365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
140# 266HMH (Kita harus bisa)


__ADS_3

Sejak pagi, udara di Kota Jakarta lumayan dingin. Hujan yang sejak semalam mengguyur Kota tersebut, tak kunjung berhenti. Tidak seperti biasanya, padahal saat ini adalah musim kemarau.


Dihari lamaran ini, Queen hanya dapat berdoa, semoga hujan yang tak kunjung berhenti ini, adalah sebagai tanda, bila hari ini adalah hari penuh keberkahan, kebahagiaan dan di lancarkan segala urusan nya dan Raka.


Queen yang masih berada di dalam kamar, melirik jam yang berada di meja nakas nya. Jarum jam menunjukan pukul sebelas siang. Sedangkan Raka berjanji akan datang ke kediaman nya pada pukul dua siang, setelah melaksanakan sholat Dzuhur.


Karena masih memiliki banyak waktu, Queen pun memilih untuk bermalas-malasan di balik selimutnya. Ia menatap ke luar jendela, menatap satu persatu air hujan yang menetes dari atap rumahnya. Ia tersenyum sendiri membayangkan Raka datang bersama dengan keluarganya untuk meminang dirinya.


Queen menatap cincin yang diberikan oleh Raka. Ia mengusap cincin itu dengan lembut. Beberapa tahun lalu, ia juga pernah merasakan hal yang sama. Menunggu kedatangan Antoni dan keluarganya untuk meminang dirinya.


Angan Queen pun melayang ke beberapa tahun yang lalu...


Pagi itu, Queen sudah tampak cantik dengan kebaya rancangan Tante Rara yang sudah melekat di tubuhnya yang indah. Kebaya brukat berwarna salem, dan kain jarik berwarna cokelat tua, tampak begitu serasi dengan warna kulitnya.


Seorang penata rias dan juga penata rambut juga baru saja selesai melaksanakan tugas mereka. Mereka pun membereskan semua peralatan make-up dan alat-alat lain nya yang berserakan di atas meja rias milik Queen. Sedangkan Queen, menatap kagum bayangan dirinya di pantulan cermin meja riasnya.


Senyum bahagia selalu menghiasi sudut bibirnya. Karena, sebentar lagi ia akan menjadi tunangan Antoni, dan satu tahun kemudian, ia akan resmi menjadi nyonya Antoni. Angan Queen pun sudah melayang jauh, berkhayal tentang hidup yang bahagia, memiliki anak-anak yang lucu, cerdas dan sehat, bersama dengan Antoni. Saking asiknya berkhayal, Queen tampak terus tersenyum sendiri. Membuat siapa saja yang melihat dirinya, turut merasakan kebahagiaan gadis itu.


Bunda yang baru saja datang ke kamar Queen, menatap anak gadisnya yang sedang tersenyum sendiri. Dengan perlahan, ia menghampiri Queen dan mengusap lembut pundak Queen yang sedang berkhayal.

__ADS_1


"Sayang..." Sapa Bunda.


Queen terperanjat dan menoleh menatap Bunda. Lalu, ia terlihat salah tingkah, karena ia tahu, Bunda pasti melihat dirinya yang tersenyum sendiri karena asik berkhayal.


"Ya Bun," Sahut Queen dengan rona merah di pipinya.


"Kamu bahagia ya," Tanya Bunda seraya duduk di pinggir ranjang.


Queen memutar kursi meja riasnya dan menatap Bunda dengan seksama. Lalu, ia tersenyum malu-malu.


"Bunda juga sangat bahagia," Ucap Bunda.


Begitu banyak doa dan harapan yang Bunda panjatkan untuk Queen. Agar, pertunangan itu menjadi langkah awal kebahagiaan putrinya, Queen. Dengan antusias, Queen mengaminkan segala doa dan harapan Bunda untuk dirinya.


Sambil menunggu kehadiran Antoni dan keluarganya, Queen pun berinisiatif untuk sarapan terlebih dahulu. Karena ia tidak sempat untuk sarapan bersama dengan keluarganya tadi, karena penata rias dan penata rambut sudah datang, dan ia lebih memilih untuk dirias saja terlebih dahulu.


