
Setelah kepulangan Sofie dari liburannya, sesampainya di bandara, ponselnya bergetar tak henti, beberapa pesan masuk dan panggilan telepon dari Ido hingga ratusan kali.
Sofie tersenyum kecil melihat pesan singkat ido, dari menyapa, menanyakan kabar, hingga pesan yang terkesan Ido kwatir.
Sudah lama rasanya ia tak pernah mendapatkan pesan yang membuat hatinya berbunga-bunga, pesan cinta dari seseorang yang membuatnya tak tenang
Baru saja Sofie sampai di Apartemennya, Ponselnya berderibg, tanda ada panggilan masuk
Ido Calling......
"Hallo Assalamu alaikum"
"Wa alaikun salam, kamu kemana saja sih Sof, aku wa, telepon gak bisa, kamu sepertj di telan bumi, sebenarnya kamu kemana? apa kamu baik-baik aja? apa kamu sengaja menghindariku dan mematikan ponselmu.
apa kamu tahu aku sangat kwatir sama kamu" cerocos Ido di ujung telepon
"Aku baik-baik aja, maafkan bukan maksudku buat kamu panik gini, aku baru pulang dari liburan dadakan, jadi aku lupa kasih kabar kamu"
"Astaga kamu enak-enakan liburan, aku tiap malam gak bisa tidur mikirin kamu" dengus Ido kesal
"maaf Do, aku juga gak tau kalau diajak liburan sama mama and papaku, tau-tau sudah sampai bandara, btw kamu gak bisa tidur mikirin aku atau memang banyak nyamuk di kamarmu"
"iya, banyak nyamuk yang ganggu, tapi aku nyarinya nyamuk Sofie, aku rela kamu gangguin setiap saat" gombal Ido
Sofie merona merah, untung saja Ido tidak melihat perubahan wajahnya
"Sof, Sofie kok diem aja? kamu gak suka ya? apa aku aja yang ganggu kamu? "
"apaan sih do"
"Besok makan siang bareng yo, Aku kangen kamu" ucap Ido Spontan
Hening di ujung telepon
"Sofie apa kamu tidur? kok diam aja? tanya Ido
"eh iya Do, sampai ketemu besok ya"
__ADS_1
"*ok sampai besok. met rehat ya" Ido memutuskan panggilan teleponnya.
Sofie tersenyum, masih memandang ponselnya. ia tak sabar menantikan hari esok*
Keesokan Harinya
Jam makan Siang masih satu jam lagi, namun Ido sudah memasuki gedung perusahaan tempat Sofie, ia langsung menuju ruangan Sofie, beberapa pegawai yang melintas memperhatikan Ido dan mulai berbisik-bisik
Sesampainya Ido di lantai atas, seorang sekertaris menghampirinya
"maaf pak Ido, bu Sofie sedang rapat"
"oh gak apa-apa mba saya tunggu di ruangannya saja"
"baik pak, mari saya antar" ucap si sekertaris berjalan menuju ruang kerja Sofie di ikuti Ido
Ido memasuki ruang kerja Sofie yang tertata rapih, nampak beberapa foto menghias sudut ruangannya.
Ido yang penasaran mulai memperhatikan foto tersebut satu persatu, ada foto ssofie bersama kedua orang tuanya, di sampingnya foto Sofie dengan sepasang orang tua paru baya, dan di sudut lainnya foto Sofie sedang memeluk seorang pria tampan.
Ido memperhatikan seksama jika ia tidak salah melihat.
Ido merasa cemburu, rahangnya mengeras menahan marah.
"Do, Ido kamu kapan datang? tanya Sofie membuat Ido tersadar. Ia tak mendengar ketika Sofie memasuki ruangan
"oh baru saja" ucap Ido datar, ia berusaha menutupi suasana hatinya yang kacau
"Jadi kita berangkat sekarang? " tanya Sofie lagi
Ido hanya mengangguk dan mengikuti Sofie yang berjalan keluar
Sepanjang perjalanan, Ido hanya diam, ia sibuk bergelut dengan pikirannya dan merasa marah pada Sofie yang telah membohongi dirinya.
Melihat foto di ruangan sofie darah Ido mendidih. Ia bisa menilai jika Sofie dan Lelaki dalam foto tersebut memiliki hubungan lebih, dan Ido menerka mereka sepajang kekasih.
Sofie mengerutkan dahinya melihat keanehan yang terjadi, perubahan Sikap Ido padanya.
__ADS_1
dan Sofie menyadari perubahan tersebut, setelah Ido melihat fotonya dengan Almarhum Agus, tunangannya
"Do, sebelum ke cafe, kita mampir dulu ke taman. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" ucap Sofie yang di balas anggukan kecil Ido. nampak sekali Ido sedang bad mood
sesampainya di taman, mereka duduk di sebuah bangku taman di bawah pohon rindang.
"Kamu sudah melihat kan? " ucap Sofie membuka percakapan
"lihat apa? aku gak ngerti maksud kamu?" tanya Ido bingung
"Foto dalam ruang kerjaku. fotoku dengan orang tuaku, Fotoku dengan sepasang orang tua paru baya dan fotoku dengan seorang laki-laki. Aku tebak sekarang sikapmu berubah karena itu"
Ido terkejut, tak mengira jika Sofie bisa menebak apa yang sedang di pikirkannya dalam hati
"kamu sudah mengenal orang tuaku, foto kedua adalah mertua sekaligus orangtuaku. foto ketiga adalah foto seseorang yang amat kucintai"
Ido terkejut mendengar penjelasan Sofie, ternyata dugaannya benar, mengapa Sofie membuat Ido berharap lebih, jika kenyataannya ia sudah memiliki kekasih.
Ido geram. ia menyayangkan sikap Sofie yang tidak terbuka padanya
**Hallo reader ku yang tersayang
Author mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.
stay at home and jaga kesehatan ya
Author sengaja upload beberapa chapter untuk menemani para reader dirumah.
Terima kasih untuk yang sudah mendukung author dan memberikan masukan author
semoga kedepannya lebih baik lagi.
Jangan lupa klik like, tinggalkan coment yang membangun and bantu up rate ya, beberapa waktu lalu ada yang sengaja memberikan rate sangat buruk.
Ini meripakan karya Author pertama, mohon maaf jika banyak kekurangannya, dan sedang berusaha sedikit demi sedikit di revisi.
terima kasih sekali lagi, dan happy reading.
__ADS_1
pooh**