
Raka tercengang saat Queen menjelaskan maksud dari dirinya meminta Raka memakai kemeja putih. Bukan karena Queen begitu bergairah melihat Raka memakai baju putih, melainkan karena Queen merasa di teror dengan pikiran nya tentang mimpinya bersama Tika.
"Astaghfirullah," Ucap Raka seraya mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan nya.
"Seriusan?" Tanya nya sekali lagi kepada Queen.
Queen mengangguk dan masih sesekali terbatuk, karena rasa saos black paper dan daging yang membuat tenggorokan nya merasa perih.
"Beneran?" Tanya Raka lagi.
"Iyaaa.." Queen meraih botol minuman dan meneguk airnya dengan perlahan.
"Ya Allah.. aku mikir apa," Raka terlihat benar-benar merasa malu.
"Lagian, kamu itu ya... masa mikirnya yang enggak-enggak gitu sih?" Tanya Queen.
"Ya wajar lah sayang... aku kan laki-laki. Duh.. malah yang lain sudah di buang."
Queen tertawa geli dan menggelengkan kepalanya.
"Lagian kamu sih, ngasih tahu gak ngomong alasan nya apa. Aku kan sebagai pasangan mu, pasti ingin kamu bahagia. Jadi, aku turuti semua keinginan kamu."
"Bahagia atau mikir yang enggak-enggak?" Tanya Queen dengan sorot mata yang meledek.
"Dua-duanya sih," Raka mengulum senyumnya dan mencubit pipi Queen.
"Ugh.. gemessssss.." Ucap Raka.
"Ih..!" Queen menepis tangan Raka dari pipinya dan menatap lelaki itu dengan tatapan sebal.
"Kenapa sih, laki-laki itu begitu. Apa pikiran nya hanya tentang begituan doang?" Tanya Queen penasaran..
Raka menatap Queen dan tersenyum jahil.
"Ya kalau gak mikir begituan, ya gak normal lah."
"Iya tahu, tapi kan apa gak gimana gitu?" Ucap Queen.
"Ya enggak, memang begitu." Sahut Raka.
"Apa lagi, dengan calon istri ku yang luar biasa sexy...." Ucap Raka yang kembali mendekatkan wajahnya ke hadapan Queen.
Queen terlihat salah tingkah dan menghindari Raka.
"Aku bilang Ayah loh ya..."
"Eh... jangan.. nanti aku di dorrrrr..! Kalau aku mati gimana?" Ucap Raka seraya mengerutkan dagunya.
Queen tertawa geli dan mengusap pipi Raka.
"Sabar ya, kita pasti bisa melalui semuanya. Tanpa harus DP duluan," Ucap Queen dengan senyuman jahilnya.
"Ya sabarrr... sabarrr..." Raka mengusap dadanya perlahan.
Brakkkkkkk!
"Kakak..!"
Queen dan Raka terkejut. Queen buru-buru menyingkirkan tangan nya dari pipi Raka.
"Kimmy!" Queen terperangah saat melihat adik iparnya yang tiba-tiba masuk keruangan nya.
Kimmy menyipitkan matanya dan menatap kedua insan yang sedang manuk kepayang itu.
"Hayoooo... ngapaiiiinn.." Ucap Kimmy dengan gaya ala Ibu-Ibu tukang gosip.
"Apaan sih, gak ngapa-ngapain kok," Ucap Queen yang terlihat salah tingkah.
__ADS_1
"Masa sih...." Kimmy mendekati Queen dan Raka.
"Beneran..!" Queen bergeser sedikit dari samping Raka.
Kimmy yang jahil pun beranjak duduk diantara mereka berdua.
"Mas Raka! Awas kalau macam-macam!" Ucap Kimmy seraya mengepal tangan nya di hadapan Raka.
"Ih, orang gak ngapa-ngapain kok," Ucap Raka, lalu ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu ngapain?" Tanya Queen sambil berpura-pura membereskan bekas bungkus makanan dirinya dan Raka yang berantakan di atas meja.
"Hmmm, jadi begini... Aku telat haid. Mau mengajak Athar ke dokter, aku malu..." Ucap Kimmy dengan pipinya yang mulai merona.
"Hah! Masa sih? Mual gak? Pusing? Atau lemas?" Tanya Queen seraya menempelkan punggung tangan nya ke dahi Kimmy.
"Enggak sih kak, cuma rasanya badan agak gimana gitu." Sahut Kimmy.
"Terus?"
"Ya... Kimmy sih kepengen ngajak kakak ke dokter kandungan," Ucap Kimmy seraya tersenyum dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.
"Ohhh... ya sudah ayo.." Ucap Queen dengan bersemangat.
"Mas Raka gimana?" Tanya Kimmy seraya melirik Raka yang terlihat salah tingkah.
"Aku kembali ke kantor saja," Ucap Raka, seraya menyambar jas nya yang ia taruh di senderan sofa.
"Ikut saja sih," Ucap Queen dengan sorot mata yang memohon.
Raka mengangkat kedua alisnya dan menatap Queen dan Kimmy.
"Sekalian belajar, kalau kelak jadi Ayah," Sambung Queen sambil tersenyum jahil.
