Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Membuka Lembaran Hidup Baru


__ADS_3

Akhirnya Prakoso dan Istrinya merestui. hubungan antara Sofie dan Ido.


Sebulan kemudia, Sofie dan Ido menikah, mereka menggelar acara pernikahan mewah di sebuah hotel bintang lima.


Semua itu kemauan Prakoso dan Istri walau Sofie lebih menyukai kesederhanaan, namun Sofie juga tidak bisa menolak keinginan papa dan mamanya,.


Nampak senyum bahagia menghiasai wajah kedua mempelai. Sofie terus memandang Ido yang kini sudah menjadi suaminya dan hatinya berbunga-bunga, ia wanita paling bahagia di muka bumi ini.


"Sayang mengapa kamu terus melihatku? apa ada sesuatu di wajahku? tanya Ido sambil meraba wajahnya


"Aku masih gak percaya kita sudah menikah"


"ah Istriku ini memang lucu dan gemesin. lope u my sweet heart" ucap Ido sambil mencubit hidup Sofie


Setelah seharian menggelar acara resepsi, akhirnya selesai sudah


Sofie dan Ido menuju kamar hotel yang sudah di persiapkan selesai acara


Setelah membuka pintu hotel, tiba-tiba Ido menggendong Sofie ala-ala bridal.


Sofie melingkarkan tangannya di leher Ido.


mereka saling berpandangan, bibir mereka saling berpautan.


Sofie mencium Ido sekilas lalu mereka kembali berciuman, kali ini lebih dalam


lidah mereka saling menjelajah berpautan.


Ido mulai menciumi wajah Sofie lalu turun ke lejer jenjang Sofie, perlahan-lahan meletakan Sofie di tempat tidur dan mulai menciumi Sofie penuh nafsu hingga meninggalkan kiss mark di leher Sofie, Sofie menikmati belaian dan ciuman Ido, hingga tanpa sadar ia mendesah


"love u istriku tercinta," bisik Ido lalu kembali menciumi Sofie.


Ido menari tubuh Sofie dan mulai membuka pakaian Sofie hingga tinggal pakaian dalamnya saja, Ido meraih dua bukit kembar dan meremasnya menikmati setiap jengal tubuh Sofie hingga akhirnya tak tersisa sehelai kainpun.

__ADS_1


Ido mengangkat tubuh Sofie menuju bath tube


"sayang, aku menangih jatahku"


Sofie menganggkuk dan tersenyum pasrah.


ia menyerahkan hal yang paling berharga untuk suaminya tercinta, hingga beberapa kali mereka memadu kasih dan akhirnya kelelahan dan tertidur


Matahari sudah tinggi, namun belum ada tanda-tanda kedua penghuni kamar itu terbangun


Sofie terbangun, ia mendengar ponselnya berbunyi


mama Calling......


"astaga, sudah jam brapa ini? ternyata sudah siang" gumam Sofie sambil tangannyaemggapai ponsel di nakas


"assalamu alaikum ma"


"wa alaikum salam sayang, maaf ya mama mengganggu, papa dan mama mau berpamitan, kami mau langsung berlibur, jadi kita bertemu setelah pulang ya sayang.


"makasih ma, sampaikan salam Sofie buat papa, mama dan papa juga hati-hati di jalan, jaga kesehatan, vitamin jangan lupa minum"


"iya.. iya sayang. ya udah ya mama pergi dulu, papamu sudah manggil, bye bye sayang"


"bye ma.. "


tut tut tut


Panggilan berakhir


Sofie menarik laci nakasnya, memang terdapat amplop berisi tiket pesawat untuk penerbangan besok.


Bulan madu yang di persiapkan Prakoso dan Istrinya sebagai hadiah pernikahan Sofie

__ADS_1


Sofie merasakan seluruh badannya sakit.


Ia melihat Ido masih tertidur pulas.


Sofie perlahan mulai bangkit namun ia merasa sakit menahan perih, lalu kembali terduduk di kasur.


"sayang kamu udah bangun? tanya Ido dengan suara parai khas orang bangun tidur


"baru aja bangun, tadi mama telepon kasih kabar mereka keluar hotel duluan untuk pergi berlibur, dan mereka menyiapkan kita tiket bulan madu untuk penerbangan besok"


"ahhh aku malas, lebih enak bulan madu di kamar saja" ucap Ido menggoda


buuuuggg


sebuah pantal melayang kearah Ido


"dasar mesum, liat perbuatanmu aku jadi sulit bangun" protes Sofie


Ido terkekeh senang melihat ekspresi cemberut istrinya.


"baiklah, biarkan hamba yang melayani tuan putri sebagai hukumannya" ucap Ido lalu membopong Sofie menuju kamar mandi


Sofie sontak memukul mukul Ido, karena Sofie sudah dapat mencium akal bulus Ido


"lepasin aku, kenapa kamu jadi sangat mesum seperti ini?" protes Sofie meronta-ronta dalam bopongan Ido


"diamlah sayang, atau kamu ingin tetangga sebelah kamar kita mencuri dengar? "


Sofie membekap mulutnya, ia menyadari jika ia berteriak-teriak cukup kencang


"nak jadilah anak manis, biarkan aku memandikanmu" seringai jahat Ido


Ido mulai membasahi tubuh Sofie lalu menyabuni nya, dan akhirnya Ido melakukannya lagi di kamar mandi setelah Sofie selesai mandi, yang akhirnya membuat Sofie harus mandi kembali

__ADS_1


"Dasar suami mesum, apa kau ingin membuatku mati kedinginan, sudah belum makan, lain kali aku tidak mau kau mandikan lagi" dengus Sofie marah yang di balas tawa Ido


__ADS_2