
Kakak hanya memasrahkan diri pada sang pencipta, mempersiapkan diri saat di panggil. karena satu di dunia ini yang pasti adalah kematian. Dari tiada menjadi tiada kembali"
"Hapus air mata mu, atau mama akan melihat itu" ucap Ido yang mendengar suara langkah mendekat
Risya buru-buru menuju toilet membasuh wajahnya, ia tak ingin Mama nya jadi kawatir.
"Loh sayang, Adikmu mana sayang? " Tanya Tania ketika memasuki ruang rawat Ido mencari keberadaan Risya
"Toilet ma, sakit perut katanya" ucap Ido beralasan.
"Tuh anak pasti makan pedas-pedas deh jadi sakit perut, heran mama Risya itu gila banget sama sambal, makan apa aja mau nya pedas, sampai ice cream aj mau ordernya yang pedas, ampun mama sama itu anak"gerutu Tania yang paham akan hobby anak bungsu nya tersebut
"Iya mungkin, gimana ma? bubur nya ada gak? " tanya Ido penasaran melirik plastik tengteng yang di bawa Tania
"Ada dong, mama suapin ya, masih panas" ucap Tania membuka kantong kresek dan mengeluarkan mangkuk plastik berisi bubur
"Ido mau makan sendiri ma, malu" ucap Ido lirih di akhir kalimatnya sambil melirik Hilda yang berdiri di samping mama nya.
"Hilda juga ngertiin kok, ya kan sayang? " tanya mama melirik calon mantu nya yang di balas anggukan kikuk Hida tak menyangka Tania akan menanyakan hal tersebut.
Hilda sengaja duduk di sofa lalu menyibak kan diri dengan ponsel nya, ia tak mau Ido merasa tak nyaman karena kehadirannya.
Tania dengan telaten menyuapi bubur, dengan penuh cinta ia menyuapi anak sulungnya tersebut, mengelap bubur yang tersisa di bibir putra nya
"Mama udah nyuapin kamu, kamu cepet sembuh ya sayang, sebagai upah mama nyuapin kamu "goda Tania yang di balas senyum Ido
"Ido sayang mama" ucap Ido spontan membuat air mata Tania menetes
"Mama juga sayang kamu seperti halnya mama sayang juga sama adikmu.
kalau kamu sayang mama, cepet sembuh ya, jangan buat mama kawatir. mama sedih liat kamu kaya gini.
mama akan suapin kamu tiap hari, karena di setiap suapan mama ada Doa tulus mama buat kamu nak"
"Terima kasih ma, mama yang terbaik.
Semoga Allah mendengar dan meng-ijabah semua doa mama.
segala sesuatu nya Ido serahkan sama Allah. karena Allah yang mempunyai kuasa atas tubuh ini. Mama percaya sama Allah, Jangan sedih jika Allah takdirkan Ido seperti ini, atau suatu saat Ido akan pulang"
"Mama selalu percaya kuasa Allah sayang.
Kamu emang mau pulang kemana? mama akan temani kemana kamu pergi"
"Ido cuma mau pulang kerumah dan ketempat papa"
"Ok nanti mama antar kamu pulang dan ketempat papa ya, hayo abiskan buburnya biar cepat sembuh dan gemuk lagi" ucap Tania yang tak sadar perkataan anak nya
Sementara Hilda sudah keluar kamar, ia menggigit bibir nya, dadanya sesak melihat pemandangan di depan nya.
Hilda sangat tahu kondisi Ido dan apa maksud perkataan Ido pada mama nya.
Hilda menangis dalam hati.
Jikalau saja Tania tahu bahwa saat ini Ido berpamitan pada nya secara tak langsung.
Sementara Risya di toilet menangis tanpa suara, ia merasakan kesedihan yang amat dalam
"Bagaimana gue nanti menenangkan mama kak, kenapa loe nyerah gitu aja sama penyakit loe?
__ADS_1
Gue masih bedoa, Allah kasih mukjizat loe bisa sembuh" gumam Risya lirih.
Penyakit spilis yang di derita Ido ternyata merambat menjadi kanker dan diperparah komplikasi jantung darah tinggi.
semua penyakit seakan berebut menempel pada Ido, disaat Ido sudah mau taubat.
cobaan datang silih berganti, namun Risya kagum pada kakak nya tersebut.
Ido tak pernah mengeluh atau merintih kesakitan, ia menahan semua nya dalam diam.
Terkadang tubuh Ido hingga berwarna putih pucat karena menahan sakit yang teramat, namun ia memilih memejamkan mata serasa berdzikir hingga akhirnya ia tertidur dalam dIkir.
Tania terus bercerita dan bercanda dengan Ido, mereka mengenang masa kecil Ido, hingga akhirnya Ido tertidur.
Tania memandang wajah putra nya yang kini terlihat lebih tua dari usia nya.
wajah Ido seperti sepuluh tahun lebih tua dengan tulang wajah yang terlihat menonjol hanya balut kulit.
Tania ikut naik ketempat tidur, Ia menepuk-nepuk bahu Ido, me-nina bobokan putra sulungnya seakan Ido itu anak kecil lalu ikut tertidur disamping Ido.