Raka terlihat malu-malu, sedangkan Kimmy mencebikkan bibirnya.
"Pakai mobilku saja." Ucap Raka.
Kimmy tersenyum dan beranjak dari duduknya.
"Let's go..!"
Mereka pun bergegas pergi meninggalkan butik tersebut dan menuju ke dokter kandungan.
Hampir satu jam kemudian, mereka bertiga sudah sampai di rumah sakit. Mereka bertiga pun memasuki lobby rumah sakit, dan mendaftar ke klinik kandungan.
Seorang administrator, menatap mereka bertiga.
"Selamat siang, mau memeriksa apa Bu?" Tanya administrator tersebut kepada Kimmy yang sedang beranjak duduk di depan administrator tersebut.
"Mau memeriksa kandungan," Ucap Kimmy dengan bersemangat.
Administrator tersebut terus melirik ke arah Raka dan Queen.
"Kehamilan pertama?"
"Sebenarnya belum tahu hamil sih, soalnya baru telat," Ucap Kimmy.
"Oh," Sahut administrator tersebut.
Setelah mengisi data-data, Kimmy pun membayar sejumlah uang untuk administrasi dan biaya dokter. Lalu, mereka pun beranjak ke depan ruang praktek dokter kandungan.
"Tatapan nya aneh begitu sih," Gumam Queen seraya melirik administrator yang terus menatap mereka.
"Sssttt, sepertinya itu poligami ya. Enak jadi orang ganteng dan kaya, punya istri dua, dua-duanya cantik lagi." Bisik administrator tersebut kepada rekan kerjanya.
Rekan kerjanya pun melirik kearah Queen, Kimmy dan Athar.
__ADS_1
"Rata-rata orang poligami, gak bisa seperti itu. Memang uang mendamaikan segalanya," Celetuk seorang lagi.
Queen pun baru tersadar, ia melihat Kimmy dan Raka. Lalu, ide gila pun hinggap di otak nya.
"Kim, gandeng Mas Raka di sebelah kiri, Kakak gandeng di sebelah kanan," Ucap Queen.
"Hah?" Kimmy yang tidak mengerti pun terlihat bingung.
"Buruan!"
Dengan Ragu, Kimmy menggandeng Raka di sisi kiri, sedangkan Queen di sisi kanan.
Tidak hanya para petugas yang salah fokus dengan mereka, para pasien pun terheran-heran melihat kelakuan mereka.
"Ada apa sih?" Raka terlihat canggung saat Kimmy menggandeng tangan nya.
"Sudah, nurut saja, mana tahu kita viral," Ucap Queen seraya tertawa geli.
Kimmy menyadari maksud dari kakak iparnya dan ia mulai melihat kesekeliling nya.
"Ahhh... mereka kira kita keluarga poligami yang bahagia. Duh senangnya..." Ucap Kimmy.
Raka terlihat bingung dan ikut melihat ke sekeliling nya.
"Ya Allah.., kalian ini.." Raka menggelengkan kepalanya dan merasa calon istrinya dan calon adik iparnya begitu gila.
Kimmy dan Queen tertawa jahil.
"Dosa tahu, bikin mereka berpikir yang enggak-enggak," Ucap Raka.
"Biarin, tanpa kita begini juga mereka berpikir yang enggak-enggak!" Ucap Queen.
Raka menghela nafas panjang dan menggelengkan kepalanya.
"Masuk kedalam keluarga ini benar-benar lama-lama aku bisa ikutan aneh," Ucap Raka.
"Loh Mas, kalau gak aneh, justru mas di anggap orang aneh di keluarga kami. Jadi, Mas Raka harus aneh ya.... Biar awet sama kita. Soalnya kita-kita ini hanya akur sama orang yang aneh, sedikit gila dan bar-bar, Ok?" Ucap Kimmy.
Raka kembali menggelengkan kepalanya.
"Memang begitu?" Tanya Raka kepada Queen.
"Ho oh," Queen mengangguk dan tertawa geli.
"Kenapa gitu?" Tanya nya penasaran.
"Ih, kamu mah, keluarga kita itu orang nya gak kaku kayak kanebo kering," Ucap Queen.
"Maksudnya?" Tanya Raka seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia masih belum mengerti.
"Jadi begini Mas, kita kalau sudah jadi keluarga itu gak ada jaim-jaim deh! Asal, masih dalam koridor saling menghargai. Kita semua asik kok orangnya. Apa lagi Bunda dan Mama ku," Ucap Kimmy.
"Memang kenapa Bunda dan Mama kamu?" Tanya Raka lagi.
"Bunda sama Mama sama edan nya!" Ucap Kimmy.
"Hust..! Mertua sama Mama sendiri dikatain edan!" Ucap Raka.
"Dihhh... dia belum tahu kak!" Ucap Kimmy.
"Edan kayak kalian berdua ya?" Tanya Raka.
Kimmy dan Queen terdiam, dan menatap Raka dengan seksama.
"Lebih edan!" Sahut Queen dan Kimmy secara bersamaan.
Raka tampak terkejut dan menggelengkan kepalanya. Sedangkan Kimmy dan Queen ketawa cekikikan, dan orang sekitar masih terus memandang mereka dengan tatapan yang aneh.
__ADS_1