365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
98# 290HMH


__ADS_3

Setibanya di Indonesia, Queen dan Raka langsung di sambut dengan pekerjaan yang tertunda. Segala macam urusan membelit mereka hingga tidak ada waktu untuk bertemu. Sebenarnya, Raka selalu ada waktu, walaupun itu hanya sekedar makan siang dan malam saja. Tetapi, Queen yang baru merintis usahanya tidak semudah itu. Ia harus fokus kepada dua usaha yang sedang ia bangun.


Queen membalas pesan dari Raka sekenanya. Bukan karena ia acuh, namun waktu bagi pemula yang berbisnis memang sangatlah menjepit. Keseriusan dalam bisnis saat ini, akan berbuah manis kedepannya. Tidak berbeda dengan Raka pada awal dirinya membangun bisnis. Seakan semua waktu hanya tercurah ke bisnisnya. Hingga ia sulit sekali menghabiskan waktu dengan wanita sebelumnya. Itulah mengapa, nyonya Amara selalu punya waktu untuk mengancam gadis mana saja yang dekat dengan Raka.


Raka terus bertanya, kapan dirinya dikenalkan kepada keluarga Queen. Namun, Queen belum ada waktu sedikitpun. Ia selalu pulang larut malam dan pulang dalam keadaan lelah.


Queen jarang ke hotel, karena butik nya sedang mendapatkan orderan yang membludak. Sistem pengusaha adalah, tidak akan melewatkan kesempatan apa pun demi kemajuan usahanya. Termasuk, Queen juga sedang fokus dengan gaun pengantin calon adik iparnya Kimmy, yang akan menikah dengan Athar beberapa hari lagi.


Siang ini, Queen baru saja menyelesaikan gaun yang akan Kimmy pakai untuk acara pesta pernikahan nya, serta kebaya yang akan di pakai Kimmy untuk acara akad nikah nya. Queen tersenyum puas menatap gaun dan kebaya yang khusus ia persembahkan untuk calon adik iparnya itu.


Meskipun begitu, Queen memberikan itu semua dengan gratis untuk hadiah pernikahan Kimmy dan Athar.


"Ternyata team ku sangat profesional, aku suka cara kerja mereka." Gumam Queen seraya mencoba mengecek ulang setiap inci gaun tersebut.


Dreettt...! Dreeeet..!


Queen melangkah mendekati meja kerja nya dan meraih ponsel yang tergeletak di meja tersebut. Ia memandangi layar ponselnya yang tertera nama Athar di sana. Ia tersenyum dan langsung menerima panggilan tersebut.


"Halo, Assalamualaikum.." Sapa Queen.


"Waalaikumsalam kak, kak, kami ke butik sekarang ya.." Ucap Athar dari seberang sana.


"Ok, gaun nya sudah jadi kok, tinggal di fitting saja. Nanti kurang nya bisa langsung di perbaiki."


"Baik kak, oh iya, kakak mau Athar bawakan apa? Belum makan siang kan?"


Queen tersenyum mendengar pertanyaan adik nya itu. Ia merasa sangat diperhatikan oleh Athar.


"Tidak usah, kamu datang saja, kakak sudah senang."


"Yakin?"


"Iya," Sahut Queen.


"Baiklah, sampai jumpa."


"Sampai jumpa, hati-hati ya Thar.."


"Iya kak.."


Queen mengakhiri pembicaraan tersebut dan kembali memperhatikan gaun milik Kimmy. Di samping gaun Kimmy, terdapat gaun yang terpajang dengan mewah nya. Gaun itu adalah gaun pengantin milik Queen, saat ia akan menikah dengan Antoni dulu. Yang mengerjakan gaun itu adalah Tante Rara, sahabat Bunda Farah, pemilik butik ini sebelumnya.


Gaun itu hanya bisa dipajang disana, hanya sebagai contoh saja. Queen tidak berniat menjualnya, walaupun banyak orang yang menginginkan gaun tersebut.


