
Andre berjalan masuk ke dalam restoran, ia sengaja menunggu di luar selama hampir empat puluh menit, rasanya sudah adil bagi Anggara menikmati waktu berduaan dengan kekasihnya, dan Andre tak mau menunggu terlalu lama, api cemburu di dadanya makin membuatnya gelisab dan tak sabaran menemui Sofie dan rivalnya itu
Andre sudah mengatur tempat pertemuan bagi Sofie dan Anggara, sehingga ia tahu dimana letak table yang mereka tempati
Ia berjalan santai menuju private room yang sengaja Andre pilih menghadap ke taman buatan yang bernuansa jepang dengan tatami di dalamnya
Andre membuka pintu ruangan tersebut, terlihat Sofie dan Angga sedang berbicara santai, entah apa yang mereka bicarakan sebelum Andre masuk, terlihat Sofie tertawa
"Maaf kami tidak membutuhkan yang lain ucap Angga tanpa menoleh, ia mengira bahwa yang masuk adalah pegawai restoran
Andre diam memperhatikan mereka, hingga Angga maupun Sofie menoleh, ternyata Andre berdiri bersedekap dada memandang mereka tajam
"Mas Andre?? " pekik Sofie terkejut
Sementara Angga memicingkan mata dengan tatapan sengit, Andre pun tak kalah sengitnya menatap rivalnya tersebut, suasana berubah mencekap, Sofie bisa merasakan jika kekasihnya itu sedang dalam mood yang tidak baik karena terbakar cemburu
"Mas kenapa ada disini" ucap sofie begitu sampai di samping Andre, ia tak tahu harus berkata apa pada Angga nantinya karena melihat keberadaan Andre di tempat pertemuan mereka
"Tentu saja untuk mengawak kekasihku, karena ada kucing garong yang ingin mencurimu dariku" sindir Andre melirik ke arah Anggara
"Jika ia memang mencintaimu, mengapa kamu harus takut jika kucing garong itu akan mengambilnya? atau memang kamu gak yakin dia mencintimu? " balas Anggara tak mah kalah
"Ah sayangnya kucing garong itu memiliki seribu satu macam tipuan yang bisa memperdayanya, aku takut ia terlalu lugu untuk menyadari bahwa kucing garong itu punya seribu satu wajah di dalamnya" Andre makin jelas menyindirj Anggaembuat sofie memegang Andre dengan tatapan memohon pada Andre untuk menghentikan itu semua
"Sayangnya kucing garong itu mempunyai caranya sendiri membuat wanita itu menyukainya, bukan dengan arogansi dan kekakuan, jadi pada akhirnya wanita itu lebih memilih kenyamanan dari pada aturan yang kaku" Angga meresao minumannya dengan senyum sinis menatap Andre
Andre tak membalas ucapan Angga, ia merasa apa yang dikatakan Angga adalah ia pria kaku yang tak percaya pada kekasihnya, ia juga mengatur kehidupan Sofie sehingga tiada kenyamanan disana.
