Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Hati Yang Hancur


__ADS_3

Amara memutar kursi kerja Ido menghadap padanya, lalu langsung duduk di atas pangkuan Ido, ia mengalungkan tangannya di leher Ido, mendekatkan bibirnya ingin mencium Ido, lalu tiba-tiba pintu ruangan Ido terbuka , dan masuklah seorang wanita yang terlihat memaksa masuk di ikuti Hilda yang mengejar dibelakangnya


Ido buru-buru bangkit dan menghempas Amara yang berada di atas pangkuannya sehingga Amara jatuh tersungkur di lantai. Ia terkejut setengah mati hingga wajahnya pucat pasi seperti melihat hantu disiang hari.


"Awwww Ido sayang, sakit" ucap Amara manja


"Dasar wanita sialan, kamu saya pecat" ucap Ido marah lalu matanya beralih pada wanita yang baru saja masuk kedalam ruangannya


"Sayang itu tidak seperti yang kamu lihat, dia, wanita itu terus menggodaku, aku bisa menjelaskan" ucap Ido sambil menuding muka Amara yang masih menangis


"Maafkan saya bos, bu Sofie yang memaksa masuk" Ucap Hilda ketakutan yang di tatap tajam Ido


Sofie hanya diam terpaku, tak bisa mengucapkan apapun, air matanya telah membajiri wajahnya yang masih terlihat pucat kini makin pucat melihat kenyataan suaminya sedang bercumbu di ruangannya, di saat Sofie memberikannya kesempatan untuk merenungkan diri


"Teganya kamu" ucal Sofie lirih


Ido mendekati Sofie yang menangis tersedu-sedu, Ido memeluknya namun Sofie tetap diam. lalu akhirnya tumbang tak sadarkan diri.


"Sofieeee, Sayaaang banguuunnn, bangun maafkan aku sayang" ucap Ido menepuk-nepuk pelan pipi Sofie


"Ahhh Siaaaaallll"


"Kalian berdua saya pecat, sekarang enyahlah dari hadapan saya" ucap Ido berteriak.


Amara nampak ketakutan, ia bergegas bangkit dan berlari keluar ruangan Ido,


Sementara Hilda dengan gemetar menuju ke meja kerjanya lalu memgambil minyak Angin dan membuat segelas teh hangat, setelah itu kembali keruangan Ido


"Mau apa lagi kamu masuk, dasar sekertaris gak becus" hardik Ido


"Bapak mau memecat saya atau apa terserah bapak, tapi izinkan saya merawat ibu Sofie sampai siuman" ucap Hilda langsung mengoleskan minyak angin ketubuh Sofie dan menghirupkan aromanya ke hidung Sofie


Terdengar Suara Sofie mengerang, matanya mengerjap beberapa kali

__ADS_1


"Bu, bu Sofie, sadar bu" ucap Hilda


"Sayang, kamu sudah siuman ?" tanya Ido mendekatk Sofie yang dibantu oleh Hilda duduk


Sofie menepis tangan Ido, sorot matanya penuh kebencian.


Sofie sengaja mendatangi kantor Ido karena ia ingin memberi kejutan tentang kehamilannya, namun pada akhirnya ia kembali yang terkejut.


Sofie bersikeras keluar rumah sakitbkarena bahagia ketika ia mengetahui di dalam tubuhnya kini bersemayam nyawa kecil buah hatinya dengan Ido, ia menyingkirkan egonya, memaafkan perbuatan Ido, namun kini ia merasa keputusannya salah.


kejadian tempo hari membuatnya curiga dan kini, kecurigaannya terkuak di depan matanya


"Sayang, maafkan aku" ucap Ido berusaha meraih tangan Sofie, namun Sofie menepisnya kembali dengan tangis tak bersuara.


tubuh Sofie terguncang, hatinya hancur berkeping-keping


pintu ruangan Ido tiba-tiba terbuka


Kak Sofie kenapa? apa yang loe lakuin sama kak Sofie " teriak Risya yang tiba-tiba kembali ke ruangan Ido karena ponselnya tertinggal, namun ia malah melihat pemandangan yang membuatnya marah


Risya dengan lembut menggenggam tangan Sofie, sementara sebelahnya memegang kening Sofie , memeriksa kondisi Sofie.


"Kakak kenapa? apa yang di perbuat Ido? kenapa kakak disini, bukannya istirahat di rumah sakit" cerocos Risya kawatir dengan kondisi Sofie


"Kakak baik-baik aja. Risya tolong bawa kakak keluar dari tempat ini" ucap Sofie sambil menangis.


Risya lalu mengangguk, ia menghampiri Ido yang terkejut melihat kedatangan kembali adenya.


"Ris, apa maksud loe Sofie di rumah sakit, loe sembunyiin sesuatu? " tanya Ido meminta penjelasan Risya yang mendekatinya dengan wajah murka


Risya tersenyum mengejek lalu


Buuugghhh... Buuughhhh, Buuuuggggghhhhh

__ADS_1


sebuah bogem mentah mendarat di pipi kanan dan kiri Ido, serta sebuah tendangan telak mendarat di tubuh Ido, seolah Ido samsak yang di gunakan Risya, lalu Risya menarik kerah kemeja Ido


"Risyaaaa...hentikan tolong hentikan, kakak mohon sama kamu, bawa kakak keluar Risya huhuhu" teriak Sofie melihat Ido yang babak belur dihajar Risya


"Udah gue peringatin loe, jangan bikin kak Sofie nangis, loe akan nyesel, kakak si*lan" umpat Risya lalu berjalan mendekati Sofie, ia dengan sigap mengangkat Sofie ala bridal, Risya memberi kode pada Hilda untuk mengikuti mereka.


Mereka meninggalkan ruangan Ido langsung menuju parkiran basement.


Ido yang ingin bangkit menahan kepergian mereka, namun ia kembali jatuh tersungkur karena Risya memukulinya denga kekuatan penuh. Disamping Risya memiliki tubuh tinggi kekar dia juga ahli bela diri muay thai. Ido tak berdaya di hajarnya


"****, Risya loe mau bawa kemana istri gue, ade kurang ajar loe, sial" sumpah serapah Ido


eaaa... tebakannya salah semua, yang datang ternyata Sofie.


Duh sakitnya hati melihat perselingkuhan di depan mata


Rasanya author mau lempar loyang panas


(karena author main loyang-loyang kue jadi klo emosi loyang melayang, hahahaha (kidding)


kalau kalian mau lempar apa hayo ke Ido yang playboy cap ikan sarden)


# Kira-kira Risya mau bawa kemana Sofie?


# mengapa Hilda ikut mereka ya?


penasaran kaaaaannn..


tunggu chapter selanjutnya ya esok hari


Seperti biasa mohon dukungannya tinggalkan like dan coment-coment manismu


Sehat selalu. terima kasih

__ADS_1


__ADS_2