
"Bisa di bilang begitu" jawab Andre tersenyum.
ia memang kalah cepat dengan Agus, saat itu Andre hanya simpatik dengan Sofie, ia memiliki kesan mendalam pada wanita itu, wanita yang ramah, lucu dan murah senyum, Sofie kala itu juga orang yang apa adanya dan ia tak pernah berusaha membuat lawan jenisnya menyukainya, namun justru itu daya tariknya.
Sofie yang dulu ceria kini nampak berbeda, ada kesedihan yang berusaha ia sembunyikan dari semua orang, dan Andre tahu itu.
"Kak Sofie sangat mencintai almarhun kak Agus, walau saat itu Dani masih duduk di kelas enam sekolah dasar, Dani tahu kalau kak Sofie sangat kehilangan saat kak Agus meninggal dunia" ucap Dani mengenang enam tahun lalu ketika kakak nya depresi
wajah Dani langsung berubah serius dan ada kesedihan di sana
"Kak Sofie depresi berat, ia juga Dani dengar di benci oleh bu Prakoso waktu itu.
Kak Sofie dituduh sebagai pembawa sial atas meninggalnya calon suaminya, dan dituduh ingin menguasai harta benda keluarga Prakoso, mungkin bagi sebagian orang berfikir jika tuduhan ingin menumpang hidup kaya adalah benar karena kak Sofie menikahi anak satu-satunya pemilik perusahaan terbesar di asia, namun kak Sofie awalnya tidak tahu jika kak Agus orang kaya, karena pria itu selalu sederhana dan bersahaja.
Mereka saling mencintai satu sama lain nya"
"Aku sedikit banyak kenal dengan almarhum Agus karena pernah bekerja satu atap dengan dia"
"Kakak tahu apa yang membuat kak Sofie makin shock adalah kepergian kak Agus karena rekayasa kecelakaan yang di rencanakan tante nya sendiri"
"Astaghfirullah" Andre baru tahu kenyataan tersebut, ia bisa membayangkan bagaimana perasaan Sofie kala itu
"Kak Sofie merawat bu Prakoso dan hubungan mereka makin dekat
Seiring waktu, kak Sofie diterima oleh ibu Prakoso malah mereka mengangkat anak kak Sofie secara legal setelah rundingan keluarga, kalau gak salah setelah kak Sofie masuk rumaj sakit karena perundungan di tempat kerja nya, kalau Dani simpulkan itu pasti perusahaan kak Andre kan? " tatap Dani tajam
Andre mengangguk lemah, ia tak tahu penderitaan macam apa yang sudah di lewati oleh Sofie, masa lalu Sofie membuat Andre makin bertekad akan melindungi Sofie selamanya
"Kak, sebagai laki-laki dan saudara laki-laki dari kak Sofie, Dani akan berbicara dengan kakak sebagai lagi-laki.
Kakak sudah Dani ceritakan masa lalu kak Sofie, dan selebihnya menurut Dani kakak sudah tahu.
Hidup kak Sofie yang berliku-liku penuh derita dan air mata, kakak juga tahu status kak Sofie, jadi kalau kakak mau mundur dari sekarang sebelum kak Sofie terlalu dalam mencintai kakak" ucap Dani serius menatap lekat pada kedua mata calon kakak iparnya itu
Hilang Dani yag selengehan dan tengil, berganti Dani yang terlihat lebih dewasa dari usia nya
__ADS_1
"Aku tidak akan mundur walau sejengkalpun, mendengar dan mengetahui semuanya membuat aku makin mantab ingin bersama dengan kakakmu.
