
Setelah Ijab Kabul, Athar dan Kimmy pun meminta doa dan restu kepada kedua orangtua mereka. Isak tangis pun mewarnai acara 'sungkem' tersebut. Melepaskan anak yang sudah dibesarkan dengan sepenuh hati hingga mereka dewasa. Dan kini harus merelakan mereka untuk memulai hidup mereka sendiri dengan lelaki atau wanita pilihan mereka, tentu saja membuat hati orangtua merasa haru, bahagia dan sedih secara bersamaan.
Beberapa nasihat dan petuah pun di berikan kepada kedua mempelai, agar mereka dapat menjalani hidup dengan damai dan hingga maut memisahkan. Menekan ego dan emosi, tidak lupa di selipkan untuk Athar dan Kimmy yang baru resmi menjadi suami istri.
Setelah Athar dan Kimmy 'sungkem' dengan kedua orangtua mereka, kini giliran mereka 'sungkem' dengan kakak mereka, yaitu Queen. Athar memegangi kedua tangan Queen dan menundukkan kepalanya di pangkuan Queen.
"Maafkan Athar kak, bila selama ini Athar banyak salah sama kakak. Maafkan bila Athar bukanlah adik yang sempurna. Saat ini, Athar mohon doa dan restu kakak untuk pernikahan Athar dan Kimmy," Ucap Athar dengan suara yang bergetar.
Queen meraih tubuh Athar dan memeluk adik satu-satunya itu.
"Kakak selalu memaafkan kamu. Kakak juga minta maaf atas segala kesalahan kakak, baik itu yang disengaja ataupun tidak. Untuk restu dan doa, kakak selalu mendoakan yang terbaik untuk Athar dan Kimmy. Kakak juga memberikan restu dengan sepenuh hati kakak," Ucap Queen dengan air mata yang menetes di pipinya.
Athar membalas pelukan Queen dengan erat. Beberapa fotografer pun mengabaikan momen tersebut. Momen dimana ketulusan dan cinta begitu terasa nyata.
Setelah semua prosesi acara di laksanakan, kini mereka tinggal melaksanakan acara pesta pernikahan kedua mempelai. Berhubung, pesta akan diadakan di sebuah gedung, maka mereka pun bersiap-siap untuk menuju ke gedung tersebut setelah makan siang bersama.
Queen lebih memilih menghindar dari keramaian saat makan siang bersama. Ia dan Raka memilih duduk di halaman belakang rumah Queen.
"Kamu tidak makan?" Tanya Raka.
Queen hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu makan lah," Ucap Queen.
"Kalau kamu tidak makan, aku tidak makan juga," Sahut Raka yang beranjak duduk di samping kekasihnya itu.
Queen tersenyum dan menatap Raka dengan seksama.
"Kenapa begitu?"
"Apa pun, aku akan mengikuti kamu." Sahut Raka seraya menyentuh rambut Queen yang tergerai berbentuk spiral.
"Bagus rambutnya," Ucap Raka.
Queen mengulum senyumnya dan menundukkan pandangan nya.
__ADS_1
"Jadi, kapan kita menyusul?" Tanya Raka lagi.
Queen menoleh dan menatap Raka dengan seksama.
"Raka, apa kamu yakin aku adalah wanita terakhir untuk mu?"
Raka tersenyum dan meraih kedua tangan Queen.
"Yakin,"
"Tapi pernikahan itu tidak sederhana Raka,"
"Memang, tetapi kalau kita tidak melaluinya bersama, kita tidak akan bisa menyederhanakan nya."
Queen menghela nafas dan menundukkan wajahnya.
"Queen, percayalah padaku. Aku akan membahagiakan kamu. Aku akan menjadi imam mu dan Ayah yang baik untuk anak-anak kita," Ucap Raka dengan wajah yang serius.
"Queen...!" Panggil Bunda dari dalam rumah Kimmy.
"Sebentar ya," Ucap Queen seraya beranjak dari duduknya dan menemui Bunda ke dalam.
Ia pun berniat akan membicarakan lagi dengan Queen di lain waktu, bila ada kesempatan untuk dirinya dan Queen saat berdua saja. Ia ingin gadis pujaan nya itu percaya kepada dirinya dan menerima pinangannya. Tentu saja, Raka juga berniat akan membelikan Queen sebuah cincin dan melamarnya dengan cara yang romantis.
"Raka," Panggil Queen yang baru saja kembali ke belakang untuk menemui Raka.
"Ya?" Raka beranjak dari duduknya dan menatap Queen dengan seksama.
