365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
150# 30HMH ( I love you kekasihku)


__ADS_3

Tok! Tok! Tok!


Terdengar ketukan dari pintu luar ruangan Queen.


"Masuk,". Ucap Queen seraya menatap ke arah pintu ruangan nya. Terlihat Sasa, gadis yang bekerja di team produksi butik Queen, beranjak masuk seraya tersenyum semringah.


"Bu, gaun nya sudah jadi. Apa Ibu mau melihatnya sekarang?" Tanya Sasa.


"Oh ya? Semua udah di berikan mutiara, kristal dan payetnya?" Tanya Queen dengan antusias.


"Sudah Bu. Silahkan Ibu lihat Bu, agar bila ada kekurangan, bisa langsung kami perbaiki," Ucap Sasa.


"Ok,"


Queen pun beranjak dari duduknya dan bergegas mengikuti Sasa keruang produksi.


Setibanya di sana, Queen tertegun dan tampak puas dengan gaun pernikahan miliknya tersebut.


"Sasa!"


"Ya Bu.." Sasa terlihat grogi dan menatap Queen dengan perasaan takut, bila dirinya ada berbuat kesalahan pada gaun Queen.


"Ini keren banget!" Ucap Queen seraya melangkah mendekati gaun nya dan mengusap gaun itu dengan lembut.


"Kalian yang ada di team produksi, akan menerima kenaikan gaji mulai bulan depan ok?"


"Alhamdulillah Bu!" Seru mereka semua yang berada di dalam ruangan produksi.


"Terima kasih sudah bekerja keras selama ini dan melakukan yang terbaik untuk butik ini dan saya. Maafkan bila saya selalu bawel dalam permintaan untuk segera menyelesaikan Orderan, serta permintaan saya untuk menyelesaikan gaun dan seragam keluarga saya saat orderan lagi ramai. Kalian luar biasa." Ucap Queen dengan sorot mata yang penuh rasa syukur dan berterima kasih.


"Tidak apa-apa Bu, kami sebagai pegawai Ibu, juga merasa senang dapat bekerja di butik Ibu. Ibu orang baik yang tidak bisa kami temui pada Boss yang lain nya Bu. Kami semua akan mempersembahkan yang terbaik buat Ibu. Karena kami menyayangi Ibu Queen," Ucap semua karyawan yang berada di ruang produksi itu.


Air mata Queen meleleh di pipinya. Lalu, ia pun segera memeluk satu persatu para karyawan nya yang telah berjasa untuk membuat butik miliknya tetap hidup dan dikenal dengan baik di mata para pelanggan nya.


Suasana haru tidak dapat mereka hindari. Mereka pun menangis bersama, mengingat betapa berharganya kebersamaan mereka di butik itu.


...


Queen yang baru saja kembali dari ruang produksi, pun bergegas untuk segera mengambil ponselnya yang berada di saku blazer miliknya. Setelah mendapatkan ponselnya, Queen segera menghubungi Raka dengan raut wajah yang tampak begitu bersemangat.


"Halo sayang," Sapa Queen saat panggilan nya baru saja diangkat oleh Raka.


"Ya sayang," Sahut Raka, dengan setengah berbisik.


"Kok bisik-bisik?" Tanya Queen.


"Aku lagi meeting," Ucap Raka yang kembali berbisik.


"Oh, sorry.... ya sudah nanti saja, aku mengganggu soal nya,"


"Ada apa? Tidak apa-apa," Ucap Raka.


"Aku cuma mau bilang, kalau gaun ku sudah selesai. Baju seragam keluarga juga sudah selesai. Kamu kesini ya, tapi nanti setelah meeting. Sekalian kamu lihat gaun pengantin ku, akan aku ceritakan filosofi nya. Oh iya, sekalian jemput seragam keluarga kamu dan baju pengantin kamu," Ucap Queen.

__ADS_1


"Wah.. siap Boss," Sahut Raka.


"Ok, aku tunggu ya.


"Siap.."


Panggilan itu pun berakhir.


..


30 hari lagi, Queen akan resmi menjadi nyonya Raka. Queen akan siap menjalani hidup dengan lelaki yang sangat ia cintai itu. Berbagi kisah dan cerita yang indah. 30 hari lagi.... Queen tidak sabar menunggu waktu itu datang.


Queen tersenyum menatap foto pertunangan dirinya dengan Raka, yang ia bingkai dan ia taruh di atas meja kerjanya. Senyum bahagia merek di antara mereka berdua, dan di abadikan menjadi sebuah foto yang indah itu.


"Bismillah ya sayang," Gumam Queen seraya mengusap foto tersebut.


Tepat pukul 12 siang, Raka pun tiba di butik Queen. Seperti biasa, lelaki itu langsung menemui Queen di ruangan nya. Para karyawan pun mencoba menyapa Raka dengan ramah. Mereka sudah cukup mengenal Raka, karena sejak Queen bertunangan dengan Raka, lelaki itu semakin sering mengunjungi Queen di butik itu.


"Hai sayang," Raka yang baru saja membuka pintu ruangan Queen. bergegas masuk kedalam ruangan itu.


"Hai," Sahut Queen dengan wajah yang begitu bersemangat.


"Sudah makan siang?" Tanya Raka.


Queen menggelengkan kepalanya dan berjalan mendekati Raka.


"Kita makan siang setelah kamu melihat gaun nya ya..." Ucap Queen.


Raka tersenyum dan mengangguk,


"Hmmm..." Queen memutar bola matanya dan tampak sedang berpikir.


"Di pakai ya, aku mau lihat... please.."


