365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
135# 270HMH (Dua-duanya)


__ADS_3

Lala yang sedang duduk di sebuah ruangan, terdiam saat semua bukti dikeluarkan. Dirinya tampak pucat serta tubuhnya gemetar. Ia tidak menyangka bila semua kejahatan nya terungkap begitu gampang nya di tangan petugas. Walaupun ia sempat menampik, tetapi pengakuan Boss mafia mendukung segala ucapan Lala saat dirinya berbicara dengan Queen dan kedua orangtua Raka.


Lala tidak menyangka bila Queen dan kedua orangtua Raka masih hidup. Ia pun merasa bodoh bila dirinya mengaku begitu saja tentang kejahatan nya saat ia merasa takut melihat Queen dan kedua orangtua Raka. Ia pun mulai merasa tertipu dengan Boss mafia yang tidak bekerja dengan baik. Lala juga sempat menuntut Boss mafia tersebut mengembalikan uang yang sudah ia transfer. Kenyataan pahit kembali ia terima, Boss mafia tersebut tidak mau mengembalikan dana itu, karena dana itu sudah disita sebagai bukti dan akan di berikan juga sebagian kepada keluarga Tika, sebagai uang pertanggung jawaban para tersangka.


Semua yang di kerjakan Ayah Andra begitu perfect dan mudah. Semua masalah besar, bagi Ayah Andra menjadi kecil. Ia pun tersenyum saat Lala berusaha membela diri. Semua sudah ia pikirkan, hingga Lala tidak bisa menolong dirinya sendiri.


Kini, Lala harus menjalani hari-hari di hotel prodeo. Suasana mewah tidak lagi ia dapatkan. Kasur empuk, air panas untuk mandi, makanan enak dan fasilitas olahraga, kecantikan dan hidupnya yang penuh kebebasan, yang selalu menjadi rutinitas nya, kini harus terhenti. Ia harus rela menjalani hari dengan serba keterbatasan, itu semua karena kebodohannya sendiri.


Sedangkan orangtua Lala semakin merasa terpuruk dengan tingkah anaknya yang diam-diam begitu kejam dan buta karena cinta. Orangtua Lala juga diberikan rekaman pengakuan Lala atas upaya pembunuhan yang mengorbankan satu nyawa tersebut, yaitu nyawa Tika yang menjadi korban salah sasaran. Bahkan, kini sebagai orangtua, mereka pun tidak bisa menolong Lala. Karena memang masalah ini sudah termasuk masalah yang tidak main-main. Apa lagi sudah jatuh korban.


Orangtua Lala bahkan mengemis maaf kepada Queen dan keluarganya, Raka dan keluarganya, serta suami dan keluarga Tika yang masih berduka. Tetapi, meskipun kata maaf mereka dapatkan, namun proses hukum tetap harus di jalankan, sesuai dengan hukum yang berlaku.


Begitulah bila melakukan hal yang tidak dipikirkan terlebih dahulu. Tidak berpikir panjang tentang sebab dan akibatnya yang kemungkinan akan menyeret kita jauh ke lubang nestapa.


Setelah pemeriksaan berakhir, dan Lala terpaksa harus mengakui dan membenarkan bahwa dirinyalah yang bersalah atas ini semua, Lala pun dipindahkan ke sel tahanan nya. Ia terus menangis dan menyesali semua yang telah terjadi. Niat untuk mendapatkan Raka dan harta kekayaan Raka, pupus begitu saja. Kini, ia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya. Ia juga harus siap mendapatkan hukuman yang setimpal dengan segala perbuatannya.


Orang-orang yang ia hadapi bukan orang-orang sembarangan. Itulah kebodohannya. Ia terlalu gegabah dan menghalalkan segala cara hanya untuk kepuasan pribadinya. Bahkan, pengacara nya pun hampir menyerah untuk membantu Lala. Mereka kini hanya bisa berjuang, agar Lala tidak di hukum seperti pasal yang berlaku. Setidaknya, mereka berjuang untuk keringanan walaupun itu tidak mungkin.


Pasti tidak mungkin, karena ada tiga penuntut yang di hadapi oleh Lala, Raka dan orang tuanya, Queen dan orang tuanya, serta suami Tika dan keluarganya. Lala, tamatlah riwayat mu....


...


Raka yang baru saja keluar dari kantor polisi, bergegas untuk ke toko perhiasan. Ia berniat untuk membelikan Queen sebuah cincin yang indah. Cincin itu adalah lambang keseriusan dirinya kepada Queen.


Raka melajukan mobilnya menuju ke toko perhiasan langganan Ibunya. Setibanya disana, ia pun di sambut dengan ramah oleh semua pegawai toko itu. Bagaimana tidak, semua orang tahu, bila dirinya adalah anak dari nyonya Amara, member VVIP toko mereka.


"Bapak Raka, mengapa tidak menelepon kami saja? Kami bisa datang kerumah atau ke kantor Bapak," Ucap pemilik toko tersebut.


"Tidak apa-apa," Sahut Raka. Ia pun duduk di sofa yang telah dipersiapkan untuk member VVIP.


