
"Hamil?" Tanya Bunda dengan tangan yang gemetar.
"Siapa yang hamil Bun?" Ayah Andra yang sedang asik menonton televisi, langsung mendekati bunda yang sedang berbicara lewat telepon dengan Queen.
"Queen Yah..! Queen hamil!" Ucap Bunda kepada Ayah, dengan wajah yang semringah.
"Hamil? Alhamdulillah!" Ayah Andra melompat karena saking bahagianya.
"Bunda kesana ya, sama Ayah... Kamu mau apa?"
"Apa saja Bun, Queen kebetulan tidak merasakan mual dan muntah, semua terasa biasa saja." Ucap Queen.
"Alhamdulillah, Bunda senang mendengar nya. Baiklah, Bunda akan bawakan buah-buahan dan makanan yang bergizi ya. Bunda masak dulu,"
"Bun... tidak usah masak, Queen jadi merepotkan.."
"Tidak apa-apa.. Bunda mau masak untuk cucu Bunda kok, bukan kamu," Ucap Bunda.
Queen terkekeh mendengar ucapan Bunda.
"Ok lah Bun, makasih ya..."
"Sama-sama, tunggu Bunda ya.. paling bunda akan sampai di rumah mu sekitar pukul tiga sore,"
"Ok Bun... sama Ayah?"
"Iya sama Ayah, itu Ayah mu sedang melompat kegirangan karena mendengar kabar kehamilan mu," Ucap Bunda.
Queen tertawa mendengar ucapan Bunda.
"Ya sudah ya... sampai jumpa. Assalamualaikum..."
"sampai jumpa Bun, Waalaikumsalam.."
Pembicaraan lewat sambungan telepon itu, pun berakhir. Dengan bersemangat, Bunda beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke arah dapur. Ayah Andra yang terlihat sangat bersemangat juga mengikuti Bunda ke dapur. Saking tidak sabarnya ingin bertemu dengan Queen, Ayah membantu bunda yang akan memasakkan makanan untuk Queen.
Ayah dan Bunda terus tersenyum bahagia, setelah kabar bahagia kehamilan Kimmy kini mereka mendengar kabar bahagia tentang kehamilan Queen. Yang berarti tidak berapa lama lagi, mereka akan memiliki banyak cucu dari kedua anak mereka. Kimmy akan melahirkan anak kembar, sedangkan Queen akan memberikan mereka seorang cucu.
"Semoga cucu kita lahir dengan selamat ya, Yah..."
__ADS_1
"Iya sayang, sebentar lagi rumah ini akan rame bila cucu-cucu mengunjungi kita."
"Aamiin.." Sahut Bunda di iringi senyum yang penuh dengan harapan.
..
"Apa Queen hamil?"
"Iya Nia, kehamilan queen sama dengan kehamilan Kimmy. Sadar nggak sih lu, mereka hamil seperti kita dulu hamil. Lu hamil Kimmy dan gue hamil Athar," Ucap Bunda, lewat sambungan telepon saat dirinya sedang di perjalanan menuju rumah Queen.
"Oh iya bener, mana tahu cucu kita berjodoh juga Far..."
"Hahaha ngaco lu," Ucap Bunda seraya terkekeh.
"Ih, kan kita gak tahu loh kedepannya bagaimana, buktinya Kimmy dan Athar berjodoh. Gue sama Bobby berjodoh, kita gak tahu kan rencana Allah," Ucap Tante Nia.
"Asli gua gemes sama lu Nia, cucu masih jadi janin udah lu jodoh-jodohin." Bunda tidak tahan, ia terus tertawa mendengar ucapan Tante Nia.
"Kan seru tuh, setelah jadi besan kita menjadi nenek besan," Ucap Tante Nia seraya tertawa dengan keras.
"Ah, sudah ah, lu ngawur banget. Gua lagi di dalam perjalanan nih, nanti gue telepon lagi ya.."
"Hahaha, oke oke hati-hati dijalan ya besan ku yang juga Tanteku, Assalamualaikum..."
Bunda terus tersenyum seraya menyimpan ponselnya ke dalam tas tangannya. Lalu, ia memeluk rantang yang berisi makanan yang baru saja ia masak khusus untuk Queen dan calon cucunya. Hari ini, Bunda benar-benar merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Tentang masa tua yang indah, pasangan yang setia, cucu yang banyak membuat hidupnya terasa sangat lengkap.
Bunda melirik Ayah yang sedang menyetir mobil, ia memperhatikan Ayah yang yang juga merasakan kebahagiaan yang sama dengan dirinya. Lelaki yang tidak pernah memberikan dirinya seorang anak pun, namun turut merawat dan membesarkan anak-anaknya. Bahkan lelaki itu memiliki lebih banyak cinta dibandingkan ayah kandung kedua anaknya.
