Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Mencari Pembenaran II


__ADS_3

"Aku juga berharap demikian, aku tak tahu apa yang ada dalam pikiran kak Sofie, aku tak bisa membujuk kak Sofie untuk terus bersama kak Ido, aku cuma mampu mengeluarkan otot, tapi lemah dalam hal berbicara" ucap Risya lemah


"Itulah mengapa ada aku, serahkan semuanya pada wanitamu ini" ucap Hilda sambil mencubit hidung mancung Risya


"Owh, makasih wanitaku, calon ibu anak-anakku" ucap Risya mengecup puncak kepala Hilda


"Sudah lewat waktu makan malam, sebaiknya aku membangunkan kak Sofie. kamu tolong bereskan kamar untuk mama, papa mu nanti"


"Siap boss" ucap Risya menggandeng kekasihnya masuk ke dalam rumah, lalu mereka berpisah di depan kamar Sofie.


Hilda mengetuk pintu Sofie


Agak lama tak terdengar suara dari dalam kamar, Hilda lalu membuka pintu yang kebetulan tak terkunci. ia membuka perlahan.


Nampak Sofie masih tertidur dengan posisi meringkuk seperti bayi.


Wajahnya terlihat pucat dan matanya sembab, tanda ia menangis lama


"Ya Tuhan, kuatka. kak Sofie menjalani semua cobaan ini" gumam Hilda dalam hati.


Hilda melangkah mendekati Sofie lalu duduk di pinggir tempat tidur Sofie.


sebenarnya ia enggan mengganggu Sofie, namun sejak sore tadi Sofie belum makan, sehingga mau tak mau Hilda memberanikan diri, membangunkan Sofie.


"Kak, kak Sofie bangun, kita makan dulu yuk" ucap Hilda menepuk lembut pipi Sofie


Sofie menggeliat, perlahan matanya mengerjap beberapa kali.


"Ah Hilda, jam berapa sekarang?" tanya Sofie masih enggan turun dari kasurnya"


Sofie lebih nyaman di kasur berbaring karena kepalanya pening dan tubuhnya sangat lemah


"sudah hampir jam sembilan malam. Kak Sofie harus makan, kalau ditunda lagi nanti kakak bisa sakit"


"Ya Tuhan, aku tertidur seperti orang mati, sampai lima jam, maafkan kakak ya Hilda, semenjak Hamil kakak jadi mudah lelah"

__ADS_1


"Gak apa-apa kak, santai aja. Kakak memang butuh banyak istirahat. Hilda bawa makan malam kakak ke kamar saja, sebentar ya kak" Hilda ingin bangkit, namun Sofie menariknya


"Ayo kita makan di meja makan saja, kak Sofie yakin kalian pasti belum makan kan? " Hilda hanya nyengir kuda karena Sofie benar, mereka menunggu Sofie bangun tidur.


Sofie berjalan menuju wastafel, lalu membasuh mukanya, setelah itu mereka menuju ruang makan, nampak Risya sudaj menunggu sambil bermain ponselnya.


"Oh kak Sofie sudah bangun" ucap Risya buru-buru bangkit lalu menarik kursi untuk kakaknya


Mereka lalu makan malam tanpa bersuara, sibuk dengan pikiran masing-masing.


Setelah selesai makan lalu Sofie pamit masuk ke kamarnya lagi.


Sementara Hilda dan Risya saling memandang.


"Sayang kamu temani kak Sofie ya, biar cucian piring aku yang bereskan"


"Kamu yakin? banyak itu"


"Serahkan sama calon suami mu ini" ucap Risya menepuk dadanya.


"Sayang, ah kan gak tiap hari bantu-bantunya, kita tetap harus punya satu pembantu yank.


Sayaaaang oh my god " ucap Risya menepuk jidatnya yang di balas tawa serta juluran lidah Hilda


Sementara dikamar Sofie


Sofie membuka jendela kamarnya, lalu menuju balkon. ia memandang lepas ke luar rumah


pemandangan yang indah di malam hari, hanya temaram lampu yang menghiasi beberapa rumah penduduk.


Sofie menghempaskan tubuhnya dikursi malas terbuat dari rotan yang menggantung, seperti ayunan.


Pikirannya melayang jauh.


"Mas apa yang kamu lakukan sekarang? apakah kamu masih mencintai aku?

__ADS_1


mengapa kamu tega selingkuh di belakangku?


Bagaimana nasib anak kita mas? Aku tak mau ia tumbuh tanpa kasih sayang papanya, namun aku juga sulit untuk memaafkanmu


pernikahan kita baru seumur jagung, tapi kamu tega mendua. Bagaimana jika nanti kita sudah berumah tangga lebih dari beberapa tahun. Apakah kamu bisa setia? "


Air mata Sofie merembas keluar, ia mengelus perutnya yang masih rata, disana terdapat nyawa tak bersalah.


Sofie bertekad akan membesarkan anaknya walau apapun yang terjadi nanti.


Tok Tok Tok


Suara pintu diketuk seseorang.


Sofie buru-buru menghapus air matanya.


Author akan update setiap hari jika tak ada kendala ya, jadi ikuti terus kelanjutannya.


Keputusan apa yang akan Sofie ambil nanti?


Bagaimana dengan Ido, apa yang akan Ido lakukan?


Bagaimana pula tindakan yang akan di lakukan Haryo dan istrinya ketika mengetahui Sofie hamil.


Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan like, coment, dan klik favorite untuk mendapatkan notice update terbaru karya Author.


Dukungan reader semua sangat berarti untuk Author.


Mampir juga yuk ke karya author lainnya yang tidak kalah serunya


# Suami Sewaan


#Cinta Di Ujung Asa


#Cinta dalam bayang-bayang

__ADS_1


__ADS_2