"Ayo kita ke gedung resepsi Athar dan Kimmy. Mereka semua akan segera berangkat ke gedung," Ucap Queen.
"Ah, iya baik," Sahut Raka. Lalu, lelaki itu pun bergegas mengikuti langkah Queen kembali ke dalam rumah dan berbaur dengan keluarga kedua mempelai yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke gedung resepsi.
Masing-masing keluarga, berangkat dengan mobil masing-masing. Sedangkan Kimmy dan Athar berangkat dengan mobil pengantin mereka yang khusus dihias sedemikian rupa untuk mereka berdua. Mobil itu adalah mobil hadiah dari Ayah Andra. Yang baru saja Ayah Andra belikan untuk Athar dan Kimmy sebagai hadiah pernikahan anak dan menantunya itu. Sedangkan Queen, kembali menumpangi mobil milik Raka, kekasihnya. Tentu saja mereka masih terus dikawal dengan ketat.
...
__ADS_1
Nyonya Amara terlihat sangat anggun dengan balutan gaun pesta yang terbalut di tubuhnya. Sedangkan suaminya, terlihat tampan dengan balutan tuksedo yang terlihat sangat mahal. Mereka berniat akan menghadiri undangan pernikahan Athar dan Kimmy. Satu minggu yang lalu, Bunda memberikan undangan pernikahan Athar dan Kimmy kepada nyonya Amara.
Awalnya, nyonya Amara tidak ada dalam daftar undangan. Hanya saja, semakin hari, Bunda dan nyonya Amara semakin dekat. Maka, Bunda memutuskan untuk mengundang nyonya Amara sebagai seorang teman dan juga Ibu dari Raka.
"Sudah siap hon?" Ucap nyonya Amara seraya memasang anting-anting di telinganya.
"Sudah," Sahut Ayahnya Raka seraya tersenyum kepada nyonya Amara.
"Ayo kita berangkat."
Ayah dan Ibunya Raka pun bergegas keluar dari kamar mereka. Lalu, memasuki sebuah mobil mewah dengan seorang supir yang siap mengantarkan mereka ke acara pesta pernikahan Kimmy dan Athar.
Setelah mereka memasuki mobil tersebut, mobil itu pun beranjak meninggalkan kediaman Raka, menuju ke alamat gedung yang tertera di dalam kertas undangan pernikahan Athar dan Kimmy. Tanpa mereka sadari, ada sebuah mobil bergerak membuntuti mereka yang sedang asik berbincang di dalam mobil.
Ayah Raka yang tidak mengenal siapa yang mengundang dirinya pun bertanya kepada nyonya Amara, tentang keluarga yang mengundang dirinya dan istri. Nyonya Amara pun menjelaskan tentang siapa Bunda Farah dan keluarganya. Serta menceritakan siapa kedekatan Raka dengan putri Bunda Farah.
Ayah Raka pun mulai paham, bila yang mengundang dirinya, kemungkinan akan menjadi besan nya suatu saat nanti. Ayah Raka pun terlihat antusias dengan undang tersebut. Ia sudah tidak sabar untuk mengenal calon besan nya itu. Terutama, saat nyonya Amara menceritakan betapa hebatnya keluarga Queen dan juga silsilah keluarga dari gadis yang sedang di dekati oleh anak mereka.
Tiba-tiba saja, mobil mereka berhenti di sebuah jalan yang sepi. Obrolan mereka pun turut berhenti.
"Ada apa Pak?" Tanya nyonya Amara kepada supir mereka.
"Itu Bu, ada mobil yang memepet mobil kita," Ucap Supir tersebut.
Nyonya Amara dan suaminya pun melihat kearah depan mobil mereka. Terlihat mobil misterius berwarna hitam dengan kaca yang gelap menghalangi jalan mereka.
"Siapa mereka Pak?"
"Saya tidak tahu Bu," Sahut supir itu lagi dengan wajah yang cemas.
Beberapa orang bertubuh tegap pun keluar dari mobil tersebut dan bergegas menghampiri mobil milik Ayah Raka. Mereka mengetuk kaca mobil dengan bringas. Suasana panik pun tidak bisa dihindari.
"Jangan di buka! Jangan di buka!" Seru Ayah Raka.
"I-i-iya Pak!" Sahut supir mereka yang segera mengecek kembali central lock mobil itu.
__ADS_1
"Woii! buka!" Seru salah satu lelaki berkulit gelap dan bertubuh tegap.
Melihat ekspresi mereka yang tampak tidak main-main, nyonya Amara dan suaminya pun mulai menyadari, bila mereka sedang dalam bahaya.