
"Bisa-bisanya sih wanita itu kepedean akan dinikahi oleh Raka! Kurang ajar!" Ucap Lala yang terlihat kesal di balik kemudi mobilnya.
Lala memang diundang di acara tersebut sebagai tamu VVIP yang mewakili Papi nya. Karena Papinya sudah mulai sakit-sakitan, maka perusahaan akan di pimpin oleh Lala. Jadi, untuk saat ini, Lala sedang diperkenalkan kepada relasi dan rekan-rekan bisnis Papinya.
"Bagaimana pun, aku akan mendapatkan Raka kembali. Apa pun alasan nya, bagaimana pun caranya," Gumam Lala dengan penuh tekad. Lalu, ia menyalakan mesin mobilnya dan beranjak pergi meninggalkan gedung tersebut.
...
Queen membuang pandangannya ke arah jalanan Ibukota dari jendela samping mobil milik kekasihnya itu. Sedangkan Raka sesekali melirik Queen sembari mengendarai mobil tersebut. Raka merasa aneh dengan sikap kekasihnya yang tiba-tiba meminta untuk pulang, padahal, sebagian menu pesanan mereka belum datang dan Queen baru saja mencicipi capuchino pesanan nya. Raka takut sekali bila dirinya berbuat kesalahan, atau karyawan nya membuat capuchino pesanan Queen tidak sesuai dengan rasa standar capuccino itu sendiri.
"Ada apa sih?" Tanya Raka seraya menyentuh punggung tangan Queen.
Queen terperanjat saat Raka menyentuh tangan nya. Tentu saja, sikap Queen yang seperti itu membuat Raka semakin curiga. Ia menepikan mobilnya dan menatap Queen dengan seksama.
"Queen, kamu kenapa?" Tanya Raka yang mencoba sekali lagi menyentuh tangan Queen.
"Raka! Jangan sentuh-sentuh!"
Raka terkejut melihat reaksi Queen saat dirinya menyentuh tangan Queen. Tidak biasanya Queen bersikap seperti itu kepada dirinya.
"Iya ada apa, bilang dong sayang... aku gak ngerti.." Ucap Raka memelas.
"Tidak ada apa-apa. Pokok nya, sekarang juga cepat kita pulang." Pinta Queen.
"Aku bingung deh, apa aku ada salah? Atau rasa capuchino nya gak enak?" Tanya Raka lagi.
"Sudah sana jalan Raka.. aduhhh.... aku ingin cepat pulang..." Ucap Queen yang dari tadi terus berusaha tidak menatap Raka.
"Kamu kenapa sih gak mau melihat aku? Aku punya salah ya?"
"Raka! Kita pulang!" Tegas Queen.
Raka terdiam, ia menghela nafas panjang dan kembali mengendarai mobilnya.
"Dia kenapa ya?" Gumam Raka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Kurang lebih setengah jam kemudian, mobil yang dikendarai Raka pun sampai di halaman rumah Queen. Dengan terburu-buru, Queen beranjak turun dan melangkah masuk kedalam rumahnya.
Raka terus merasa bingung dengan sikap Queen dan menyusul Queen masuk kedalam rumah kekasihnya itu.
"Queen..." Sapa Ayah yang memang sedang menunggu mereka pulang di ruang tamu rumah itu.
"Ayah, aku pulang," Ucap Queen seraya mengecup punggung tangan Ayah Andra. Lalu, gadis itu pun nyelonong masuk ke dalam tanpa berbasa-basi sebelumnya.
Ekspresi bingung tidak hanya milik Raka saat ini, tetapi juga menjadi ekspresi Ayah Andra yang merasa aneh dengan sikap Queen.
"Om," Sapa Raka, seraya menghampiri Ayah Andra dan mengecup punggung tangan lelaki paruh baya itu.
"Queen kenapa?" Tanya Ayah Andra dengan wajah yang terlihat serius.
"Saya tidak tahu Om, dia begitu tiba-tiba." Terang Raka dengan ekspresi yang terlihat bingung.
__ADS_1
"Beneran? Apa kamu buat anak saya marah dan kecewa?"
"Ti-tidak kok Om, saya juga bingung," Ucap Raka dengan terbata.
"Terus kenapa dia begitu?"
Raka terdiam, ia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada Ayah Andra.
"Apa kamu melecehkan dia?" Tanya Ayah Andra dengan tatapan yang menyelidiki.
"Ti-tidak Om, saya berani bersumpah, saya tidak menyentuh Queen sama sekali."
"Kalau tidak menyentuh, berarti kalian tidak bergandengan tangan dari tadi?" Tanya Ayah Andra.
Raka seakan terjebak oleh ucapannya sendiri, lalu ia menundukkan pandangan nya.
"Kalau pegangan tangan saya akui iya Om," Sahut Raka malu-malu.
"Ya kalau begitu, jangan bilang tidak menyentuhnya." Ucap Ayah Andra seraya menggebrak meja.
Raka sedikit gentar saat Ayah Andra menggebrak meja. Matanya berkedip dan tubuhnya sedikit gemetar.
"Kamu ingat, kalau ada apa-apa dengan anak saya, tanggung akibatnya."
"I-i-iya Om," Sahut Raka yang semakin gugup.
"Ayah, Queen tidak apa-apa kok," Ucap Queen yang kembali ke ruang tamu.
"Queen," Sapa Raka dan menatap Queen seolah Queen adalah dewi penyelamat nyawa nya saat itu.
"Ayah, Raka tidak macam-macam kok Yah, Queen hanya mendadak tidak enak badan," Terang Queen.
Ayah dan Raka saling bertatapan, hingga akhirnya Raka pun berinisiatif untuk pulang saja.
"Ya sudah Om, saya permisi dulu. Queen, aku pulang dulu ya. Besok siang aku jemput."
