
Ido memeluk mama nya yang terlihat tak memiliki gairah hidup.
"Mama ini Ido ma, mama kenapa jadi begini? maafin Ido ma, maafin"Ucap Ido menangis di pangkuan wanita yang telah melahirkan dan membesarkannya.
Tania mendengar Ido berteriak menyebut namanya lalu membelai rambut Ido, air matanya menetes deras, namun tiba-iba ia menjerit dan memukul-mukul Ido histeris
Ido hanya pasrah mama nya menjambak dan memukuli serta mencakar wajah Ido,
"Kamu bukan anak ku, kamu pembunuh, pembunuuuuhhhh, kembalikan suami dan cucu ku.
aku benci kamu pergi...
pergi...
kamu pasti mau membunuhku juga kan?
Suster tolong bawa orang itu.
Dia bukan anakku, Ido ku sudah mati
hahahaha orang itu sudah menghancurkan keluargaku
aku benci , suster tolong" Teriak Tania histeris di sela tawanya ia menangis.
Rasa kehilangan yang dalam dan kecewa membuat Tania kehilangan kewarasan nya.
Risya yang datang melihat kondisi mama nya makin depresi berat menghampiri Ido dan menghajarnya.
"Kenapa loe gak mati aja kak sekalian? loe bawa bencana buat keluarga kita.
papa meninggal, Kak Sofie keguguran dan kami harus menanggung hutang yang jumlahnya fantastis.
sekarang loe puas liat kami semua menderita.
__ADS_1
loe liat wanita itu, wanita yang sudah ngelahirin loe kondisinya seperti itu. loe puas kan sekarang Bangs*t"
Risya menghajar Ido tanpa ampun, namun Ido hanya pasrah dan menangis sambil terus berkata
"maaf"
Risya dipegangi beberapa petugas keamanan yang dan yang lainnya memapah Ido yang berlumuran darah tergeletak di tanah.
Ido masih sadar dan terus mengucap maaf
"Jangan pernah loe menampakkan batang hidung loe lagi depan gue, atau loe gue Bun*h, kali ini loe gue lepasin mengingat gue adik loe, tapi detik ini juga ikatan kita berakhir. loe bukan kakak gue lagi. jalanin hidup loe dan jangan pernah ganggu lagi hidup gue dan mama" ucap Risya mengibaskan tangan petugas keamanan dan masuk kedalam ruang perawatan untuk menenangkan mama nya yang histeris
"Ma, mulai detik ini, Risya cuma punya mama, Risya sayang mama. mama cepat sembuh ya”Ucap Risya memeluk Tania yang menggigil ketakutan.
”Mama takut, mama takut dia setan yang bawa bencana, Risya mama takut"gumam Tania berulang-ulang dengan tubuh bergetar dan air mata yang terus menetes
"Mama huhuhu, Risya akan menjaga mama, mama jangan takut ada Risya. please ma jangan seperti ini Risya sedih”Ucap Risya menangis melihat keadaan Tania yang sudah seperti kehilangan akal sehat nya.
Tania depresi berat, ia menolak kebenaran dan memilih hidup di dunia khayalannya, walaupun begitu hatinya terlalu sakit menerima kenyataan pahit yang bertubi-tubi.
”Sayang mama"ucap Risya tak kuasa melihat wanita yang melahirkannya kondisinya memprihatinkan
Hilda memeluk kekasihnya membiarkan Risya menumpahkan kesedihannya.
bukan berarti lelaki calon imam nya ini lemah, laki-laki juga bisa menangis.
Setelah Risya tenang, Hilda baru bicara
"sayang, kak Sofie tadi mengirimi ku pesan singkat. ia menanyakan kondisi mama, tapi aku belum balas. Aku bingung harus menjawab apa”
"Katakan mama baik-baik saja, aku tak ingin kak Sofie terus menerus direpotkan, dibandingkan apa yang aku rasakan, kak Sofie lebih menderita. ia di khianati suaminya, kehilangan anaknya, kehilangan papa dan kini kwatir keadaan mama.
Cukup membuat kak Sofie susah. kita urus mama berdua. maukah kamu mengurus mama dan merawatnya? Mama kondisinya sudah seperti ini, apakah kamu masih mau menikah denganku?
__ADS_1
Kini aku laki-laki miskin yang tak punya apa-apa ditambah punya mama yang seperti ini kondisi nya.
Jika kamu ingin meninggalkan ku, aku terima”ucap Risya berkaca-kaca
"sayang, aku bukan wanita sempurna dan kamu penyempurna hidupku, aku juga tidak mau laki-laki yang kaya tapi harta orangtua nya, aku lebih bangga laki-laki yang tekun bekerja dan bersama kita membangun semua dari nol, akan lebih terasa manis ketika kita sukses bersama nanti, aku sudah menganggap mama adalah mamaku sendiri, aku menerima mu sepaket dengan keluargamu. jika aku mencintaimu maka aku harus mencintai keluargamu juga.
Aku bukan wanita yang mundur tanpa berusaha, tapi jika kamu memilih melepaskan ku aku bisa berbuat apa? karena aku ingin lelaki yang mempertahankan ku, menggenggam tanganku dan menua bersama”
”Terima kasih sayang, kamu wanita hebat ku. aku akan menyesal seumur hidupku jika aku melepaskanmu”
"Dan kamu lelaki hebat ku, aku akan menyesal jika tak mempertahankanmu” ucap Hilda tersenyum
"Aku bangga sama kamu sayang, kamu membuat aku selalu tenang dengan kata-katamu”ucap Risya menggenggam tangan Hilda.
"Aku bangga sama kamu karena lelaki yang mencintai orangtuanya dan menghormati ibunya adalah lelaki yang kelak akan menghormati dan mencintai istrinya dengan segenap jiwa. pemimpin masa depanku.”
"Mengapa setiap kata-kata yang terucap dari bibirmu sangat manis"ucap Risya me
Chapter ini perlahan tapi pasti Ido mendapat karma dari perbuatannya yang lebih menyakitkan daripada kematian yaitu tidak dianggap ada dan hidup dalam kesendirian tapi...
masih ada karma selanjutnya yang menunggu Ido.
Cinta tanpa logika adalah kebodohan
Semoga dari kisah ini kita bisa ambil hikmahnya,
bahwa kesetiaan adalah kunci kebahagiaan.
jangan pernah sakiti orang yang tulus mencintaimu, karena penyesalan itu datang belakangan.
ikuti chapter selanjutnya dan agar tidak ketinggalan tekan tanda love agar mendapat notifikasi update terbaru karya Author.
Jangan lupa tinggalkan like,dan coment kamu ya di setiap chapter ya sebagai dukungan buat author semangat berkarya.
__ADS_1
Terima kasih semua
pooh