Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Pendekatan


__ADS_3

"Temani saya main catur sambil menunggu makan siang siap" ucap Bim mengambil papan catur dari bawah meja dan menata nya.


Bagi Andre menghadapi calon mertua lebih tegang dan menyusahkan di bandingkan menghadapi klien.


Dari kejauhan Sofie mengintip kedua pria yang ia cintai sedang beradu otak dan stategi.


Ia tersenyum lebar ketika tak sengaja Andre melihat ke arahnya


"Semangat" ucap Sofie tanpa suara


Andre tersenyum lebar melihat Sofie memberi nya semangat, lalu senyumnya langsung menghilang saat melihat Bim menatapnya sambil memicingkan mata


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri? "


"Ah gak om, saya olah raga muka, om salah lihat" ucap Andre canggung karena tidak mungkin ia mengatakan hatinya berbunga-bunga karena putri bapak memberinya semangat.


"Jangan santai, jangan anggap remeh lawan kamu, kalau main catur aja kalah, gimana kamu punya stategi dapetin anak saya?? "


"Iiiya om"


"Astaga calon mertua gue, masa main catur di samaain sama dapetin istri, haruss menang nih biar doi percaya gue tangguh hehehe" gumam Andre


Mereka bertarung strategi diatas papan catur, beruntung Andre selalu bermain catur dengan papa nya saat senggang sehingga ia bisa memenangkan permainan itu


Andre tersenyum lebar melihat kekalahan calon mertua nya tersebut


"Baru menang begitu bangga, kali ini aku hanya mengalah sedikit" ucapnya menggerutu sambil meninggalkan Andre yang menahan tawa melihat ekspresi kekalahan Bim.


Sofie datang sambil tersenyum-senyum kearah Andre membuat Andre bingung


"Mas kamu menang ya? " tanya Sofie begitu mendekat


"Iya kok kamu tahu, liat ekspresi bapak ya? " tanya Andre antusia


"Enggak bapak ngedumel di dapur" ucap Sofie menutup mulutnya menahan suara tawa


"Hahaha trus? "


"Mas sih bukan ngalah aja sama bapak"


"Bapak kamu bilang kalau main catur itu pakai strategi, bapak samakan strategi aku mendapatkanmu dari menang dan kalahnya"


"Ooo jadi karena itu kamu ngotot menang? "


"Gak juga sih, karena aku yakin kamu bakal jadi milikku, menang atau kalahnya main catur"


"Woo itu mah kamu aja yang kepedean mas"

__ADS_1


"Harus dong, bukan kepedean, tapi optimisme, perlu itu"


"Ya terserah mas aja"


"loh kok gitu? "


Sri tiba-tiba muncul membuat perdebatan antara mereka terhenti


"Ibu sudah suruh kamu panggil nak Andre makan siang, kok malah jadi ngobrol di sini? "


"Oh iya bu lupa hehhee, ayo mas"


"Nak Andre, maafin bapak ya, bapak belum pernah di kalahkan orang dalam bermain catur, gengsi nya tinggi"


"Iya bu gak apa-apa, saya seharusnya tadi mengalah dikit"


"Oh gak apa-apa nak, sekali-kali bapak harus dapat pelajaran xixixi" ucap ibu tersenyum jahil membuat Andre bingung tak mengerti.


Sri lalu jalan mendahului kedua pasangan itu menuju meja makan di mana Bim sudah menunggu dengan wajah ditekuk karena malu kalah main catur


"Ayo mas, kasian bapak menunggu" ajak Sofie menggeggam tangan Andre tak sengaja, lalu ia buru-buru melepaskannya, Andre dengan sigap menarik tangan Sofie dan menggengamnya berjalan menuju meja makan, sesampainya di sana Sofie melepaskan genggaman tangan Andre yang tak luput darj pengelihatan Bim


Mereka lalu makan dengan santai, Bim mulai terlihat membuka diri walau hanya ikut berbicara sepatah dua patah kata menimpali perbincangan ringan di meja makan.