Aku ingin segera melindunginya, mencintainya dia bersama nya hingga menua bersama" ucap Andre mantab
Dani meneliti mata Andre untuk mencari kebenaran dari kata-kata yang di ucapkan nya, namun ia tak melihat sedikitpun keraguan di sana
"Berjanjilah kak, kau akan mencintai dan menjaga kakak ku selamanya"
"Aku berjanji, walau apapun yang terjadi aku akan melindungi nya"
"Aku akan mencarimu walau di bawah lobang semut sekalipun kalau kau berani membuat kakakku sedih apalagi menangis" ucap Dani serius
"Aku akan ingat itu"
"Baiklah kak, aku pegang kata-katamu, laki-laki pantang melanggar ucapannya"
Dani mengulurkan tangannya pada Andre, Andre lalu mengulurkan tangannya mereka berjabat tangan
"Kak, kakak udah ngantuk belum? kalau belum kita main Ps (playstation) yuk, biar tambah akrab kan kita bakal jadj adik kakak" ucap Dani tengil menaik turunkan alisnya sambil tersenyum jail
"Siapa takut?" tantang Andre balik, mereka lalu main playstation hingga tak terasa sudab lewat jam dua belas malam
"Boleh, ayo kita buat" ajak Andre merangkul pundak Dani
mereka lalu menuju dapur dan membuat mie rebus, lalu memakannya
sesekali terdengar percakapan diantara mereka yang di iringi gelak tawa, mereka makan hanya dengan penerangan lampu ponsel karena takut ibu tahu kalau Dani masih terjaga semalam itu.
Tiba-tiba lampu dapur menyala, Dani dan Andre yang sedang menyuap mie nya sontak seketika keduanya menengok dan terlihatlah Sofie sedang berkacam pinggang menatap marah pada kedua nya
"Sedang apa kalian berdua? " bentak Sofie kesal
"Kak ini salah Dani, Dani yang ajak kak Andre makan mie, kami laper kak" ucap Dani memelas karena melihat Sofie menghampirj mereka
"Jadi kamu yang ajarin kak Andre gak bener ya? ngapain masih belum tidur jam segini? apa kalian tahu sudah jam berapa sekarang?" omel Sofie, membuat keduanya hanya bisa nyengir kuda keciduk masih terjaga jam setengah dua dini hari
__ADS_1
"Maaf kak" ucap Dani memasang wajah yang hampir membuat Sofie luluh, ia menahan tawa, sekalian mau membalas kejailan Dani
"Apa kamu tahu kak Andre besok kembali ke Jakarta dan harus bawa mobil sendiri? "
"Iya kak, maaf, kakak mau mie gak? " tawa Dani lagi berusaha merayu kakak nya
"Anak kecil berani nyogok kakak ya? "
"Enggak kak, Dani gak berani, sumpah" ucap nya mengacungkan kedua jari telunjuk dan jari tengah"
"Kalau kamu maksa nyogok kakak, cepet masakin mie rebus rasa soto, sebelum kakak berubah pikiran" ucap Sofie menahan tawa, Andre yg mendengar ucapan Sofie melotot tak percaya, ia menahan tawa juga melihat Sofie sukses mengerjai adik nya, Dani langsung gerak cepat menyalahkan kompor memasak pesanan kakaknya sambil menikmati mie rebus nya walau wajahnya terlihat manyun
"Kamu ya, ngerjain Dani" bisik Andre pada Sofie yang tertawa geli melihat adiknya
"Biarin, sekalian hukuman karena bikin kamu masih melek jam segini, besok kan bawa kendaraan mas, istirahat habis ini ya? pasti setan kecil itu yang maksa mas main game?"
Cerocos Sofie
Sementara Andre hanya terdiam memperhatikan Sofie, mendengarkan omelan calon istrinya itu sambil mesam mesem
"Maaaasss, akh lagi marah, kenapa kamu malah senyum-senyum gak jelas gitu? "
"Kamu kalau marah makin cantik" goda Andre sambil mengedipkan sebelah mata nya
"Mas, aku serius" ucap Sofie setengah berteriak membuat Dani yang berada dj dapur menoleh
"Psssstttt, masalah rumah tangga jangan keras-keras, Anak kecil denger nih" ucap Dani asal
"Daniii apa mau kakak beritahu ibu kamu berulah? "
"Ampun kak, kak Andre, kakak yakin mau nikah ma kak Sofie? kaya macan betina kam, hati-hati" teriak Dani kembali ke dapur sambil tertawa cekikikan
"Daniiiii" teriak Sofie kesal di sebut macan betina, ia melotot pada Dani, tapi bocah tengil itu suda kembali kedapur.
Sofie kembali menatal Andre, ia melihat laki-laki itu masih menatapnya dengan senyum di kulum
__ADS_1
"Masss kamu gak sehat ya? dari tadi senyam senyum aja" ucap Sofie sengit masih menyerocos kesal
" I LOVE YOU " ucap Andre membuat Sofie langsung terdiam