
"Sofie masuk dulu ya bang,"ucap Sofie memberi kode Andre untuk mengikuti nya.
Sejak tadi, ia menahan tawa karena Andre di tuduh maling oleh bang Jack, dan Sofie bisa menebak kingkong yang di maksud oleh Andre tak lain adalah Bang Jack.
Mereka sudah masuk kedalam rumah, Sofie lalu tertawa terbahak-bahak, ia tak kuat lagi menahan tawa nya
"Kenapa kamu ketawa?ada yang lucu?" Tanya Andre bingung
"Lucu lah mas, masa kamu di sangka maling hahhaa"
"Terus aja ejek, dasar kingkong gak punya mata, masa ganteng gini dikira maling.
Lagian masa iya itu kingkong bapak nya Sisil dan Dian? "
"Hus, kingkang, kingkong, namanya bang Jack tau"
"Tapi beneran deh, itu orangbsuper nyebelin nya, mana dia nuduh aku tukang obat juga lagi " ucap Andre menggerutu
"Bahahahaha mas tukang obat itu baru cocok"
"Kamu ya seneng banget mas di hina" ucap Andre mengelitik Sofie hingga Sofie berteriak-teriak memohon ampun
"Ampun mas, ampun" ucap Sofie masih cekikikan
"Kamu dapet orang dari mana sih? serem banget gitu"
"Mas, jangan nilai orang dari penampilannya, Bang Jack itu hatinya baik "
"Belain terus aja bawahan kamu" ucap Andre bersedekap dada, merajuk
"Iya, iya bang Jack salah, nanti kita jewer ya hahahha" Sofie lagi-lagi tertawa meledek Andre
"Gak ah kamu aja yang jewer, badan dia lebih besar dari mas"
"Jadi mas cerita nya takut nih" goda Sofie
"Uhm, gak juga sih, cuma sayang aja kalao nanti main pukul-pukulan wajah mas kena pukul jadi jelek"
"Woo mas ya sekarang super kepedean"
"Tapi bener kan mas ganteng, kalau gak, mana kamu naksir mas"
"Pedee" ucap Sofie berjalan masuk menuju pantry
"Harus itu"
"Aku itu sayang orang tanpa melihat wajahnya mas, tapi ini, hati nya" ucap Sofie tersenyum
"Ya sayang dong, padahal diluar sana banyak yang suka wajah aku tuh"
"Ya kalau ganteng itu bonus mas" ucap Sofie tersenyum usil, dia tertawa sambil membuatkan Andre minuman dingin
"Kejam nya kekasihku" Andre merajuk memasang wajah memelas
__ADS_1
"Nih mas di minum dulu"
"Jadi mas, cuma beruntung ya dapat kamu"
"Hahaha, mas-mas, digodain aja kena.
Mas ganteng, baik hati, pekerja keras, berwibawa, dan menerima Sofie apa adanya, itu yang membuat Sofie membuka hati untuk mas"
"Makasih sayang, kamu wanita sempurna ku, bagiku kamu pelengkap kekuranganku.
Aku tak ingin kehilangan kamu lagi" ucap Andre jujur mengakui perasaan nya.
Ia mendekati Sofie dan memeluknya. mengecup puncak kepala Sofie dengan lembut
"Makasih sudah membuka hatimu untuk mas, mas janji akan membahagiakan mu selama nya" ucap Andre menatap mata indah Sofie
" Mas, jangan berjanji yang muluk-muluk padaku, aku trauma. Jangan pernah berjanji sesuatu yang nanti bisa kamu ingkari, aku tak mau merasakan sakit karena di khianati"
"Mas tahu semua yang pernah kamu alami, satu yang mas mau darimu, percayalah pada mas, dan bersandarlah pada mas.
Jangan bersikap seolah kamu kuat.
Mas akan selalu ada di sisimu, melindungi dan menjagamu"
"Massss"
"Mas sangat cinta kamu" ucap Andre lirih lalu mendekatkan bibirnya dan mencium bibir sexy Sofie lembut
Andre tahu derita yang pernah di alami kekasihnya ini, ia bertrkad dalam hati akan melidungi dan menyayangi Sofie selamanya.