"Sial, baj*ng*n ini menyindirku telak, jika aku membalasnya lagi aku taku Sofie akan marah padaku, sebaiknya kali ini aku biarkan dia menang" gumam Andre kesal, ia tak mau Sofie berfikiran yang sama tentangnya seperti yang Angga katakan, terlihat Sofie menggeleng dengan tatapan memohon agar ia mengalah
"Demi wanitaku, aku tak bisa untuk mengatakan tidak" ucap Andre meraih tangan Sofie dan menciumnya, membuat Angga kesal bukan main karena melihat kemesraan mereka
"Maaf ya mas Angga" ucap Sofie kikuk
__ADS_1
"Ah bukan masalah kok, next time kita bisa lunch lagi, dan saya yang akan teraktir kamu" ucap Angga berusaha tersenyum
"Ok Sofie tunggu mas"
"Sayang aku laper" ucap Andre manja, membuat Angga jengah melihatnya tak terkecuali Sofie yang tak habis fikir mengapa kekasihnya itu berubah menjadi kekanak-kanakan
"Mas memangnya belum makan? bukannya mas meeting tadi? " cecar Sofie langsung
"Mas maunya makan sama kamu" ucapanja Andre
Sofie menatap Angga tak enak, ia sengaja menggeser duduknya sedikit menjauh dari Andre, namun Andre seperti magnet mengikuti kemana Sofie ada
"Mas, malu disini ada Angga" bisik Sofie gemas, namun Andre cuma tersenyum jahil
Sofie memang sudah memesan makan dan mereka tengah menikmati makan siang mereka baru setengah jalan Andre datang
"Mas pesan aja sana mau makan apa?" bisik Sofie lagi, namun Andre menggeleng, ia malah mengambil makanan di piring Sofie dan memakannya
"Sof, saya pamit dulu ya, lain kali monyetnya di ikat dulu jadi gak ganggu" ucap Angga keluar dari ruangan tersebut
Spfie mengantarnya pergi dan berkali-kali berkata maaf, membuat telingan Andre sakit dibuatnya
Begitu masuk kembali ke ruangan, Sofie langsung melotot kearah Andre
"Maaaaasss, bikin malu tau, mas sudah memgacaukan acara makan siang kami, bagaimana jika ia mengadu pada papa? " ucap Sofie kesal tak habis pikir dengan tingkab Andre
"Jadi kamu senang ya makan siang sama dia? "terdengar Andre tak senang dari ucapannya
Sofie menyesali ucapannya, kini Andre menjadi salah paham. karenanya
"Bukan mas, tapi kan mas sudah janji mau bersaing sehat, mas buat aku jadi gak enak sama mas Angga"
"Mas sudah menunggu di luar selama empat puluh menit lebih, membiarkan kalian berdua, apa itu kurang cukup? apa kamu fikir mas baik-baik saja menunggu dengan tenang sedangkan mas tahu wanita yang mas cintai berduaan dengan pria lain" Andre melempar pandangannya kearah taman, ia berusaha meredam emosinya
__ADS_1
"Maafin Sofie ya mas, Sofie gak tahu kalau mas sudab di luar lama" ucap Sofie mendekat pada Andre, namun Andre tetap diam tak mematap Sofie
"Mas maafin dong, Sofie salah tidak mempertimbangkan bagaimana perasaan mas" ucap Sofie bergetar membuat langsung menatal Sofie, menarik tubuh Sofie dan mendekapnya erat
"Mas takut kehilangan kamu sayang, kamu hidup mas, kamu segalanya buat mas" ucap Andre lirih
Andre memegang wajah Sofie, menatap mata teduh milik wanitanya itu dan mengecup bibir nya lembut
"Jadilab istriku sayang, mas sudah tak bisa menunggu lama" ucap Andre serak
"Bersabarlah mas, aku mencintakmu juga dan gak akan berpaling ke lain hatj, aku sudab menetapkan hatiku padamu, jadj bersabarlah sedikit lagi" ucap Sofie mencium pipi Andre
"Oh ya mas katanya laper? mau pesan apa? tanya Sofie yang teringat jika Andre belum makan
"Aku mau memakan kamu" goda Andre membuat Sofie melotot galak
"Tunggu halal dulu" ucapnya tegas
"Hahaha mas cuma bercanda, oh iya yank, mama dan papa ingin bertemu denganmu, minggu ini bagaimana? " tanya Andre
Sofie terdiam terpaku, ia masih bingung apakah ini waktu yang tepat atau ia masih butuh waktu untuk mempersiapkan diri
Sofie takut kedua orangtua Andre akan memandangnya sebelah mata karena statusnya, bahkan yang lebih parahnya akan mengusirnya langsung setelah tahu ia adalah janda, sunggu statusnya ini sangat tak mudah bagi setiap orang menerimanya dengan tangan terbuka
Sofie harus mempersiapkan semuanya terlebih dahulu, kalaupun ia mendapat penolakan nantinya dari kedua orangtua Andre, ia sudah siap mental
"Mas, aku belum siap, maaf" Sofie menundukan kepalanya
"Sayang, apa kamu takut mama dan papa akan mempermasalahkan statusmu? " tanya Andre yang langsung mengerti kekawatiran kekasihnya
Sofie memgangguk pelan
"Semua orangtua pasti berharap anaknya mendapatkan jodoh yang terbaik" Sofie berkata lirih
__ADS_1