Queen sangat menyukai gaun itu, walaupun kenangan di dalamnya begitu pahit. Bukan juga karena Queen tidak bisa move on dari cerita dibalik gaun tersebut. Ia hanya ingin menjadikan gaun itu kenang-kenangan dari tante Rara yang akan pindah ke Jawa Barat.


Gaun itu gaun yang sangat mewah, di hiasi banyak kristal yang sangat mahal. Tetapi, terkesan simpel dan elegan. Bagian rok nya mengembang dan memiliki ekor yang panjang. Queen mengusap gaun pengantin yang harus nya sudah ia pakai dalam acara pernikahan nya bersama Antoni beberapa tahun yang lalu dan ia hanya bisa menghela nafas panjang dan tersenyum kecut.


Queen kembali menjatuhkan pandangan nya kepada gaun Kimmy. Ia mencoba mengembangkan ekor dari gaun tersebut. Agar penampilan gaun itu saat di pamerkan di depan Kimmy terlihat sangat anggun dan mewah.


Tok..! Tok..! Tok..!


Terdengar ketukan dari luar ruangan kantornya.


"Masuk," Ucap Queen.


Terlihat seorang karyawan nya melongok dari balik pintu ruangan Queen.


"Maaf Bu, ada yang mencari Ibu,"


"Oh, Kimmy dan Athar ya?" Tanya Queen dengan bersemangat.


"Bukan Bu,"

__ADS_1


"Lalu, siapa?" Tanya Queen penasaran.


"Cowok Bu, ganteng banget. Kayak aktor Korea gitu," Ucap pegawai Queen sambil tersipu malu.


"Siapa sih? Suruh kesini saja," Ucap Queen sambil melepaskan blazer abu-abu yang sedang ia kenakan. Lalu, ia menaruh blazer itu di atas sandaran kursinya.


"Baik Bu," Sahut pegawai Queen. Lalu, ia menutup kembali pintu ruangan Queen.


Queen kembali memperhatikan detil dari gaun pengantin milik Kimmy.


Tak lama kemudian, ketukan pun kembali terdengar.


"Masuk," Ucap Queen yang masih asik memperbaiki letak gaun pengantin yang terpasang di manekin.


Seseorang membuka pintu, Queen pun menoleh dan menatap lelaki yang berdiri di ambang pintu ruangan nya.


"Kamu?" Wajah Queen tampak terkejut, lalu ia terlihat salah tingkah.


"Kok tahu butik ini?" Tanya Queen.


"Internet," Jawab lelaki itu dengan singkat.


Queen tersenyum kecil, ia tahu Raka berbohong kepadanya. Pasti Tika lah yang membocorkan segala rahasia tentang dirinya.


"Silahkan duduk," Queen mempersilakan lelaki itu untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


Raka pun duduk seraya terus menatap Queen yang beranjak duduk didepannya.


"So?"


"Ah, enggak, aku hanya ingin bertemu," Ucap Raka.


"Oh," Queen terlihat sedikit canggung, karena ia di datangi Raka saat dirinya bekerja.


"Ah, iya.."


"Kamu yang bikin?" Tanya Raka lagi.


"Bukan, pegawai ku yang membuat nya. Aku hanya mendesign nya saja," Ucap Queen sambil tersenyum simpul.


"Wow, luar biasa ya design kamu. Kamu sekolah design?"


"Enggak sih, hanya bakat saja. Sebenarnya aku sarjana ekonomi. Tapi, ya gitu... aku hobby menggambar-gambar gaun. Dulu mau sekolah designer, hanya saja... aku pikir.. aku juga suka ekonomi. Jadi ya... aku memilih menyelesaikan sekolah ekonomi ku dulu. Tahun depan aku baru mencoba untuk sekolah designer," Terang nya.


"Good..." Raka mengangkat kedua jempolnya.


Queen pun tersipu, mendapatkan pujian dari Raka.


"Kalau yang itu juga gaun pesanan klien?" Tanya Raka sambil menunjuk gaun pengantin yang terpajang disamping gaun Kimmy. Yaitu, gaun pengantin miliknya untuk menikahi Antoni.


