Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Kekasih II


__ADS_3

"jadi kamu mengejek ku ya?" ucap Andre mendekati Sofie


ia mengelitiki tubuh Sofie hingga Sofie tertawa dan berteriak-teriak kegelian.


beruntung ruangan Andre kedap udara sehingga tidak ada yang mendengar tingkah mereka, jika tidak bisa dipastikan orang akan salah paham.


"Huh, ampun mas, aku gak kuat sudah" ucap Sofie ngos-ngosan karena berlari menghindari Andre.


mereka lalu tertawa bersama.


"Kamu mau minum apa? biar mas pesankan"


"Yang segar mas, lemon tea boleh"


"Okey tunggu sebentar ya" ucap Andre menghampiri gagang telepon dan terdengar ia berbicara dengan seseorang


"Mas kita butuh sendok dan piring"


"Okey"


"sekalian bawakan saya sendok dan piring ya satu, terima kasih" ucap Andre meletakkan gagang teleponnya


"Sepertinya hari ini aku akan sarapan besar. mengapa banyak sekali lauk yang kamu bawa? "


"Mama yang siapkan mas, dia senang sekali mendengar kamu akan aku bawakan sarapan"


"Oh calon mertua ku yang baik"


"Siapa yang mertuamu? "


"Tentu saja mama mu"


"Apa anak nya kekasihmu? "


"Tentu saja dia akan segera menjadi kekasih ku sebentar lagi" ucap Andre tersenyum lebar


Tiba-tiba Andre berdiri dan mendekati Sofie, ia lalu bersimpuh dengan satu kaki


"Sofie maukah kamu jadi kekasihku? calon istriku? "


"Mas"


"Aku tahu ini terlalu cepat, tapi maukah kamu memberikan aku kesempatan untuk mengenalmu lebih jauh? "


Andre menggenggam jari Sofie lalu menciumnya lembut

__ADS_1


"Mas apa kamu tahu jika aku.... "


"Aku tak peduli masa lalu mu, aku sudah mengetahui semua nya, bagiku hanya sebuah status saja, dan aku tak ingin kehilangan kamu lagi.


jujur aku sudah mencintaimu sejak kita bertemu"


"Mas Sofie... "


"Please, mas tahu kamu terkejut, tapi mas tak ingin kehilangan kamu lagi. Hanya kamu yang selama ini mas cintai.


Maukah kamu menjadi kekasih hatiku, calon istriku? " Andre menatap penuh cinta wanita di depannya.


Sofie mengangguk pelan, ia merasa tersentuh akan kejujuran Andre, walau ia harus jujur di hatinya sudah memiliki rasa simpati pada Andre.


"Jadi? "


Sofie mengangguk sambil tersenyum


Andre sontak meloncat kegirangan, ia memeluk Sofie erat.


"Terima kasih" ucap Andre lirih.


Tiba-tiba pintu di ketuk dan Sofie maupun Andre langsung duduk menjauh.


"Bu Tina? " panggil Sofie yang mengenali office girls tersebut


"Ya Allah mba Sofie, apa kabar? " tanya Tina yang lupa jika ia di ruang pemilik perusahaan


"Baik bu, ibu apa kabarnya? "


"Alhamdulillah mba. Mba Sofie waktu itu keluar ga bilang-bilang"


"Iya bu, mendadak karena pindah kerja "ucap Sofie beralibi, terlihat Andre canggung


"Ehem ehem" Andre sengaja membuat office girls senior ini langsung sadar


"Ah iya mba Sofie, saya tinggal dulu ya, lain kali kita ngobrol lagi. ibu sampe pangling mba Sofie tambah cantik banget"


"Makasih bu, sampai ketemu lagi bu"


"Permisi" ucap bu Tina keluar dari ruangan Andre.


"Mengganggu" ucap. Andre lirih


"Apa mas? "

__ADS_1


"Ah enggak, mas sudah laper" ucap Andre langsung duduk di samping Sofie


"Ya udah mas makan kalau laper itu sudah ada piring sama sendok nya"


"Suapin boleh? "


"Mas sudah besar" ucap Sofie malu, pipi nya bersemu merah.


Andre mengambil nasi dan lauk lalu menyodorkan sendok ke arah Sofie


"Aku sudah makan mas, mas aja yang makan"


"Kamu juga temenin, sekalian training jadi calon istri" goda Andre membuat Sofie makin merona merah.


Sofie menerima suapan Andre, lalu Andre mulai makan, sesekali ia memberikan suapan pada Sofie


"Training yang berbahaya mas, bisa-bisa berat badanku bertambah cepat karena makan banyak"


ucap Sofie memanyunkan wajahnya memasang wajah kesal


"Hahaha, aku tak peduli kamu gendut atau kurus, yang aku peduli adalah kamu dan hatimu hanya untukku" ucap Andre menyentuh wajah mulus Sofie.


Sofie sangat malu, ia bukan lagi gadis remaja, namun Andre membuat nya merasa seperti anak yang baru saja jatuh cinta.


"Mmas, Sofie izin ke toilet ucap Sofie buru-buru bangkit dan berjalan


"Sayang, toilet di sebelah sana, mengapa kamu ke pintu" keluar? "


"Ah " Sofie berlari kecil dengan wajah merah merona. ia membasuh wajahnya di wastafel


"Ya Tuhan, mengapa wajahku bisa panas seperti ini?, apa aku sudah jatuh cinta pada nya? tapi sejak kapan? " gumam Sofie pelan.


Ia sengaja agak lama di dalam toilet, dan baru keluar setelah Andre selesai makan


"Apa kamu baik-baik saja? "


Sofie mengangguk lalu duduk kembali


"Mas, aku jalan kerja dulu ya? Sudah jam sepuluh, biar aku minta supir jemput kesini"


"Mulai sekarang aku yang menjadi supirmu"


"Tapi mas...."


"Sudah tugas calon suami antar kamu, lagi pula agenda hari ini aku free" ucap Andre tersenyum lembut

__ADS_1


__ADS_2