"Bapak mau mencari apa?"


"Saya ingin mencari cincin tunangan." Sahut Raka.


"Oh Bapak akan bertunangan?" Tanya Pemilik toko itu lagi.

__ADS_1


"Ya begitulah," Sahut Raka seraya tersenyum malu-malu.


"Selamat Bapak Raka,"


"Terima kasih," Ucap Raka dengan wajah yang semringah.


"Baik Pak, silahkan tunggu sebentar. Semua cincin akan kami bawakan," Ucap Pemilik toko itu.


Raka hanya mengangguk dan menunggu di sofa tersebut..


Seorang karyawan toko itu pun menghidangkan minuman dan makanan kecil untuk Raka. Untuk kenyamanan Raka saat menunggu perhiasan yang akan di perlihatkan kepada Raka.


Sedangkan Raka mulai sibuk dengan ponselnya. Untuk berkomunikasi dengan beberapa orang pegawainya dan juga Queen.


Raka sengaja tidak membawa Queen ke toko perhiasan ini, ia ingin memilih sendiri cincin untuk kekasih nya itu.


Kamu lagi dimana?


Tanya Queen melalui pesan singkat yang baru saja Raka terima.


Balas Raka.


Oh, ya sudah, jangan lupa makan siang ya. I love you..


Siap... I love you too.


Balas Raka. Ia tersenyum semringah saat Queen mengatakan I love you kepada dirinya. Kata I love you sangat jarang terucap dari bibir gadis pujaan nya itu. Meskipun begitu, Raka tidak pernah meragukan cinta Queen kepada dirinya. Ia tahu, Queen memang merupakan seorang gadis yang tidak begitu ekspresif. Justru seperti itulah yang membuat Raka semakin penasaran kepada gadis itu.


Beberapa saat kemudian, bermacam-macam model dan ukuran cincin koleksi dari toko tersebut pun sudah berada di hadapannya. Owner pun beranjak duduk dihadapan Raka dan membantu lelaki itu untuk memilihkan cincin yang tepat untuk calon tunangan Raka.


Banyaknya pilihan, membuat Raka bingung, cincin yang mana yang akan ia pilih. Hingga akhirnya, ia mengeluarkan foto Queen dan ia pamerkan kepada pemilik toko tersebut.


"Pak, untuk gadis seperti ini cocoknya yang mana ya? Dia berkelas, dia cantik, terpelajar dan sedikit nyeleneh," Ucap Raka dengan polosnya.


Pemilik toko tersebut pun tersenyum menahan geli saat mendengar penjelasan Raka tentang calon tunangan nya.

__ADS_1


"Wanita seperti itu suka cincin yang simpel Pak, tetapi mahal," Ucap pemilik toko itu.


Raka mengangguk paham.


"Begitu ya?" Tanya Raka, masih dengan wajah nya yang terlihat polos.


"Begini saja, Bapak mau melamar calon tunangan Bapak, secara pribadi atau bersama keluarga?" Tanya pemilik toko itu lagi.


"Be-bersama keluarga," Sahut Raka.


"Bila bersama keluarga, cocoknya yang ini Pak," Ucap pemilik toko itu seraya menunjuk sebuah cincin berlian dengan kualitas nomor satu. Serta model nya yang begitu mewah dan elegan.


"Bila melamar secara pribadi, cocoknya yang mana?" Tanya Raka.


"Yang ini Pak, cincin simpel, namun meskipun begitu, ini terbuat dari berlian kualitas satu. Ini melambangkan keseriusan, walaupun tidak terlihat semewah yang satunya," Terang pemilik toko itu.


"Hmmmm..."


Raka pernah punya impian, dirinya akan melamar Queen secara pribadi juga. Hanya saja, selama ini ia mengajak Queen menikah, namun tidak pernah memberikan sebuah cincin untuk simbol keseriusan dirinya. Pantas saja ia sering di tolak oleh Queen.


Raka pun tertawa sendiri,


"Ya, sangat pantas gue di tolak, ngajak nikah selama ini, tapi gak ngasih cincin." Batin nya.


"Jadi, Bapak pilih yang mana? Semua tergantung selera Bapak dan calon tunangan Bapak." Ucap pemilik toko seraya tersenyum saat melihat ekspresi Raka yang bingung, namun senyum-senyum sendiri.


"Saya pilih dua-duanya," Ucap Raka.


"Dua duanya?" Tanya pemilik toko itu dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Calon saya ini adalah gadis yang spesial. Dia pantas mendapatkan dua-duanya. Saya akan melamar dia secara pribadi dan juga melamar dia bersama keluarga," Ucap Raka dengan mantap.


"Ah... baiklah kalau begitu. Sungguh beruntung kekasih Bapak Raka,"


Raka hanya tersenyum mendengar pujian dari pemilik toko itu. Ia pun langsung menghubungi sekretaris nya untuk mempersiapkan makan malam romantis untuk dirinya dan Queen pada esok malam.

__ADS_1


"Tunggu kejutan dari aku ya sayang," Gumam nya seraya menatap foto Queen yang berada di layar ponselnya.


__ADS_2