Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Erna III


__ADS_3

Seorang pria terlihat sedang menunggu kedatangan seseorang, beberapa kali terlihat jam di pergelangan tangannya.


"Apa kau yakin pria itu ingin menemui kita sekarang?


Sudah lebih dari setengah jam kita menunggu, tapi belun juga terlihat batang hidungnya."


"Bener bos, saya gak salah. Tapi kemana ya kenapa belum sampai?"


"Ehem maaf saya terlambat" ucap Pria berbadan atletis menyapa mereka


"Dimas" ucap pria tersebut mengulurkan tangan


"Ricky " silahkan duduk


Mereka lalu duduk dan memesan minuman


"Jadi pak Dimas sudah lihat kan barang kami? yang mana yang bapak suka? "


"Well saya suka yang sudah matang"


"Hahha bapak unik sekali, biasanya orang-orang cari yang masih bau kencur atau yang lagi ranum-ranumnya"


"Itulab kenapa saya susah dapat yang sreg di hati, kebetulan rekan bisnis saya rekomendasikan anda"


"Hahha oh gitu ya pak, ok. bapak mau berapa? dan sudah pilih ya? jadi tinggal transaksi nanti seperti biasa prosesnya"


"Ok, besok malam saya free, tolong diatur ya."


"Jangan kwatir pak aman itu, yang penting transaksi duluan ya pak"


"Siap, sudah saya transfer silahkan anda cek"


"Sip pak, kami siapkan"


"Kalau begitu saya permisi" ucap Dimas berjabat tangan lalu meninggalkan cafe tersebut.

__ADS_1


"Jack loe udab periksa klien ini? aman gak? "


"Aman bos, dia kerja di perusahaan gede. lagi berlibur dan butuh selimut"


"Sip loe emang bisa diandalkan. kasih service yang excelent sama pelanggan, biar mereka ambil lagi ke kita dan bisa kasih recomendasi ke teman-temannya"


"Siap bos"


"Loe udah tahu keberadaan bini gue belom? si bule sialan diapain bini gue habis dipake kaga balik, doyan bener. coba loe hubungin tuh bule sampai bisa, bonus buat dia gue kasih tuh ****** lapuk buat dia" ucap Ricky terkekeh sambil menghisap rokoknya.


"Siap bos, bos kaga kasian apa sama dia? "


"Kasian? dia yang bikin gue kaya gini.


dia yang jebak gue biar mau ngawinin dia walau dia dah kaga perawan, sial dapat ampas gue.


ini balasan buat dia udah buat gue ngawinin dia. masih untung gue mau nerima dia yang udah hamil" ucap Ricky santai


"Tapi bos"


"Jack loe mau sama bini gue? kalau loe mau gue kasih. gak guna itu sampah sakit-sakitan dan jelek juga. bosen gue liatnya"


"Halah, nanti gue kasih loe. tunggu dja datang. loe orang kepercayaan gue. kalau loe minta perawan yang ada juga gue kasih mengingat jasa loe sama gue"


"Enggak bos, loe bebasin Erna aja, kalau loe ikhlas buat gue"


"Hahaha loe jack -jack selera loe si ****** itu, oke lah. gue urus nanti buat loe. sekarang gue cabut dulu. mau wik wik sama ayank embeb gue" ucap Ricky lalu pergi sambil tertawa.


setelah kepergian Ricky terlihat wajah Jack emosi


"Dasar bajing*an, gue emang bejat tapi gak sebejat loe jual istri sendiri" maki Jack memukul meja di depannya dengan emosi lalu berjalan ke kasir membayar pesanan mereka dan meja yang rusam karena ulahnya.


Ia meraih ponsel dan menghubungi Erna, Jack merasa kasian pada Erna yang di jual oleh Ricky sejak pertama mereka menikah.


melihat Erna yang terus diancam dan menurut membuat Jack iba dan prihatin hingga ia merasakan perasaan aneh pada diri nya.

__ADS_1


Berkali-kali Jack meminta Erna ikut dengannya, namun Erna menolak karena kawatir dengan kondisi orangtua nya yang di bawah ancaman Ricky, kini Jack punya alasan agar Erna tidak bisa menolaknya lagi, karena Ricky memberikannya begitu saja, seperti membuang barang yang rusak.


"Hallo" terdengan suara lemah di ujung telepon


"Erna loe dimana? mas jemput ya, kita pulang" ucap Jack berubah lembut.


Jack yang terkenal kasar dan garang, hanya bisa bersikap lembut jika di depan Erna.


Erna lalu memyebutkan alamat lokasi ia berada.


Tak berapa lama Jack sampai di sebuah cottage yang di jaga beberapa pria bertubuh kekar


Pria tersebut mendatangi Jack


"Maaf ini tempat tinggal pribadi, yang tidak berkepentingan di larang masuk


"Siang bro, gue mau jemput cewe gue Erna, bilang aja dari Jack"


"Harap tunggu" ucap si pria lalu terlihat menghubungi seseorang lalu tak lama menghampiri Jack dan membuka gerbang cottage.


Jack melongo melihat ke dalam, ternyata luas dan indah. Erna melambai dari depan pintu


Jack memarkirkan kendaraan nya lalu menghampiri Erna


"Gue baru kali ini liat nih cottage bagus bener, si bule nyewa disini? " tanya Jack menyentuh perabotan yang terdapat di ruang tamu.


"Jack sebaiknya loe duduk dulu, ini cottage temen gue" ucap Erna.


Terlihat Sofie dan Azis serta Dimas menghampiri mereka


"Loe pak Dimas kok disini?, apa maksud loe? loe mau permainin gue ya" bentak Jack garang bersiap memukul Dimas


"Jack please tenang. loe denger dulu penjelasan kami" ucap Erna menenangkan.


Jack di tarik Erna duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Jadi apa maksud loe jelasin sama gue" ucap Jack tanpa menunggu lama


"sebenarnya begini... "


__ADS_2