Andre melepas ciumannya, ia menatap penuh cinta pada wanita di depannya
Andre merapihkan anak rambut Sofie dan menyelipkan nya kebelakang wajahnya.
ia mengecup kening Sofie dengan penuh perasaan, membuat Sofie bisa merasakan apa yang di rasakan Andre
"Biasakah kamu mempercayai mas, sayang?
Mas ingin kamu bisa mendampingi mas hingga kita menua bersama"
Sofie menitikkan air mata, ia merasa bahagia sekaligus haru
Ia merasa senang di cintai Andre sebesar ini, namun jauh di lubuh hatinya, ia masih merasa takut
"Sofie akan mempercayai mas, Sofie menitipkan hati Sofie pada mas, jangan pernah sakiti hati yang rapuh ini, atau Sofie bisa mati karena sakit nya terkhianati"
"Pstttt, jangan pernah katakan sesuatu yang tidak baik.
Mas ingin serius denganmu, mas harap kamu bisa sabar ya.
Mas ingin mendapatkan restu dari kedu orangtua kita dan orangtua angkatmu, agar kehidupan kita kelak berkah dan penuh rahmat karena doa mereka"
"Iya mas, Sofie juga berfikir seperti itu"
__ADS_1
"Ah satu lagi, jangan pernah tersenyum manis kepada laki-laki lain"
"Maksud mas? "
"Tadi siang aku lihat kamu tersenyum pada klien mu yang mata keranjang itu" ucap Andre dongkol
"Jadi, mas ceritanya cemburu? masa iya Sofie harus berwajah datar saat bertemu klien? "
"Ah tidak juga, cukup tersenyum biasa. Aku tidak suka jika senyum mu membuat pria di luaran sana tergila-gila pada kekasihku.
Terutama lelaki tadi siang. Jangan tersenyum padanya"
"Mas,mas, kamu tuh aneh"
"Aku serius sayang, pria itu memiliki pikiran buruk dan terlihat sekali dia menyukai mu"
"Itu hanya perasaan mas saja, mengapa sekarang kamu menjadi seperti anak kecil gini mas? mana Andre yang aku kenal? "
"Aku bisa seperti apa lagi, aku hanya ingin kekasihku tidak di lirik orang"
"Huhf siap mr. pencemburu"
"Biar, cemburu karena cinta"
"Tapi cemburu buta jadi posesif dan aku tidak mau memiliki kekasih yang posesif"
"Aku tidak posesif, aku hanya menjaga jodohku" ucap Andre tak mau kalah
Sofie terdiam, ia tak akan memang berdebat dengan mantan bos nya ini
"Oh iya mengapa mas kesini? apa ada hal yang penting? "
"Aku hanya merindukan kamu"
"Mas, kita baru saja bertemu beberapa jam lalu, come on pasti mas sembunyikan sesuatu"
"Hufh, aku berdebat dengan papa tadi saat pergi ke kantor. aku sangat emosi karena papa menekanku dan mendorongku jatuh ke masa lalu, papa menekan privasiku demu ego nya"
"Sabar mas, Sofie gak tahu apa masalahnya, tapi setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
Sebaiknya mas minta maaf, bagaimana pun itu orangtua mas, baik buruknya beliau, mas tidak boleh membentak nya.
minta maaf ya sayang, mengalah dan rundingkan baik-baik, jangan pakai emosi"
"Makasih sayang, kamu memang calon istriku yang paling baik, tak sia-sia aku menantimu selama ini. Kamu wanita yang menyejukkan pasangannya.
Mas bersyukur akhirnya Allah mengirim kamu, orang yang selalu ada dalam doa mas"
"Mas"
Andre memeluk Sofie erat
"Tetaplah seperti ini sebentar, mas ingin memelukmu agar beban dipundak mas berkurang"
__ADS_1
Sofie membiarkan Andre memeluknya, tanpa suara hanya keheningan, setelah beberapa saat Andre pamit pulang dan berjanji esok akan menjemput Sofie.
Mereka merencanakan akan bertemu dengan kedua orangtua kandung Sofie.