"Betapa beruntungnya hidupku Ya Allah... Setelah engkau memberikanku banyak cobaan, lalu engkau memberikanku banyak hadiah yang luar biasa di dalam hidupku. Kalau bukan lelaki ini yang engkau kirimkan kepada ku, mungkin nikmat yang aku rasakan tidak seperti ini. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Maha besar engkau ya Allah.." Batin Bunda Farah dengan air mata yang menetes di pipinya. Air mata kebahagiaan dan rasa syukur yang tak terkira.
"loh, kok nangis?" Tanya Ayah Andra, saat menangkap basah, ada Air mata di pipi Bunda parah.
"Ah tidak apa-apa, aku hanya sedang bahagia," Ucap Bunda Farah.
Ayah Andra menepikan mobilnya, lalu menatap Bunda dengan seksama. Ayah Andra mengusap Air mata di pipi Bunda Farah, lalu memeluk Bunda Farah dengan erat.
"Tahu nggak bidadariku sayang, aku juga bahagia." Ucap Ayah Andra seraya mengecup lembut kening Bunda.
"Dan, tahukah kamu? Aku rasa, aku adalah wanita yang paling beruntung bisa menikah denganmu. Selama pernikahan kita, aku tidak pernah menangis karena sedih. Melainkan, aku selalu menangis karena rasa haru dan bahagia. Itu menandakan bila kamu adalah laki-laki yang sangat baik dan juga Ayah yang sangat hebat dan memiliki kasih yang luar biasa."
__ADS_1
"Tidak tahu bagaimana caranya aku bersyukur kepada Allah, karena telah menjodohkan aku dengan kamu. Yang jelas, tidak henti-hentinya aku mendoakan kamu, dan mengucapkan syukur kepada Allah atas rumah tangga yang begitu banyak berkah dan melimpahnya kebahagiaan."
Mendengar ucapan Bunda Farah, Ayah Andra pun melepaskan pelukannya dan menatap Bunda Farah dengan penuh cinta.
"Kamu tahu kenapa aku tidak berniat sedikitpun untuk melukaimu?" Tanya ayah Andra.
"Kenapa? Bunda terlihat penasaran.
"Itulah cara ku bersyukur, karena mendapatkan bidadari sepertimu."
"Aaaaaaaaaaa.... aku meleleeeehhhh..!" Seru Bunda seraya kembali memeluk erat Ayah Andra.
"Hahahha, ini bukan gombal loh ya," Ucap Ayah Andra.
"Iya, aku tahu kok, kamu memang tidak pernah membuatku menangis karena sikap mu. Terima kasih sudah mencintai aku," Ucap Bunda Farah.
"Sama-sama," Sahut Ayah Andra seraya tersenyum semringah dan kembali melajukan mobilnya ke arah rumah Queen dan Raka.
Lima belas menit kemudian, Ayah dan Bunda tiba di kediaman Raka dan Queen. setelah Ayah Andra memarkirkan mobilnya, Bunda dan Ayah pun segera turun dan bergegas untuk masuk ke rumah Queen dan Raka.
"Assalamualaikum," Ucap Bunda Farah setelah melihat Queen dan Raka yang sedang duduk di ruang keluarga.
"Waalaikumsalam," Sahut Queen dan Raka dengan wajah yang semringah.
Tanpa basa-basi, Bunda Farah langsung mendekati Queen dan memegangi perut putrinya itu.
"Halo cucu Oma... Assalamualaikum..." Ucap Bunda dengan wajah yang semringah.
"Selamat ya Queen dan Raka," Ucap Bunda seraya menatap dan memeluk anak dan menantunya itu.
"Terima kasih Bun," Ucap Queen dan Raka.
"Ini Queen, Bunda bawakan makanan, dimakan ya..." Ucap Bunda seraya membuka satu persatu rantang yang ia bawa.
"Asiiikkkk!" Pekik Queen layak nya anak kecil.
Bunda dan Ayah terlihat bahagia sekali saat melihat Queen yang langsung mencicipi masakan yang sengaja dimasak untuk dirinya.
"Itu Ayah juga bantuin masak loh," Ucap Ayah dengan wajah semringah.
__ADS_1
"Wah.. pantas saja semakin enak," Ucap Queen memuji kedua orangtua nya.
Terlihat senyum bahagia di wajah Ayah dan juga Bunda Farah. Sedangkan Queen terlihat sangat bersemangat dan lahap sekali, saat menyantap masakan kedua orangtuanya.