
Sebelum kejadian kecelakaan Tika..
"Halo Boss, nyonya Amara belum keluar rumah hingga detik ini. Maka sasaran akan kami alihkan ke target satunya." Ucap suara dari seberang sana.
Lala tersenyum puas, ia merasa siapa pun korban nya, tidak masalah. Mau itu nyonya Amara duluan, atau itu Queen. Yang penting, satu orang yang membuat niat nya terhalang dengan Raka, bisa ia singkirkan selama-lamanya.
"Ok, jadi kalian mau melaksanakan tugas ini?" Tanya nya seraya mematikan laptop yang berada di depan nya.
"Iya, asal bayaran dari Boss untuk nyawa ini sesuai dengan perjanjian kita, tiga kali lipat!" Tegas orang tersebut.
"No problem, buat serapi mungkin," Perintah Lala.
"Ok, kirim kami bukti transfer terlebih dahulu. Setelah itu, kami akan mengikuti target."
"Baiklah," Ucap Lala. Lalu, ia mengakhiri panggilan tersebut dan langsung mengirim sejumlah uang yang telah ia sepakati untuk para mafia tersebut.
Setelah itu, ia tersenyum puas dan membalikkan jam pasir di atas mejanya.
"Tinggal menunggu kabar duka tentang mu Queen," Gumam nya seraya tertawa penuh dendam.
...
Tok! Tok! Tok!
"Masuk," Ucap Queen yang sedang mendesign sebuah gaun untuk customer nya.
Pintu pun terbuka, terlihat seorang pegawai Queen beranjak masuk kedalam ruang kerja nya.
"Ada apa?" Tanya Queen seraya melirik pegawainya itu.
"Bu, ada yang datang mencari Ibu,"
"Siapa?" Tanya Queen. Ia pun menghentikan kegiatan nya yang sedang menggambar gaun malam, di atas kertas.
"Bapak Raka Bu, tetapi dia ingin Ibu kedepan," Ucap pegawai itu.
Queen mengangkat kedua alisnya dan terdiam sejenak.
"Kenapa gak masuk saja sih?" Gumam nya.
"Saya permisi dulu Bu, Bapak Raka menunggu di halaman parkir ya Bu," Ucap pegawai Queen seraya membungkuk dan berlalu dari ruangan kerja Queen.
"Iya." Queen menelan salivanya dan beranjak dari duduknya. Lalu, ia merapikan kemeja dan rambut nya sebelum ia bergegas menemui Raka.
Saat Queen keluar dari ruangan nya, semua pegawai nya pun tersenyum kepadanya, seakan mereka juga tidak sabar untuk melihat Queen yang terkejut dengan kejutan dari Raka.
Queen mengernyitkan dahinya dan terus melangkah menuju ke depan butik miliknya itu.
Queen mendorong pintu butik dan mendapatkan Raka yang berdiri di halaman parkir dengan buket bunga yang sangat besar di tangan nya. Hingga menutupi sebagian tubuh atletis lelaki itu.
"Raka..." Queen menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. Ia tidak menyangka bila Raka akan datang dan memberikan dirinya buket bunga yang sangat besar.
"Happy birthday wanita tercantik dan terbaik ku!" Seru Raka seraya berjalan menghampiri Queen.
"Ya ampun....!" Queen tersenyum bahagia.
Raka menghentikan langkah kakinya tepat di depan Queen. Lalu, ia mengecup pipi Queen dan memeluk kekasihnya itu.
"Selamat ulang tahun.. Semoga panjang umur dan sehat selalu. Serta, makin sayang dengan ku," Bisik Raka.
Queen tersenyum semringah dan menatap kekasihnya itu.
__ADS_1
"Terima kasih Raka," Ucap Queen dengan mata yang berkaca-kaca. Ia merasa terharu dengan Raka yang mengingat hari ulang tahun nya.
"Ini hadiahnya," Ucap Raka seraya memberikan Queen sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu. Kotak itu di ikat dengan pita berwarna cokelat tua.
"Apa ini?" Tanya Queen penasaran.
"Buka saja," Sahut Raka seraya tersenyum dan memberikan buket bunga itu kepada para asisten nya yang turut ikut bersama dirinya. Lalu, para asisten nya itu pun menyambut buket bunga yang sangat besar itu dan berdiri di belakang Raka.
"Aku buka ya..." Ucap Queen dengan mata yang berbinar.
Raka tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
Queen membuka pita yang mengikat kotak tersebut. Lalu, dengan perlahan ia membuka kotak kecil itu dan saat itu juga ia terkejut melihat isi kotak itu.
"Raka...!" Serunya seraya menutupi mulutnya dengan sebelah tangan nya.
"Semoga kamu suka ya sayang... Aku tidak tahu hadiah apa yang pantas untuk mu. Jadi, aku putuskan untuk memberi kamu hadiah itu."
"Ini berlebihan sekali Raka.." Queen menatap Raka dengan seksama.
"Terima ya...., aku ingin kamu menerima nya." Ucap Raka.
Queen tersenyum dan kembali memeluk Raka. Lalu, ia mengeluarkan kunci mobil dari dalam kotak kayu tersebut.
"Pencet ini," Ucap Raka seraya menunjuk tombol unlock, yang terdapat di kunci tersebut.
Queen pun menekan tombol unlock dan saat itu juga sebuah mobil yang terparkir di halaman itu berbunyi. Queen sontak terkejut dan menatap mobil sedan keluaran terbaru dari merk mobil termahal.
