365 Hari Menuju Halal

365 Hari Menuju Halal
139# Kemeja putih


__ADS_3

Queen menghela nafas lega saat ia berada di dalam mobilnya. Dengan kecepatan sedang, Queen melajukan kemudinya seraya menyalakan musik favoritnya. Setelah mendengarkan musik favoritnya, Queen pun mulai teringat dengan Tika. Tika pun sangat menyukai lagu tersebut. Queen kembali merasa merinding dan langsung mematikan musik tersebut.


Queen pun menepikan mobilnya ke sisi kiri jalan dan menjatuhkan kepalanya di atas kemudi.


"Ya Allah Tik... gara-gara mimpi elu, gue kok jadi parno sama elu." Gumam Queen.


Queen mengangkat wajahnya dan menatap lurus kedepan. Suasana jalan begitu ramai dan lancar. Lalu, ia pun berusaha tenang dan menghela nafas panjang. Mencoba untuk meyakinkan dirinya bila dirinya akan baik-baik saja.


Queen pun mulai melajukan kembali mobil baru nya itu, hadiah dari calon suaminya, Raka. Tetapi, Baru saja beberapa meter Queen mengendarai mobilnya, ia pun kembali menepikan mobilnya. Queen merasa tidak fokus saat berkendara. Ia mengusap wajahnya dan menatap kedepan. Lalu, matanya terfokus dengan plang cafe milik Athar, adiknya.


"Ngopi saja kali ya," Gumam Queen seraya menelan salivanya. Lalu, dengan perlahan, Queen memajukan kendaraan nya dan memasuki parkiran cafe milik Athar.


Setelah itu, Queen pun keluar dari mobilnya dan bergegas masuk kedalam cafe milik Athar tersebut.


"Selamat datang Bu," Sapa para karyawan Athar yang mengenal Queen.


"Terima kasih," Sahut Queen. Lalu, ia terdiam, saat menyadari semua pegawai Athar juga memakai kemeja berwarna putih.


"Mau pesan apa Bu?" Tanya Salah satu karyawan Athar.


"Ti-tidak jadi," Sahut Queen, ia pun bergegas keluar dari cafe itu. Sikap Queen yang aneh, tentu saja membuat para karyawan Athar menjadi bingung.


Queen kembali masuk kedalam mobilnya dan bergegas meninggalkan cafe milik adiknya itu.


Beberapa saat kemudian, ia kembali memarkirkan mobilnya di depan cafe yang lain. Sebelum ia turun, ia memperhatikan para karyawan yang berada di sana.


"Oh, pakaian nya warna hitam," Ucap Queen yang memutuskan untuk turun dan memesan kopi di cafe tersebut.


Setelah memesan kopi, Queen pun memilih duduk di pojok ruangan. Lalu, ia mulai membuka laptopnya dan mengecek pekerjaan nya.


Lima menit kemudian, kopi pesanan Queen pun datang. Dengan bersemangat, ia pun menyeruput kopi yang masih panas tersebut. Lalu, ia kembali tenggelam dalam pekerjaan nya.


Dreeettt..!


Ponsel milik Queen pun bergetar, saat itu juga ia meraih ponselnya dari dalam tas tangan nya dan mengecek pesan yang baru saja ia terima.


Hai sayang, lagi dimana?


Queen tersenyum membaca pesan dari Raka.


Hai, lagi di cafe. Kamu dimana?


Balas Queen. Lalu, ia kembali fokus dengan layar laptopnya.


Dretttt..!


Ponsel Queen, kembali menerima pesan dari Raka.

__ADS_1


Lagi di kantor, siap untuk acara besok?


Queen tersenyum saat membaca pesan dari Raka.


Sudah sarapan? Insya Allah siap.


Balas Queen.


"Queen," Terdengar seseorang memanggil namanya.


Queen mengangkat wajahnya dan menatap Ricky yang berdiri di depan nya. Lalu, ia melirik kemeja Ricky yang berwarna putih. Saat itu juga ia mulai merasa pusing.


"Queen apa kabar?" Tanya Ricky, lalu ia bergegas menarik kursi di depan Queen.


"Ba-ba-baik," Sahut Queen.


"Queen.. aku sudah lama ingin berbicara dengan kamu. Queen, aku...."