"Sebaiknya kalian istirahat dulu, pasti kalian lelah tadi diperjalanan, Sofie biar istirahat dikamar ibu, kamu antar nak Andre kekamarmu nak"


Andre untuk pertama kali nya masuk ke kamar teman dekatnya, selama ini walau ia sudah memiliki banyak kekasih, tak pernah sekalipun ia melihat penampkan kamar tidur kekasihnya itu


Andre melangkahkan kaki ke dalam kamar Sofie, ukurannya tidak seluas kamarnya namun kamar tersebut jauh dari bayangannya selama ini tentang kamar wanita pada umumnya


Walau terlihat feminim, namun terkesan santai dan rapih


beberapa rak buku tersusun rapih di pojokan ruangan, meja kerja yang berada di sudut ruangan menghadap jendela luar, televisi berukuran mini dengan karpet lantai dan bantal karakter kartun tertumpuk rapih


"Kok kamu kaya orang bingung mas? kenapa kamu heran liat kamar ku ya? "


"Sedikit sih, cuma meleset dari bayanganku"


"Aku itu sejak kecil tomboy mas, dn gak suka yang ribet, semua serba simple namun cantik.


Aku gemar membaca novel dan semua adalah novel yang pernah ku baca di sudut sana serta buku-buku yang menjadi inspirasiku"


"Tapi aku suka" ucap Andre memotong ucapan Sofie


"Ya udah kamu istirahat dulu, nanti kan pulang perjalan jauh lagi"


"Apa kamu mengusirku? "

__ADS_1


"Siapa yang ngusir, aku kan bicara sebenarnya, gak mungkin kan kamu menginap? disini di desa, setiap warga mengenal satu sama lain, tak baik kamu menginap disini terlebih statusku"


Andre lalu tiba-tiba menarik Sofie hingga tubuh Sofie menindih Andre di kasur


"Mas lepasin, nanti ada yang lihat" bisik Sofie lirih, wajahnya sudah merah merona karena wajah mereka yang terlalu dekat, Sofie bisa merasakan hembusan nafas Andre di wajahnya.


Andre mendekap Sofie erat , tak mengindahan ucapan Sofie


"Biarkan seperti ini sebentar saja" ucapnya pelan


Sofie akhirnya pasrah, ia hanya menunduk memvuang wajahnya ke arah lain karena malu


Andre memegang wajah Sofie dan menghadapkan nya ke depan wajahnya.


mereka bertatapan.


Bola mata indah Sofie menghipnotis Andre, meneduhkan


Sofie bisa melihat mata penuh kasih Andre yang menatapnya


perlahan Andre mencium bibir Sofie penuh perasaan,lembut dan tanpa nafsu.


Ciuman yang belum pernah Sofie rasakan sebelumnya, begitu manis dan ringan


"Aku tak bisa jauh lama-lama darimu, kamu membuatku gila" ucap Andre serak


lalu mereka berciuman lagi dan lagi


Sofie menyudahi ciuman mereka lalu bangkit dengan wajah semerah tomat membuat Andre makin gemas melihatnya


"Aku permisi dulu mas, kamu istirahat dulu" ucap Sofie buru-buru berjalan meninggalkan Andre di kamarnya langsung menuju kamar ibu nya, sementara Sri dan Bim sedang mengobrol santai di teras belakang rumah mereka


Sementara di kamar Sofie


"Ah, wanita itu sungguh membuatku jatuh cinta lagi dan lagi, membuatku mabuk kepayang" Andre menatap kepergian wanita yang dincibtainya dengan senyum lebar


Sementara Sofie langsung menutup pintu kamar orangtua nya, ia memegang pipi nya yang terasa panas


"Ah laki-laki itu membuat jantungku tak menentu di buatnya"


Author senyum-senyum sendiri pas ngebayangin Sofie sama Andre, bagimana dengan kalian??? bagaimana akhirnya? apakah mereka akan bersatu atau.....?


Ikuti terus kelanjutannya ya, detik-detik menjelang end chapter


mampir juga yuk ke karya ku yang lain, yang tak kalah seru nya.


jangan lupa tinggalkan coment dan like kamu untuk mendukung ku. terima kasih

__ADS_1


pooh


__ADS_2