"Ah.. i-itu..." Queen menelan salivanya.


"I-itu.." Ucap Queen lagi, ia terlihat enggan untuk membicarakan gaun tersebut, hingga ia terlihat salah tingkah.


"Aku suka gaun itu," Ucap Raka, tanpa menunggu jawaban dari Queen.


Queen menatap Raka dengan seksama.


"Gaun itu terlihat simpel dan elegan. Aku suka sekali, andaikan aku punya calon istri, aku akan membelinya untuk ia pakai di hari pernikahan kami," Ucap Raka, menggoda Queen.


Queen menundukkan pandangan nya. Ia mengigit sudut bibirnya dan bernafas dengan cepat.


"Sayangnya cuma ada pacar, kalau pacarnya mau dijadikan calon istri..."

__ADS_1


"Tujuan mu apa kesini Raka?" Tanya Queen mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh, sorry. Aku hanya ingin mengajak mu makan malam," Ucap Raka.


"Tapi ini masih siang," Ucap Queen sambil melirik arlojinya.


"Oh, kalau begitu makan siang," Ucap Raka sambil tersenyum jahil.


Queen tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.


"Adik ku mau kesini, nanti malam saja ya," Ucap Queen.


"Oh, baik. Tetapi, aku boleh tetap disini?" Tanya Raka.


"Hmmm, boleh," Ucap Queen.


Raka tersenyum semringah, mereka pun saling bertatapan dan mulai terlihat salah tingkah.


"Kak,"


Queen tampak terkejut dan menoleh ke arah pintu kantornya yang baru saja dibuka oleh Athar.


"Eh, kamu sudah datang?" Ucap Queen yang langsung beranjak menyambut kedatangan Athar dan Kimmy.


Athar langsung melirik Raka yang juga beranjak dari duduknya dan menunggu Queen mengenalkan dirinya kepada Athar.


"Siapa ya?" Tanya Athar sambil terus menatap Raka.


"Ah, dia Raka. Te-teman kakak," Ucap Queen ragu-ragu. Ia berbohong kepada Athar, bila Raka adalah teman nya.


Raka sempat melirik Queen dengan tatapan yang kecewa. Ia tidak mengerti mengapa Queen memperkenalkan dirinya hanya sebatas teman, dengan Athar adik nya Queen.


"Oh, kenalkan Athar, adik nya kakak Queen," Ucap Athar sambil menyodorkan tangan nya kehadapan Raka.


Raka pun menyambut tangan Athar dan memperkenalkan dirinya.


"Raka, senang berkenalan dengan kamu," Ucap Raka sembari tersenyum ramah.


Kimmy menatap Raka dan mulai melirik Queen.


"Kak, cocok.." Bisik Kimmy.


Queen mencubit lengan Kimmy dan tersipu malu.


"Ada-ada saja kamu Kim, itu teman kakak," Ucap Queen.


Kimmy meringis sambil tersenyum.


"Teman jadi cinta itu enak tahu kak, kayak Kimmy sama Athar," Kimmy kembali berbisik kepada Queen.


"Ih, cubit lagi nih...! Dasar mak comblang!" Ucap Queen sambil menahan senyum nya.


Kimmy tertawa lebar dan menatap gaun pengantin milik nya.


"Ini gaun Kimmy kak?"


"Iya, kamu coba ya..."


"Iya kak," Ucap Kimmy dengan bersemangat.


"Thar, Raka, Sebentar ya.." Ucap Queen sambil beranjak memanggil pegawainya untuk membantu membawakan gaun pengantin itu ke kamar pas.


Athar dan Raka hanya mengangguk dan membiarkan Kimmy dan Queen keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Athar pun mulai berbincang dengan Raka. Mencoba menilai lelaki yang duduk didepan nya itu. Perlahan, Athar pun paham dengan maksud dan sikap lelaki itu. Tidak bisa dipungkiri, Raka adalah lelaki yang menyukai kakak nya, Queen.


__ADS_2