"Ricky... aku sedang pusing. Kalau kamu mau berbicara, lain kali saja ya," Ucap Queen yang bergegas merapikan laptop dan tasnya.


"Tapi Queen...."


"Bye Ricky.." Ucap Queen seraya beranjak meninggalkan cafe itu.


Ricky terdiam, ia menatap Queen dengan wajah yang kecewa. Padahal, Ricky ingin meminta maaf kepada Queen dan ingin mengatakan kepada Queen, bila dirinya kini sedang dalam terapi untuk kembali normal.


"Apa dia masih marah padaku?" Gumam Ricky.


..


Queen yang sedang mengemudi, mengacak-acak rambutnya. Ia mulai merasa stress saat melihat para lelaki yang memakai kemeja putih atau kaos berwarna putih. Entah mengapa, mimpinya dengan Tika begitu mengusik pikiran nya.


Queen memarkirkan mobilnya di halaman butik miliknya. Lalu, ia bergegas turun dan buru-buru memasuki ruangan nya. Sikap Queen yang diam, membuat para karyawan nya menjadi bertanya-tanya.


"Ibu Queen kenapa ya?" Bisik salah satu karyawan Queen, kepada rekan kerjanya.


"Mana gue tahu,"


Mereka semua pun terdiam.


Queen menaruh tas nya di atas meja dan bergegas menghubungi Raka.


Tak lama kemudian, Raka pun menerima panggilan dari Queen.


"Halo," Sapa Raka dengan suara yang lembut.


"Raka! Pakai baju putih ok! Jangan lupa, PAKAI BAJU PUTIH BESOK!" Tegas Queen.

__ADS_1


"I-i-iya, memang ada apa sih?" Tanya Raka yang terdengar bingung.


"Ya pakai baju putih saja. Titik!" Lalu, Queen mengakhiri panggilan tersebut.


...


Raka menjauhkan ponselnya dari telinga kirinya. Lalu, ia menatap ponsel itu dengan kerut di keningnya. Saat Queen menegaskan kepada dirinya, bila ia harus datang dengan pakaian putih.


Lalu, ia duduk di kursinya dan menaruh ponselnya di atas meja.


"Dari kemaren kok pembahasan baju putih terus ya? Ada apa sih?" Gumam Raka.


Lalu, ia menatap kemeja putih miliknya yang tergantung di ruangan nya.


Kemeja baru itu, baru saja selesai di laundry dan di gantung oleh Mirna di ruangan nya.


"Ada apa dengan baju putih?" Gumam nya lagi.


Raka beranjak mendekati Kemeja itu dan memperhatikan kemeja itu dengan seksama.


"Apa Queen begitu terobsesi dengan ku, bila aku memakai baju putih ya?" Gumam Raka lagi.


Perlahan ia pun tertawa dan membayangkan malam pertama nya dengan Queen, dan dia memakai kemeja putih. Dengan ganas, Queen akan menghampiri dirinya dan mencabik-cabik kemejanya.


"Ok Fix, mulai sekarang aku akan mengoleksi kemeja berwarna putih," Gumam Raka.


Lalu, ia beranjak ke meja nya dan menghubungi Mirna lewat sambungan telepon.


"Halo Mir,"


"Ya Boss?"


"Tolong borong semua kemeja putih, merk yang sama dengan yang kamu belikan kemarin. Lalu, masukan laundry. Mulai sekarang, saya akan memakai kemeja putih terus," Ucap Raka.


Mirna terdiam, ia tidak mengerti mengapa Boss nya meminta hal yang termasuk aneh menurut nya.


"Kami dengar tidak?" Tanya Raka.


"I-i-iya Boss," Sahut Mirna.


"Ya sudah sana, belanja," Perintah Raka.


"Ba-ba-baik Boss."


Raka mengakhiri panggilan tersebut dan kembali berkhayal di kursinya.


Malam pertama yang romantis dengan Queen. Dengan gaya eksekutif muda yang begitu mempesona. Kemeja putih yang akan di cabik sampai kancing kemeja itu berserakan di atas lantai.

__ADS_1


"Owh Queen... kamu ganas.." Gumam nya seraya memeluk tumpukan kertas yang berada di depan nya.


__ADS_2