365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
89# 301HMH (Baper yang sangat menyiksa)


__ADS_3

Hari ke enam, sejak Queen tiba di Maldives. Yang berarti menjadi malam terakhir nya berada di pulau Vaadhoo. Sejak kemarin, Raka selalu berada di cottage Queen. Ia menjaga Queen yang banyak mengalami keluhan saat hari pertama dan hari kedua haid nya. Raka hanya kembali ke cottage nya hanya untuk beristirahat tidur. Bahkan, ia kembali ke cottage nya pun harus menunggu Queen tertidur terlebih dahulu.


Liburan kali ini, banyak cerita yang tercipta. Raka dan Queen menjadi semakin saling mengenal. Sifat dan sikap Raka semakin Queen pahami. Tak jarang, Queen tersenyum sendiri saat mengingat betapa Raka memperlakukan dirinya bagaikan seorang Ratu. Lelaki setampan dan sekelas Raka! Apakah itu mungkin?


Mungkin saja bagi Queen, karena Queen selalu membuat lelaki itu penasaran. Queen yang jinak-jinak merpati membuat Raka semakin menggila. Kemarin, saat mereka sedang sarapan bersama, Queen mengusap bibir Raka yang terkena ceceran selai kacang. Hal itu tentu saja membuat Raka terlihat salah tingkah dan diam-diam bergairah. Hanya saja, ia harus menahan segala hasrat nya demi menjaga kehormatan gadis yang ia dambakan itu.


Sore harinya, Queen yang sedang meringkuk di atas ranjang. Terlihat meringis dan hampir menangis. Karena rasa sakit dan keram yang sedang ia rasakan. Raka pun membantu Queen menyiapkan kompres untuk diletakkan di perut Queen.


"Terima kasih ya," Ucap Queen seraya meraih kompres itu dan menyelipkan nya di balik kaos nya.


"Sama-sama sayang," Ucap Raka seraya tersenyum manis.


Mendadak darah Queen berdesir, jantung nya berdegup kencang dan pipinya memerah.


Saling membuat baper.. kalau kata anak jaman sekarang. Mereka terlihat saling berlomba untuk melelehkan hati. Tetapi, bila Raka membahas masalah hubungan mereka, Queen selalu menghindari dengan mengalihkan topik. Sabar, hanya itu yang harus Raka jalani.


Siang ini, Raka menatap Queen yang sedang bermalas-malasan di atas jaring yang menjorok di atas laut. Gadis itu sedang membaca novel favoritnya dan tubuhnya tertutupi selimut berwarna putih.


Raka tersenyum dan membidik Queen dengan mata kameranya. Queen yang menyadari Raka mencuri fotonya pun tersenyum kepada Raka. Lalu, ia mengangkat dua jarinya dan tersenyum lebar. Melihat hal itu, Raka kembali membidik Queen dengan mata kameranya. Lalu, ia menghampiri Queen dan berjongkok di tepi jaring.


"Malam terakhir, mau makan malam denganku?" Ucap Raka seraya menatap Queen dengan tatapan penuh harap.


Queen melirik dada bidang milik Raka yang mengintip di balik kemeja putih lelaki itu. Lalu, ia mengalihkan pandangannya.


"Mau ya.."


Queen kembali melirik lelaki tampan itu dan tersenyum, lalu mengangguk.


"Sudah gak sakit kan?" Tanya Raka lagi.


"Sudah mendingan kok," Sahut Queen yang kembali menatap deretan huruf yang tersusun di lembar halaman novel yang sedang ia baca.


"Ya sudah, aku kembali ke cottage ku ya," Ucap Raka seraya beranjak dari tepi jaring itu.


"Kok pergi sih..."


Raka menatap Queen yang memasang wajah imut dengan puppies' eyes nya.


"Terus aku mau ngapain disini?"


Queen menatap Raka dan mengerutkan dagunya.


"Kan, ngambek..." Raka menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan beranjak duduk di kursi rotan yang berada di depan jaring tersebut.

__ADS_1


"Siapa yang ngambek, enggak kok," Ucap Queen seraya memasang wajah yang terlihat sedih serta memajukan bibir bawahnya.


"Gini saja, aku boleh bergabung dengan kamu. Ikut rebahan gitu di samping kamu."


"Enggak!" Tegas Queen seraya melotot kepada Raka.


"Terus, aku nungguin orang yang sedang membaca novel?" Tanya nya lagi.


"Raka, aku sedang haid loh. Jadi sensitif gitu. Kamu mau aku marah?" Tanya Queen.


"Eh, enggak... engak..." Raka menggelengkan kepalanya.


Diam-diam Queen tersenyum saat melihat Raka yang terlihat panik.


