Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Pengakuan


__ADS_3

Ido menatap apartemen Veronica, lalu berjalan menuju lobby apartemen, menyerahkan konci apartemen Veronica lalu keluar dari gedung apartemen, memberhentikan taxi lalu menuju kantor polisi.


Ia mengambil ponsel di saku celana nya lalu mengetik pesan singkat pada Risya, adik nya


"***Risya, kakak tahu kesalahan kakak sudah sulit di maafkan.


Tolong sampaikan maaf kakak pada mama, dan kakak mohon padamu jaga mama untuk kakak.


Hari ini kak Ido akan menyerahkan diri.


jaga mama selagi kak Ido menebus semua kesalahan kakak, dan kakak berharap kalian mau menerima kak Ido setelah kakak keluar nanti.


Terima kasih


Kakak menyayangi kalian"


Ido tersenyum menatap foto keluarga nya yang terdapat pada ponselnya***.


Ido mengakui semua perbuatannya dari penggelapan dana hingga kerugian perusahaan.


ia akhirnya di masukkan kedalam sel menunggu sidang putusan hakim


Sementara Risya yang membaca pesan singkat Ido menitikan air mata.


"Semoga kamu menyadari semua kak.


Kami akan menunggumu dan aku akan menjaga mama dengan nyawaku sendiri.


cepatlah keluar dan berkumpul lagi bersama kami"


Risya memeluk mama nya yang duduk terdiam dengan pandangan kosong.


"Mama, kak Ido menyadari kesalahannya.


kita tunggu kak Ido keluar ya ma.

__ADS_1


mama cepat sembuh ma. kami butuh mama.


kami sayang mama" ucap Risya memeluk mama nya.


Entah Tania mengerti atau tidak dengan ucapan anaknya, ia menitikan air mata, namun Tania hanya menatap kedepan dengan pandangan kosong, ia tidak berkata atau berteriak-teriak kini. diam membisu.


Sementara di mobil, Sofie hanya diam, menatap keluar jendela.


Prakoso dan istrinya hanya memperhatikan Sofie dan tidak bertanya.


Sementara kedua orabgtua kandung Sofie sudah diantar pulang oleh pak Selamet super papa satu nya.


Ketika sampai rumah pun Sofie langsung berpamitan masuk kedalam kamarnya.


Prakoso yang kwatir meminta istrinya untuk menanyakan Sofie, namun istrinya menyakinkan Prakoso jika saat ini Sofie ingin sendiri.


Jika sudah saat nya nanti, Sofie akan mengatakan sendiri.


Sejak sidang perceraian tempo hari, Sofie tidak keluar kamar nya, ia hanya turun makan dan masuk kembali ke dalam kamar.


"Aku akan membuat Ido membusuk di penjara jika ia melukai putriku lagi" ucap Prakoso kesal


"Papa, kita tunggu sampai Sofie menceritakan sendiri pada kita, jangan memaksa nya, ia hanya butuh waktu.


Lagi pula Ido sudah masuk penjara, apa lagi yang kita mau? "


"Tapi ma.... " bu Prakoso menempelkan Jari telunjuknya di depan bibir suaminya, lalu menggandeng tangan suami nya menuju teras belakang rumahnya.


Prakoso mengikuti istri tercinta nya, disana sudah tersedia dua gelas juice buah dengan cemilan singkong dan jagung rebus


"Lebih baik kita menikmati masa tua kita sambil bernostalgia waktu kita susah dulu, kita cuma bisa makan ubi, singkong dan jagungbtlrevus ubtuk mengganjal perut" ucap bu Prakoso tersenyum


Prakoso menurut dan menikmati sore mereka sambil mengenang masa lalu mereka


Prakoso muda dulu hanya seorang anak muda perantauan yang jatuh cinta dengan seorang gadis kaya raya, namun hubungan mereka ditentang oleh orangtua si gadis.

__ADS_1


Mereka menikah tanpa restu kedua orangtua si gadis, prakoso bekerja keras untuk membuktikan bahwa ia ia bisa sukses dan bukan mencintai si gadis hanya karena harta hingga Prakoso bisa mendirikan bisnis kecil-kecilan hingga berkembang dan mendapat pengakuan kedua orangtua gadis itu yang tak lain istrinya sekarang.


Keberhasilan yang di raih dari bawah akan lebih manis ketika menikmati kesuksesan, dari pada mengandalkan orang lain.


"Sore pa, ma" ucap Sofie mencium pipi mama dan papa nya.


"Sayang sini duduk" ucap bu Prakoso menepuk sofa di sebelahnya


"Tumben nih cemilannya sederhana gini"


"Mama sama papa lagi nostalgia" ucap Prakoso mengedipkan sebelah matanya membuat bu Prakoso Sofie tertawa melihat nya.


"Ma, pa, maaf ya beberapa hari ini Sofie mengurung diri"


"Enggap apa-apa sayang, kami tahu kamu butuh waktu merenung"


"Makasih, kalian memang yang paling ngerti Sofie.


Mas Ido sudah meminta maaf sama Sofie dan berjanji gak akan ganggu hidup Sofie lagi.


Risya mengabarkan sama Sofie jika setelah hari itu ia mengakui semua kesalahannya dan kini ia dipenjara membayar konsekuensi dari perbuatannya.


Semoga ia bisa bertaubat dan jadi lebih baik kedepannya"


"Amiiinnnnn" ucap Prakoso dan istrinya


"Papa lega semua nya sudah terlewati, dan kamu bisa memulai hidupmu yang baru.


Jadi apa rencanamu kedepannya? "


"Sofie belum kepikiran pa, Sofie ingin liburan beberapa hari bolehkah pa? "


"Boleh sayang. papa ikut apa mau mu saja"


"Makasih pa, ma, Sofie sayang kalian" ucap Sofie memeluk kedua orangtua angkatnya.

__ADS_1


__ADS_2