Risya keluar dari toilet dan melihat mama nya tertidur pulas sambil menggenggam tangan kurus Ido
"Ya Allah cobaan berat apa lagi yang akan kami alami, kuatkan mama hamba ya Allah.
kuat kan kami menjalani ini semua.
Ampuni segala dosa-dosa kakak hamba baik yang di sengaja maupun tidak
Berikan kakak hamba kesembuhan, hamba tidak kuat melihat penderitaan nya" ucap Risya memandang pilu mama dan kakak nya.
Risya tak bisa membayangkan bagaimana perasaan mama nya jika....
Ia lalau beristighfar.
Risya berpamitan pada Hilda, ia berjalan menuju masjid yang berada di dalam gedung rumah sakit.
Selang satu jam kemudian
Tania membuka mata nya perlahan, ia tersenyum menyadari jika ia ikut tertidur disamping putra kesayangan nya.
Tania membelai rambut hitam Ido, mengecup kening nya.
Tiba-tiba genggaman tangan Ido terlepas, Tania hanya berfikir jika putra nya sungguh terlelap lalu mencubit gemas hidung mancung Ido
Namun ia merasa ada yang ganjil saat tangan nya menyentuh hidung Ido, ia tak merasakan hembusan nafas khas orang tertidur
Dengan gemetar Tania mengulurkan jari tangan nya menyentuh hidung Ido dan ia jatuh terduduk
Tubuh Tania bergetar hebat, ia mulai menangis
"Enggak, ini gak mungkin.
sayang kamu jangan bercanda sama mama. Kamu udah janji akan sembuh. jangan tinggalkan mama, Ido bangun sayang,.
Ido jangan tinggalkan mama sayang, Idooo"
Tania terjatuh tak sadarkan diri.
Hilda yang mendengar teriakan Tania bergegas masuk dan mendapati Ido sudah tak bernafas. dan calon mertua nya yang shock dan tam sadarkan diri
__ADS_1
Ia segera memanggil dokter dan perawat lalu menghubungi Risya
"Mas, kak Ido mas" ucap Hilda menangis.
Risya berlari sekuat tenaga menuju kamar Ido dan melihat suster menutup wajah Ido dengan selimut putih.
Hilda memeluk Risya yang terpukul akan kepergian saudara satu-satunya tersebut, walau mereka sudah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, tak ayal mereka tetap terpukul akan kepergian Ido
"Hilda, kak Ido.... " ucap Risya menangis
"Sayang, Ikhlaskan kak Ido tenang di sana.
kasian kak Ido terus menahan sakit, sekarang kakakmu sudah bebas dari semua penyakitnya.
Jangan kamu meratapi kepergiannya, ini yang terbaik buat kak Ido, Hilda ga tega liat kak Ido yang setiap hari kesakitan" ucap Hilda parau.
"Innalillahi wa inna illahi rojiun, selamat jalan kak, Risya ikhlas. kak Ido sudah gak sakit lagi. Ini yang terbaik buat kakak" gumam Risya terisak menatap wajah tenang Ido.
Risya mencium kening saudara nya.
"Kakak Risya sayang kakak, Risya janji akan melaksanakan amanah kak Ido.
Kakak yang tenang di alam sana" Risya memeluk tubuh dingin Ido seolah tak ingin melepaskan.
Ia berjalan gontai, Hilda membantu Risya duduk di Sofa yang terdapat di ruangan tersebut.
Risya terlihat masih shock, ia menggenggam tangan Ido.
Hilda segera mengurus dokumen untuk membawa pulang jenasah Ido, tak lupa ia juga mengabarkan berita duka ini pada Sofie, walau Risya melarang karena tak mau Sofie sedih, toh menutupi dari Sofie malah akan membuat Sofie makin sedih dan kecewa nanti nya.
Setelah semua dokumen kepulangan Ido selesai, Hilda memeriksa kondisi calon mertua nya, Tania terlihat sangat terpukul, ia menangis di dampingi seorang suster yang di minta olehnya menjaga Tania karena kondisi Tania yang tidak stabil sehingga Hilda takut Tania nekad bunuh dirj lagi.
"Hildaaaa" Panggil Tania melihat kedatangan calon mantu nya
"Mama" ucap Hilda meneteskan air mata
"Huhuhu, Idooo..., idooo sudah meninggalkan mama, satu persatu orang yang mama sayang meninggalkan mama" ucap Tania memeluk Hilda sambil menangis pilu
"Ma, istighfar ma, yang ikhlas,.
Allah lebih sayang sama kak Ido, sekarang kak Ido sudah gak merasakan sakit lagi.
Mama gak sendiri kok, mama masih punya Risya dan Hilda"
Tania mencurahkan perasaan nya, ia merasa hampa dan hancur.
Baru beberpa jam lalu ia memanjakan Ido, namun kini ia tak bisa melihat lagi senyum dan tawa anak sulung nya itu
Maaf ya banyak yang minta di last part Ido gak meninggal, tapi ending Ido authot buat meninggal karena kasian penyakitnya sudah komplikasi.
Tapi Ido tutup usia saat ia sudah bertaubat dan meminta maaf pada mama nya.
Semoga kalian gak kecewa ya.
beberapa chapter lagi akan menuju ending dari novel ini. Akhirnya bagaimana ya.??
tunggu chapter selanjutnya ya....
pooh
__ADS_1