
3 bulan kemudian..
"Halo sayang, ada undangan makan malam dari Athar dan Kimmy. Pukul tujuh malam sudah di cafe nya ya..." Ucap Queen yang sedang berjalan menuju ke kantor hotel miliknya.
"Memang undangan apa?" Tanya Raka dari seberang sana.
"Mungkin anniversary mereka berdua. Mereka kan sudah satu tahun menikah," Ucap Queen seraya menyelipkan ponselnya di antara telinga dan bahunya. Lalu, ia membuka pintu ruangan nya dan beranjak masuk kedalam ruangan itu.
Queen menaruh tas tangan nya di atas meja kerjanya dan kembali memegang ponselnya.
"Ok baik, kalau begitu, hari ini aku akan pulang cepat ya. Sampai jumpa dirumah kita sayang," Ucap Raka.
"See you," Ucap Queen, seraya tersenyum dan mengakhiri percakapan tersebut.
Queen duduk membuka blazer nya dan beranjak duduk di kursi kerjanya.
Tak berapa lama, pintu ruangan itu pun di ketuk oleh seseorang.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk," Ucap Queen.
Pintu pun terbuka, terlihat sekretaris Queen muncul dari balik pintu ruangan itu.
"Bu, meeting akan segera dimulai,"
"Ah, ok." Queen pun beranjak dari duduknya dan membawa beberapa berkas di tangannya. Lalu, ia keluar bersama dengan sekretaris yang sudah setahun ini sudah setia dengan dirinya.
Setelah menikah, Queen dan Raka kembali ke aktivitas masing-masing. Bahkan, saking sibuknya, mereka tidak sempat berbulan madu. Mereka hanya menghabiskan waktu di hotel milik Raka selama 3 hari saja. Setelah itu, mereka kembali sibuk dengan pekerjaan. Bahkan, selama 3 bulan ini, mereka hanya sempat sekali saja pergi berdua. Itupun dalam rangka meninjau sebidang tanah di Pulau Dewata, untuk membangun hotel baru milik Raka. Itupun hanya dua hari saja.
Banyak nya aktivitas membuat Queen pun sedikit merasa kelelahan. Namun, setelah dirinya dirumah, Raka yang merasa belum bisa memberikan yang terbaik untuk istri nya pun, melayani Queen layaknya seorang Ratu. Persis seperti janjinya kepada Queen saat sebelum berhasil menikahi Queen.
Mereka sempat berencana untuk berbulan madu di Labuhan Bajo. Tetapi, karena jadwal yang tidak cocok, membuat rencana itu terus menerus tertunda. Untungnya, mereka sama-sama sibuk. Jadi, tidak ada yang mengeluh soal pertemuan yang hanya sebentar di kediaman mereka pada malam hari.
Queen paham dengan kesibukan bisnis baru dan rencana-rencana bisnis Raka yang lain nya. Sedangkan Raka pun paham dengan kesibukan Queen yang kini mulai merintis cabang butik yang juga akan ia bangun di Pulau Dewata.
Raka termenung diruangan nya, ia teringat ucapan Ibunya tentang pentingnya waktu untuk istri dan keluarga. Apa lagi dirinya kini seorang imam dan juga masih terhitung pengantin baru. Bahkan, dia belum sempat mewujudkan mimpi nya dan Queen untuk berbulan madu.
__ADS_1
Raka mengusap wajah nya yang terlihat lelah. Sudah seminggu ini dirinya berkunjung ke berbagai Kota. Bahkan dalam sehari, Raka bisa berpindah di 3 Kota.
"Mengapa setelah menikah, aku malah seperti tidak ada waktu dengan Queen ya?" Gumam Raka.
Pun, di tengah meeting yang sedang berjalan. Queen juga memikirkan hal yang sama. Ia merasa bersalah dengan Raka. Mengapa dirinya malah sibuk setelah menikah. Apa yang ia kejar? Tidak kah dirinya bisa saja bekerja dari rumah dan mempekerjakan seseorang yang benar-benar bisa di percaya untuk menjalankan usahanya? Queen terlihat tidak fokus saat mengikuti meeting penting itu.
...
Pukul 4 sore, Queen sudah sampai di kediaman barunya. Yaitu rumah pribadi dari suaminya, Raka. Rumah itu kini hanya di huni oleh Queen dan Raka, serta para pekerja mereka. Sedangkan nyonya Amara tinggal di lain rumah. Nyonya Amara sedang menikmati masa pensiun nya dengan suami tercinta di sebuah villa di desa yang sejuk dan asri. Tak jarang, Queen dan Raka mengunjungi orangtua Raka tersebut. Walaupun satu malam saja mereka menginap disana, hal itu sangat berarti bagi orangtua Raka.
Nyonya Amara dan suaminya juga sangat menyayangi Queen. Mereka sangat bersyukur memiliki menantu seperti Queen. Tidak ada sikap yang menyinggung sama sekali selama ini, hingga Queen pun nyaman dan benar-benar memperlakukan kedua orangtua Raka seperti orangtua kandungnya sendiri.
Begitu juga dengan keluarga Queen. Queen selalu memiliki jadwal khusus antara mertua dan orangtuanya. Agar tidak ada kesenjangan antara dua keluarga tersebut. Bagaimana pun, Raka adalah anak tunggal dan Queen adalah anak perempuan satu-satunya.
Hari Sabtu untuk keluarga Raka, dan hari Minggu, saat terpenting bagi keluarga Queen untuk berkumpul pun Queen sesuaikan. Jadi, ia memilih hari Minggu untuk keluarga nya.