Saat Queen turun ke lantai dasar, Queen sempat akan terjatuh. Kain yang ia kenakan terinjak oleh sepatu hak tingginya. Kain itu pun sobek di bagian tepi bawah. Meskipun tidak begitu terlihat, Queen sempat mempunyai firasat yang tidak enak. Tetapi, Bunda mencoba membesarkan hati Queen. Bila itu semua hanya kebetulan saja.


Queen pun sedikit merasa tenang, dan mulai mempercayai sugesti yang diberikan oleh Bundanya. Ia pun menyantap soto buatan Bunda untuk sarapan paginya. Mungkin, karena Queen tidak berhati-hati, mangkuk soto itu pun tersenggol, dan kuah soto menodai kebaya tunangan nya. Sontak saja Queen merasa panik. Bahkan, ia menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Feeling nya pun mulai semakin tidak enak. Karena sebentar lagi Antoni dan keluarganya akan datang, kebaya itu pun tidak akan sempat untuk di cuci. Akhirnya, Queen memakai kebaya milik Bunda. Kebaya lawas Bunda saat Bunda menikahi Ayah Andra. Beruntung, kebaya berwarna broken white itu sangat pas di tubuh Queen.


Saat Queen berganti pakaian, Antoni dan keluarganya pun tiba. Mereka sempat menunggu hampir satu jam, yang membuat Ibu Antoni sedikit mengeluhkan Queen yang tidak menghargai kedatangan mereka. Beruntung, Antoni berhasil membuat Ibunya sedikit tenang, setelah mengatakan bila memang terjadi kesalahan saat Queen sarapan tadi.


Satu jam kemudian, acara pertunangan Queen dan Antoni pun dilaksanakan. Beruntung, tidak ada kendala apa pun saat itu. Mereka pun resmi setingkat lebih serius dalam hubungan mereka.


Tetapi, mau tidak mau, firasat itu membuat Queen merasa dihantui. Bukan ia tidak percaya dengan kebesaran Tuhan, hanya saja ia merasa dirinya dan Antoni akan mengalami kendala, saat menuju hari bahagia mereka. Dan benar saja, Athar kecelakaan dan terjadi salah paham antara dirinya dan Antoni.


Sebenarnya ada sebabnya mengapa Queen langsung memilih untuk menyudahi hubungan mereka. Bukan juga karena Queen tidak sabar dan tidak mengerti keadaan Antoni. Dalam menjalani hubungan dengan Antoni, Ibunya Antoni selalu ikut campur. Walaupun sebenarnya ia sangat mencintai Antoni, tetapi tekanan itu sempat membuat dirinya mulai berpikir ulang masalah hubungan mereka.


Tidak hanya sampai disitu, memiliki hubungan, ada baiknya memelihara tenggang rasa. Harusnya pihak keluarga Antoni maklum, bila keluarga Queen sedang mendapatkan musibah. Bahkan, ini menyangkut masalah nyawa adiknya.


Saat itu Athar masih koma dan Queen membicarakan masalah ditundanya pernikahan mereka.


Walaupun mendapatkan penolakan, Queen masih bertahan dengan Antoni. Ia hanya bisa berharap, bila Athar bangun dari koma, semua akan baik-baik saja dan pernikahan nya bisa dilaksanakan karena Athar akan sembuh. Tetapi, takdir berkata lain, ternyata Athar bangun dalam keadaan lumpuh. Tentu saja Queen meminta lagi waktu kepada Antoni. Sayangnya, keluarga Antoni dan Antoni terus bersikeras untuk melangsungkan pernikahan. Disitulah rasa respect Queen hilang.


Namun, itu semua sudah menjadi bagian cerita masa lalunya dengan Antoni. Walaupun awalnya dirinya masih merasa belum bisa move-on dari lelaki itu. Tetapi, kehadiran Raka membuat segalanya mampu ia jalani. Raka lah orang yang bisa membuat dirinya lupa terhadap Antoni. Ditambah kasus dirinya dengan Antoni yang berniat merampas keperawanan dirinya. Rasa yang tersisa kepada lelaki itu pun menghilang tak tersisa.


Karena Raka lah, kini hidupnya lebih berwarna. Queen pun berharap, kali ini, dirinya jangan sampai gagal. Ia harus berhasil melewati ini semua.

__ADS_1


"Raka, kita harus bisa," Gumam nya.


__ADS_2