"Raka!" Queen menatap Raka dengan tak percaya.
"Semoga suka ya," Sahut Raka dengan wajah yang semringah.
"Tapi aku ada mobil loh Raka..." Ucap Queen yang merasa sungkan menerima hadiah yang super mahal tersebut. Sedangkan dirinya baru saja menjadi kekasih Raka. Ia merasa tidak pantas mendapatkan hadiah semahal itu dari Raka.
"Mohon di terima ya, aku bingung mau ngasih kamu hadiah apa. Maaf kalau memang kurang bagus," Ucap Raka.
"Bukan begitu, ini bagus banget... aku merasa tidak pantas..."
"Queen... kamu calon istriku, semua yang bagus itu pantas untuk mu." Ucap Raka.
Queen tersenyum dan menatap Raka dengan seksama.
"Terima kasih sayang.." Ucap Queen seraya tersenyum haru.
"Sayang? Dia manggil gue sayang?" Hati Raka bersorak gembira.
"Sama-sama," sahut Raka yang mencoba setenang mungkin, padahal saat itu dirinya ingin sekali meloncat kegirangan mendengar kata "Sayang" dari Queen.
"Mau dicoba?" Tanya Raka.
"Nanti saja, kita masuk dulu yuk.." Ucap Queen seraya menggandeng tangan Raka dengan manja.
Raka kembali tersenyum, hatinya di penuhi bunga-bunga yang bermekaran.
"Ok," Sahutnya sembari mengikuti langkah kaki Queen yang membawanya masuk kedalam butik gadis itu.
Di dalam ruangan kerja Queen, kini hanya ada mereka berdua. Queen menatap Raka dengan wajah yang terlihat bahagia.
"Terima kasih kamu sudah mengingat hari ulang tahunku," Ucap Queen seraya menggenggam tangan Raka dengan erat.
"Sama-sama, kamu bahagia?" Tanya Raka dengan antusias.
__ADS_1
Queen tersenyum semringah dan mengangguk kan kepalanya.
"Alhamdulillah...." Ucap Raka seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangan nya.
Queen tersenyum dan meraih blazer nya dari punggung kursi kerjanya.
"Ayo kita makan, aku yang traktir. Kan aku yang ulang tahun," Ucap Queen seraya memakai blazer nya, lalu ia meraih tas tangan miliknya dan bersiap untuk pergi bersama dengan Raka.
"Hmmm, sebentar," Ucap Raka. Ia berjalan mendekati Queen dan mengusap pipi Queen dengan lembut.
"Kenapa?" Tanya Queen yang mendadak gugup saat di dekati oleh Raka.
"Gak ada orang, cium dong.." Ucap Raka seraya mendekati bibirnya ke bibir Queen.
Queen terpaku, ia menelan salivanya dan menatap Raka dengan tubuh yang gemetar.
"Hmmm.. Raka..."
"Ya.." Sahut Raka yang bibirnya terus mendekat secara perlahan.
"Justru saat kita berdua saja, kita gak boleh begini," Ucap Queen dengan suara yang tercekat.
Raka mengurungkan niatnya, lalu ia menatap Queen dengan seksama.
"Maaf ya Raka," Ucap Queen seraya menundukkan kepalanya.
Raka menghela nafas dan tersenyum.
"Gak usah meminta maaf, yang kamu bilang benar," Ucap Raka seraya meraih kedua tangan Queen.
"Kalau begitu, cium tangan nya aja," Ucap Raka seraya mengecup kedua tangan Queen dengan lembut.
Queen mengulum senyumnya dan pipinya pun merona merah.
"Ayo, mau makan dimana? Aku ikut saja." Ucap Raka seraya merangkul Queen dan mengajaknya untuk meninggalkan ruangan tersebut.
"All you can eat, ayo kita menggendut bersama!" Seru Queen.
"Ayo... siapa takut?" Sahut Raka seraya tersenyum semringah dan mereka pun berjalan di depan para pegawai Queen dengan Raka yang masih merangkul pundak Queen.
"Selamat ulang tahun Bu," Ucap para pegawai Queen dengan wajah yang turut bahagia melihat kebahagiaan Queen di hari spesialnya ini.
"Terima kasih untuk kalian semuanya," Ucap Queen dengan wajah yang haru.
"Semoga Ibu bahagia selalu, panjang umur ya Bu.... Kami semua sayang Ibu."
Queen hampir saja menangis mendengar ucapan dari para pegawainya.
"Terima kasih, aamiin." Sahut Queen.
Lalu, ia menatap Raka dengan seksama.
"Raka, kita pesan makanan saja ya. Kita makan bersama dengan para pegawai ku disini," Ucap Queen dengan wajah yang memohon.
Raka tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
"Baiklah, kebersamaan tentu lebih enak," Ucap Raka seraya meraih ponselnya dan menghubungi restoran miliknya untuk mengirim makanan ke butik itu.
Queen tersenyum bahagia. Ia merasa benar-benar bahagia hari ini. Ditambah, ada nya Raka yang begitu perhatian dan pengertian kepadanya.
"Aku semakin yakin, kamulah yang terbaik untuk ku. Semoga, kita berjodoh Raka.." Batin Queen yang wajahnya terus di hiasi senyuman bahagia di tengah-tengah para pegawai dan kekasih hatinya itu.
__ADS_1