
Pagi - pagi Sofie sudah bangun dan bergegas mandi, ia tak mau melewatkan beberapa jam saja untuk menikmati keindahan laut di depan Villa.
"Dasar pemalas, aku mau sarapan dan langsung menuju pantai, apa kamu mau terus di kasur hah? "
"Sayang kemarilah... " ucap Ido dengan suara serak khas orang bangun tidur
"Gak mau, Aku sudah rapih dan wangi"
"Kalau begitu aku akan tidur lagi" ucap Ido kembali terpejam matanya
Sofie yang kesal langsung menghampiri Ido duduk di pinggir ranjang.
Tiba-tiba Ido menariknya, membuat Sofie jatuh terlentang di kasur, Ido langsung bangkit dan kini posisi Ido berada di atas Sofie
"Idooooo apa yang kamu lakukan, ih bener-bener nyebelin" gerutu Sofie
"Aku mau menagih jatah pagiku" ucap Ido langsung mencium Sofie, meraba dan meremas, sehingga akhirnya mereka memulai pagi ini dengan manis
Setelah satu jam kemudian
__ADS_1
"Apa kita mau terus di kasur? ini bulan madu sayang, aku belum sarapan kamu sudah minta jatah"
"aku telepon, biar mereka antarkan sarapan kita ke kamar" ucap Ido tersenyum melihat Sofie yang cemburut harus mandi untuk yang kedua kali
Ketika Sofie keluar dari kamar mandi, Ido sedang asik menghisap rokoknya
"Apa kamu gak bisa mengurangi kebiasaanmu menghisap rokok? Aku paling tidak suka pria merokok"
"baiklah, akan aku usahakan tuan putri, kamu makan duluan aja, aku mau mandi."
"Aku tunggu kamu, cepatlah mandi atau aku akan mati kelaparan" ucap Sofie memasang wajah melas
"Habis makan kita jalan-jalan di pantai ya, aku tak mau hanya di kamar saja" protes Sofie
"okeh, sekarang habiskan sarapanmu" ucap Ido sambil mengelus puncak kepala Sofie
Setelah mereka menyelesaikan sarapannya, mereka langsung menuju pantai.
Menikmati lembutnya pasir pantai dan keindahan pantai.
__ADS_1
"Sayang kenapa handphone nya kamu matikan? " tanya Sofie ketika melihat Ido mematikan ponselnya
"Aku tak mau di ganggu saat menemani istri tercintaku"
"aku gak mau mematikan ponselku, takut mama, papa atau bapak dan ibu menelponku, aku gak mau mereka kwatir karenanya"
Mereka menyusuri bibir pantai sambil bergandengan tangan, dab ketika malam mereka candle light dinner di pinggir pantaj, di temani cahaya lilin dengan taburan mawar, sangat romantis, membuat Sofie terus menebarkan senyum karena bahagia
"Tuhan terima kasih telah mengirimkan Ido dalam kehidupanku, Jagalah hati kami agar tetap menyatu karenamu, Hamba percaya disetiap kejadian ada hikmahnya, di setiap kesulitan akan ada bahagia, dan kini aku merasakan kebahagiaan yang telah lama hilang itu, terima kasih Engkau memberikan aku kebahagiaan ini, titip mas Agus disana dan tempatkan beliau di tempat yang layak"
"mas lihat lah, aku percaya kamu bisa melihatku disini, aku bahagia mas, kamu sekarang bisa beristirahat dengan tenang. Terima kasih kamu telah hadir dalam hidupku, cintaku akan selalu ada untukmu" ucap Sofie memandang indahnya langit yang bertabur bintang
"Sayang... sayang, apa kamu melamun? apa yang kamu pikirkan? tanya Ido memeluk pinggang ramping Sofie dari belakang
"Aku hanya sedang menikmati dan bersyukur melihat keindahan sang pencipta, dan aku bersyukur karena Allah telah mengirimkan kamu hadir kembali dalam hidupku" ucap Sofie memeluk tangan Ido yang memeluknya
"Aku juga sangat bersyukur memiliki kamu menjadi istriku, wanita yang amat aku cintai"
Ido mencium rambut Sofie dan menyandarkan kepalanya di bahu Sofie, meraka hanyut dalam suasana romantis di bibir pantai
__ADS_1
"Semoga kebahagiaan ini akan tetap seperti ini, hingga mauy memisahkan kita" doa Sofie dalam hati