mencari orang yang tepat itu sulit Athar. Bila kamu sudah mendapatkan orang yang tepat, nikahilah dia segera. Menikah juga menghindari zina bukan?"
Athar tertunduk lesu, ia menggenggam kedua tangan kakak satu Ibu dengan dirinya itu.
__ADS_1
"Kak, kalau ada apa-apa ngomong sama Athar ya, Athar siap untuk membela kakak. Kakak orang baik, kakak juga kakak nya Athar. Athar gak mau kakak kenapa-kenapa dan di kecewakan orang lain." Ucap Athar.
"Pasti, kakak pasti akan mengadu sama kamu bila ada yang menyakiti kakak. Kan kamu adiknya kakak," Ucap Queen sambil tersenyum manis.
Athar beranjak dari duduk nya dan memeluk Queen dengan erat. Lalu, ia mengecup pipi Queen dengan tulus. Entah bagaimana ia mengungkapkan rasa terima kasih dan rasa sayang nya kepada Queen yang selalu berkorban untuk dirinya.
"Ya sudah, kakak kesini hanya ingin menyampaikan hal itu. Kakak permisi dulu ya," Ucap Queen sambil beranjak dari duduknya.
"Kak," Panggil Athar.
Queen menghentikan langkah kakinya dan menoleh kepada Athar.
"Terima kasih, Athar sayang sama kakak,"
Queen tersenyum sambil menahan tangis haru nya. Lalu, ia mengangguk dan beranjak meninggalkan kamar Athar.
...
Pagi-pagi sekali, keluarga Queen yang akan berlibur bersama dengan keluarga Kimmy pun sudah sibuk mempersiapkan liburan mereka. Queen hanya duduk memperhatikan Bundanya yang mondar mandir di depan nya.
"Kamu berangkat kapan Queen?" Tanya Bunda yang menyadari Queen yang sedang memperhatikan kesibukan dirinya.
"Queen berangkat pagi-pagi sekali besok."
"Iya Bun, Bunda, Athar dan Ayah juga hati-hati. Selamat berlibur."
"Oh iya, Bunda mau Queen belikan oleh-oleh apa?" Tanya Queen.
"Apa saja yang tidak memberatkan kamu," Ucap Bunda sambil menyendok kan nasi kedalam rantang.
Queen mengangguk dan tersenyum.
Satu jam kemudian, Queen melepas kepergian keluarganya yang hendak berlibur. Kini, ia tinggal sendirian di rumahnya.
Queen beranjak ke ruang makan dan memakan sisa masakan Bunda yang memang sengaja di sisihkan untuk dirinya sarapan. Queen tersenyum saat melihat sepiring nasi dan capcay goreng yang terhidang di atas meja makan tersebut. Ia pun bergegas duduk dan menyantap masakan Bundanya itu.
Setelah sarapan, Queen bersantai dihalaman belakang rumahnya dengan segelas kopi yang baru saja ia buat. Sambil mengecek pesan yang masuk di ponselnya.
"Queen, aku minta maaf. Aku akan kerumah kamu hari ini ya. Aku mau bicara, aku benar-benar menyesal. Queen, aku mohon jangan bicarakan ini semua kepada Kimmy dan keluarga mu."
Queen mengerutkan keningnya saat membaca pesan dari Ricky.
Ia kembali terbayang lamunan nya semalam. Ia dan Ricky akan bertengkar hebat saat menikah nanti, hanya gara-gara rebutan daster dan siapa yang menjadi suami di dalam rumah. Ia merinding memikirkan hal itu.
__ADS_1
Lalu, Queen kembali membaca pesan yang lain nya.
"Hei Queen, sudah siap untuk berangkat besok. Jangan lupa bawain gue keripik kentang pedas ya. Rumah lu kan dekat tuh sama toko yang jual keripik kentang pedas. Nanti gue ganti uang nya. See you, tomorrow di bandara ya cinta..."
Queen tersenyum membaca pesan dari Tika.
"Iya bawel." Balas nya.
Lalu, Queen kembali membaca pesan-pesan yang lain nya.
"Bu, kenapa Ibu Queen mengundurkan diri dari perusahaan ini? Sekarang posisi Ibu digantikan dengan Ibu Mirna yang cerewet. Kami gak rela Bu... Rasa nya, kami yang di office ini, mau gantung diri bersama Bu. Tapi, gak jadi.. karena ingat mending ketemu sama Bu Mirna dari pada malaikat maut Bu. Masalah nya kami belum hafal jawaban pertanyaan kubur."
Queen terkekeh saat membaca pesan dari salah satu anak buahnya saat bekerja di perusahaan yang baru saja ia tinggalkan.
Queen membalas pesan mantan anak buah nya dengan candaan-candaan yang seperti biasa ia lontarkan kepada anak buahnya itu.
Setelah itu, Queen membaca pesan dari Raka. Jantung nya berdegup kencang saat membaca nama itu tertera di layar ponselnya.
"Raka.." Potongan ingatan tentang Raka, saat terjebak di lift pun kembali muncul.
Queen menggelengkan kepalanya, mencoba menepis bayangan lelaki itu.
Dengan ragu, ia membuka pesan dari Raka dan membacanya.
"Hai, bagaimana kabar mu hari ini? Semalam, kita tidak sempat mengungkapkan salam sebelum pulang kerumah masing-masing. Bagaimana, hari ini kita keluar untuk makan siang?"
Queen menghela nafasnya dan terus menatap pesan dari Raka.
"Dia baik, tapi apa dia sedang berusaha mendekati aku? Ah, tidak... aku belum mau membuka hati. Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi." Gumam Queen.
"Maaf, aku sibuk saat ini. Happy weekend untuk kamu." Balas Queen.
Queen menaruh ponselnya dan meraih gelas kopi yang terletak di atas meja di depan nya. Lalu, ia menyeruput kopi yang masih mengeluarkan uap panas tersebut.
"Lebih baik happy besok, sambil pura-pura bahagia di Korea. Mana tau ketemu Gong Yoo, terus dia jatuh cinta sama gue. Pulang-pulang ke Indonesia, gue sudah menjadi seorang istri dari aktor terkenal, Gong Yoo.. unch..." Batin Queen sambil tersenyum sendiri.
Tiba-tiba ia teringat bila Ricky akan datang pada pagi ini.
"Duh! Mampus gue!" Queen menyambar ponselnya dan berlari ke ruangan depan. Lalu, ia meraih kunci mobilnya dan bergegas mengunci pintu rumahnya.
Queen bergegas masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobil tersebut.
"Horor kalau ketemu makhluk itu..." Ucap Queen sambil menginjak pedal gas mobil itu dan pergi menuju ke Boutique milik nya.
__ADS_1