Tepat pukul 5 sore, Queen yang baru saja keluar dari kamar kecil, menatap Raka yang ternyata sudah pulang. Tampak suaminya itu tengah duduk di tepi ranjang dan baru saja membuka kemejanya.
"Sudah pulang," Sapa Queen seraya mendekati Raka.
Raka tersenyum dan mengecup lembut kening istrinya itu.
Queen mengangguk seraya menatap Raka dengan penuh kerinduan.
"Ya sudah, aku mandi dulu ya. Kamu dandan yang cantik," Ucap Raka yang sekali lagi mengecup kening Queen.
Pukul 6 sore, mereka pun sholat berjamaah. Karena itulah saat-saat yang sangat di tunggu oleh mereka berdua, terlepas bagaimana kesibukan mereka. Karena sholat berjamaah sudah sangat jarang mereka lakukan. Mereka hanya melaksanakan sekali saja sehari, saat Subuh. Selebihnya, terkadang Raka pulang sudah tengah malam, dan Queen sudah melaksanakan sholat terlebih dahulu.
Setelah sholat berjamaah selesai, Queen dan Raka memakai pakaian terbaik untuk menghadiri acara makan malam bersama dengan keluarga Queen. Sementara Queen berdandan, Raka menghabiskan sisa kopinya sambil memantau pekerjaan nya dari laptop di ruang keluarga.
Setelah Queen selesai berdandan, pukul 18.45, Queen pun keluar dari kamarnya dan sudah siap untuk berangkat. Raka yang menyadari Queen sudah siap, ia pun menutup laptopnya dan bergegas untuk pergi bersama dengan istri nya itu. Tidak lupa, ia memuji kecantikan istrinya terlebih dahulu, sebelum berangkat ke acara Athar.
Pukul 19.20, mereka pun tiba di cafe milik Athar. Disana sudah berkumpul keluarga inti Queen, dan juga keluarga inti dari Kimmy. Seperti biasa, mereka bersilaturahmi dengan baik dan tidak ada yang berubah sedikitpun.
Tampak Ayah Andra yang begitu bersemangat saat ada acara kumpul-kumpul seperti ini. Bagi Ayah, hal seperti ini adalah anugerah yang kini sudah jarang ia dapatkan.
Setelah makan malam, tampak Athar datang membawa sebuah tart dan menaruhnya di tengah-tengah meja makan tersebut.
__ADS_1
"Anniversary ya?" Tanya Queen.
"Siapa yang ulang tahun?" Tanya Abian, adik kandung Kimmy.
"Baca dong," Ucap Kimmy sambil menunjuk tulisan yang berada di atas tart yang berukuran besar itu.
Kedua keluarga pun saling bertatapan, dengan rasa yang penasaran, mereka pun beranjak dari duduknya dan menghampiri kue tart yang terletak di tengah-tengah meja makan.
"Halo Oma dan Opa, Uncle dan Aunty, sampai jumpa delapan bulan lagi," Ucap Abian yang sedang membaca tulisan yang ada di atas tart tersebut.
Mendadak suasana menjadi hening, Tante Nia dan Bunda Farah saling bertatapan. Om Bobby menatap Kimmy dengan tatapan yang tak percaya, sedangkan Ayah Andra hanya tersenyum dan menepuk pundak Athar.
"Kak Kimmy hamil?" Tanya Abian.
Kimmy tersenyum dan mengangguk dengan cepat.
"Kimmy hamil?" Tanya Bunda Farah dengan wajah tak percaya.
"Kim, kamu hamil?" Tanya Tante Nia dan bergegas menghampiri Kimmy yang sedang duduk di salah satu kursi yang melingkari meja makan tersebut.
"Iya Oma, kami ada di dalam perut Mama Kimmy," Ucap Kimmy.
"Kami?" Tanya Om Bobby.
"Iya Kami, kami kembar," Ucap Kimmy lagi.
"Alhamdulillah!" Seru dua keluarga itu.
"Kembar Nia! Cucu kita kembar!" Seru Bunda Farah.
Bunda Farah pun berlari menghampiri Kimmy dan memeluk menantu kesayangan nya itu.
"Ya Allah, Alhamdulillah... Sudah lama bunda ingin cucu!" Bunda Farah menangis haru.
Kebahagiaan itu juga dirasakan oleh Queen dan Raka. Namun, jauh dilubuk hati Queen, mulai terlihat kecemasan. Kemarin-kemarin dirinya di tanya kapan menikah oleh siapa saja yang ia temui. Apakah ia akan mengalami pertanyaan kapan dirinya akan hamil?
Raka yang merasa paham dengan kegelisahan istrinya itu pun, langsung merangkul Queen. Ia mengusap pundak Queen dengan lembut tanpa memandang istrinya. Raka terus tersenyum dan ikut larut dalam kebahagiaan Kimmy dan Athar. Namun, tangan nya terus memberikan sinyal, untuk Queen harus kuat dalam setiap situasi. Ia ingin menyampaikan kepada istrinya itu.
__ADS_1
"Ada aku yang selalu disamping mu,"
Pesan itu pun sampai kepada Queen. Ia menggenggam erat tangan Raka, ia memberikan selamat kepada Adik nya Athar, dan iparnya Kimmy. Dan dirinya juga berharap, kelak ia akan merasakan kebahagiaan yang sedang menghinggapi Kimmy dan Athar. Yaitu, mengandung anak pertama nya dengan Raka.