"Iya, maaf aku tidak mengatakan alasan nya tadi. Aku hanya tidak enak badan," Terang Queen.
"Tidak apa-apa," Sahut Raka seraya bernafas lega.
Raka menyalami Ayah Andra dan tersenyum kepada Queen.
"Sampai jumpa besok," Ucap nya. Lalu, ia pun bergegas untuk meninggalkan rumah itu.
Ayah Andra hanya memperhatikan gelagat kedua insan tersebut, ia mencoba meyakinkan dirinya bila tidak ada terjadi sesuatu antara Queen dan Raka. Sedangkan Queen kembali ke kamarnya.
...
Di dalam kamar, Queen merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan memeluk guling yang selalu menemani dirinya tidur. Ia menenggelamkan wajahnya di bantal dan terus bergumam tidak jelas.
"Hhhhh...! kenapa pesona dia begitu luar biasa! Aku jadi gugup," Ucap Queen seraya menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
"Bibirnya, tubuhnya, matanya... arghhhhhh.... Raka....!" Gumam Queen seraya berguling-guling di ranjang nya.
...
"Dia kenapa sih ya? Aku jadi bingung, apa karena Lala tadi ya?" Gumam Raka yang sedang menyetir menuju ke kediaman nya.
"Memang Lala ngomong apa sih tadi? Sepertinya aku harus bertindak tegas dengan perempuan itu." Raka pun mengubah arah perjalanan nya. Kini, ia melajukan mobilnya ke arah kediaman Lala.
Tidak butuh waktu lama, Raka tiba di depan kediaman Lala. Terlihat mobil mewah milik Lala terparkir di halaman rumah wanita itu.
Raka keluar dari mobilnya dan mengetuk gerbang rumah Lala. Terlihat seorang satpam keluar dari pos tempat nya berjaga dan beranjak menghampiri Raka yang berdiri di luar gerbang rumah itu.
"Nyari siapa Mas?" Tanya satpam itu.
"Ibu Lala nya ada?" Tanya Raka.
"Dengan Mas siapa?" Tanya Satpam itu lagi, seraya memandang Raka dengan menyelidik.
"Bilang saja Raka," Ucap Raka.
Satpam itu pun bergegas menuju ke pos nya dan menghubungi Lala yang sedang berada di dalam rumah mewah berlantai tiga tersebut.
Tak lama kemudian, satpam itu pun mengizinkan Raka untuk masuk kedalam pekarangan rumah itu. Raka kembali ke mobilnya dan memarkirkan mobil miliknya tepat di depan beranda rumah mewah itu. Dengan wajah yang dingin, ia keluar dari dalam mobil tersebut dan menatap Lala yang berdiri di ambang pintu rumah nya seraya tersenyum manis kepada Raka.
"Hai, akhirnya kamu mau menyambangi rumah ku," Ucap Lala dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu berbunga-bunga saat melihat Raka berjalan mendekati dirinya.
"Kamu kangen dengan ku ya?" Ucap Lala seraya mengalungkan tangannya ke leher Raka, saat Raka menghentikan langkah kakinya tepat di depan wanita itu.
"Kamu ngomong apa tadi dengan Queen?" Tanya Raka dengan wajah yang dingin.
"Memang dia ngomong apa denganmu?" Tanya Lala seraya tersenyum.
"Lala, look," Raka melepaskan tangan Lala dari lehernya dan mencengkeram kedua bahu Lala.
"Ada apa Raka, kamu kok kasar sih?" Lala terlihat bingung dengan sikap Raka.
"La, aku mohon, jangan jadi pengganggu dalam hubungan ku dengan Queen. Hubungan kuta sudah benar-benar berakhir dan kita tidak lagi menjadi siapa-siapa setelah Jonathan meninggal dunia. Jadi, aku pinta kepadamu. Jauhi aku dan Queen. Aku akan menikahi dia dan boleh seorangpun yang mengganggu hubungan kami ataupun mengganggu kekasihku." Tegas Raka.
Lala mengerutkan keningnya dan menatap Raka dengan seksama.
"Raka, dengarkan aku, hubungan kita bisa diperbaiki. Kita bisa bersama-sama kembali Raka, kita bisa memberikan Jonathan adik, kita kembali lagi ya sayang..." Ucap Lala seraya berusaha memeluk Raka.
"Cukup Lala! Aku bahkan tidak memiliki secuil hati pun untuk kamu. Jangan pernah berharap lebih dengan ku. Hubungan kita berakhir, saat KAMU BERSELINGKUH DENGAN MAX. Paham?" Tegas Raka. Seraya menunjuk wajah Lala dengan telunjuk tangan kirinya.
"Raka..." Wajah Lala pun memerah menahan tangis dan rasa kesal yang sedang ia rasakan.
"Jaga jarak dariku, bila terjadi apa-apa dengan aku maupun Queen, kamu orang pertama yang akan aku buat menyesal!" Ancam Raka. Lalu, lelaki itu pun beranjak dari hadapan Lala.
Lala terdiam, dadanya terasa sesak. Ia masih sangat mencintai Raka, tetapi karena nyonya Amara, semua nya berantakan. Hingga ia memilih jalan yang salah dalam mengambil sebuah keputusan.
"Ini semua karena nenek lampir itu dan gadis bernama Queen!" Gumam Lala.
__ADS_1
Lala menatap mobil Raka yang beranjak meninggalkan kediaman nya. Lalu, ia meraih ponselnya dari dalam saku celananya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Halo, ada pekerjaan untuk kamu dan anak buah mu. Berapa pun yang kamu minta, katakan saja. Tidak menjadi masalah untuk ku, foto target akan aku kirim sebentar lagi," Ucapnya seraya tersenyum sinis.