"Bantuin dong.." Queen mengulurkan kedua tangan nya, meminta Raka membantu dirinya untuk keluar dari jaring tersebut.


Raka beranjak dari duduknya dan meraih tangan Queen.


"Kesempatan nih!" Batin Raka.


Raka berpura-pura tergelincir hingga tubuhnya condong ke arah jaring. Queen yang sedang berpegang kepada Raka pun, ikut terjatuh seiring tubuh Raka yang terjatuh di atas jaring tersebut.


Tubuh Raka terjatuh tepat di atas tubuh Queen. Raka mulai berkhayal tentang adegan romantis seperti di film-film bergenre romantis yang pernah ia tonton.


"Ih!" Queen mendorong tubuh Raka hingga lelaki itu terjatuh di samping nya.


"Mesuuuummmm!" Pekik Queen.


Raka menelan salivanya dan hanya bisa menatap Queen yang merangkak menuju ke tepi jaring itu.


"Queen, aku tergelincir loh," Ucap Raka yang bergegas menyusul Queen.


"Mesummmm!" Pekik Queen lagi.


"Ih... gak bisa di biarin nih cewek!" Raka menarik kaki Queen dan menggelitik telapak kaki gadis itu.


"Raka! Geliiii tau..!" Queen berusaha untuk melepaskan kakinya dari cengkraman tangan Raka seraya terus tertawa geli.


"Bodo amat!" Ucap Raka yang terus menggelitik telapak kaki Queen.


"Raka geli!" Queen memberontak hingga tidak sengaja kakinya mendarat di telur kembar milik Raka.


"Arrrrrgggghhhh.... Ibuuuu...!" Pekik Raka seraya meringkuk menahan sakit.

__ADS_1


Seketika, Queen terperangah melihat reaksi Raka yang hampir saja menangis menahan sakit.


"Raka..." Queen mencoba mendekati Raka.


"Aduhhh.. butuh di sayang ini di elussss-elusssss aduhh...! Sakit sekali hingga aku tidak bisa bernafas!" Ucap Raka yang memang terlihat seperti orang yang sedang sulit bernafas. Wajahnya memerah dan ia terus menutupi bagian sensitifnya dengan kedua tangan nya.


"Di kompres ya... aduh.. gimana? Coba kamu nyebur ke laut. Barang kali sembuh.." Ucap Queen.


"Aduhhh!"


"Nyebur ya Raka," Ucap Queen seraya menggulingkan tubuh Raka ke tepi jaring.


"Eh... eh... apaan nih.. Queen..!"


"Biar sembuh kena air garam gitu.. Katanya air laut itu obat segala macam penyakit loh. Itu sih kata nenek ku," Ucap Queen yang terlihat sangat bersemangat saat menggulingkan Raka.


"Queeennnnn!"


Jeburrrrrrrr...!


Queen melongok dari atas jaring dan menatap Raka yang sedang mengusap wajah nya saat baru saja wajahnya menyembul keluar dari air.


"Aku tahu kamu modus!" Ucap Queen seraya mengibaskan rambutnya. Lalu, ia tertawa puas seraya masuk kedalam cottage.


Raka terdiam dan menghela nafas panjang.


"Ya Allah... begini amat ini cewek!" Ucap nya seraya berusaha berenang mendekati tangga untuk menuju ke atas.


Tubuh Raka basah kuyup, ia berjalan di tepi kolam, lalu membuka kemeja nya yang basah dan memeras nya hingga tidak meneteskan air lagi.


"Queen..." Panggil nya seraya sesekali bersin.


Queen muncul dari dalam dengan membawakan handuk untuk Raka. Lalu, ia tersenyum licik dan menjulurkan lidahnya kearah Raka.


"Jangan main-main sama aku! Apa lagi modus!" Ancam Queen.


Raka tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.


"Pegang kata-kata ku ya.. kalau kita berjodoh. Aku kamu yang bakal meminta aku untuk bermain-main dan modus dengan mu." Ucap Raka seraya menyambar handuk dari tangan Queen, dan tersenyum manis saat melintas di hadapan gadis itu.


Queen terdiam, ia terpaku menatap senyum sekilas Raka yang sambil berlalu dihadapan nya. Lalu, ia menatap punggung lelaki itu yang sangat menarik, saat Raka hendak keluar dari cottage Queen. Jantung Queen kembali berdegup kencang. Ia mengigit bibirnya dan mulai memejamkan kedua matanya.


"Coba elu suami gue. Saat ini pasti sangat romantis sekali. Duuhhh... sebenarnya tadi kepengen gue kecup itu bibir.. sayangnya... oh sayangnya... Sungguh baper ini sangat menyiksa jiwa dan raga!" Batin Queen yang mulai terlihat uring-uringan.

__ADS_1


__ADS_2