"Hmmm, gak surprise saja ya pas hari H?" Tanya Queen.


Raka memasang duck face dan menatap Queen dengan sorot mata hang kecewa.


"Iyaaaa... iyaaaa... ayo ikut aku.." Ucap Queen seraya menarik tangan Raka ke arah ruang ganti.


Setibanya mereka diruang ganti, Raka diberikan baju pengantin yang akan ia pakai saat Ijab Kabul, serta Jas yang akan ia pakai pada acara pesta pernikahan dirinya dengan Queen.


Raka pun tampak bersemangat. Ia pun bergegas untuk mencoba baju pengantin nya di ruang ganti. Sedangkan Queen sudah berada di ruang ganti yang lain, dan sedang memakai gaun pengantin nya, dibantu oleh Sasa.


Setelah beberapa menit kemudian, Raka sudah berdiri dibalik layar dimana di dalam nya Queen sudah berdiri dengan gaun pengantin nya.


"Sudah siap Pak, Bu?" Tanya Sasa seraya bersiap untuk membuka layar tersebut.


Raka dan Queen mengangguk dan terlihat gugup.


Sasa buru-buru menyingkap layar. Kini, layar itu pun tergulung ke atas. Terlihat Raka dan Queen saling bertatapan. Raut wajah kagum terlihat jelas di wajah Raka.


Sasa pun beranjak meninggalkan mereka berdua dan menutup ruang show tersebut.

__ADS_1


"Queen.." Ucap Raka seraya mendekati calon istrinya itu.


Queen tersenyum dan dirinya pun tampak terkagum-kagum melihat Raka dengan Jas nya.


Raka memeluk pinggang Queen, seraya menelan salivanya. Ia tampak grogi dan benar-benar merasa haru saat melihat Queen dengan balutan gaun yang tampak luar biasa itu.


"Kamu sangat cantik," Ucap Raka tanpa sekalipun mengalihkan pandangan nya, dari wajah Queen.


Queen tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Raka.


"Terima kasih calon suami," Ucap Queen.


Jantung Raka berdegup kencang. Baru kali ini Queen dengan sadar mau mengalungkan tangan nya ke leher Raka.


"Katanya, ada filosofi nya, apa?" Tanya Raka dengan suara yang terdengar pelan, namun terkesan romantis.


"Kamu lihat?" Queen melepaskan tangan nya dari leher Raka dan beranjak menuju ke cermin besar yang ada di belakang nya.


"Rok ini mirip seperti ekor duyung. Seolah, aku adalah seekor duyung yang berada di laut lepas. Yang berusaha mengarungi samudera hanya untuk mencari pujaan hati ku," Ucap Queen.


Raka menahan tawanya, ia ingin sekali tertawa keras, karena Queen yang tampak bucin dimatanya.


"Bahan licin sutra yang berwarna putih ini, melambangkan mulusnya hubungan kita."


Raka terus tersenyum, mendengarkan setiap kata cinta yang tidak sengaja di ucapkan Queen.


"Sebenarnya kamu sebucin itu ya sama aku Queen," Gumam Raka.


"Disini ada tiga ratus enam puluh lima buah mutiara. Yang melambangkan jumlah hari yang kita lewati hingga kita resmi menjadi sepasang suami istri."


Raka mulai terdiam, ternyata filosofi yang Queen katakan syarat dengan perjuangan mereka berdua.


"Dan disini, ada sembilan puluh sembilan buah kristal. Yang melambangkan, lamanya kita dekat hingga kita berhasil untuk setingkat lebih serius. Yaitu bertunangan." Ucap Queen seraya menunjuk bagian tubuh gaun itu.


"Dan di bagian kerah nya, ini menghormati Ibumu dan leluhur mu yang berasal dari Korea dan juga, ciuman pertama kita di Korea," Ucap Queen malu-malu.


Raka tersenyum dan menghampiri Queen. Ia merangkul Queen dan ikut menatap diri Queen dari pantulan kaca besar di ruangan itu.


"Terus?" Tanya Raka lagi.


"Kamu lihat ada ribuan payet disini?" Tanya Queen. Seraya memutar tubuhnya, hingga kini ia berdiri dihadapan kekasihnya itu.


"Iya," Sahut Raka.


"Raka, mungkin selama ini aku terlihat acuh dan terlalu menjaga jarak denganmu. Tetapi, tahukah kamu, aku orang yang sangat sulit mengungkapkan perasaan ku. Hari ini, aku ingin mengatakan kepadamu, kalau aku sangat mencintaimu. Sangat bahagia menjalani hari denganmu." Queen menatap Raka dengan tatapan yang terlihat serius. Hingga membuat pipi Raka mulai memerah.


"Payet ini berjumlah ribuan, aku berharap. Kita bisa melewati ribuan hari untuk hidup bersama. Hingga maut memisahkan kita. Raka, aku sangat mencintaimu. Kamu sangat berarti untuk aku," Ucap Queen.


"Tidak ada kata yang bisa aku ucapkan Queen. Aku sangat tersanjung," Ucap Raka seraya memeluk Queen dan mengecup kening kekasihnya itu.


Perasaan haru, bahagia serta tersanjung menjadi satu. Baru kali ini Queen begitu jujur mengungkapkan isi hatinya kepada Raka. Yang membuat Raka semakin yakin untuk menghabiskan sisa umur nya dengan Queen.


"Mari kita lewati ribuan hari kuta dengan penuh cinta. I love you kekasihku.." Ucap Raka.

__ADS_1


..


"Ungkapan lah perasaan, selagi orang yang kamu cintai masih disamping mu" -De'rini-


__ADS_2