
Sofie merasakan suasana tegang di ruang keluarga, Prakoso terlihat beberapa kali menghela nafas, entah apa yang akan disampaikan nya.
Sedangkan mama yang biasanya ceriwis kini diam dan terlihat menunggu suami nya menyampaikan sesuatu.
"Sayang, apa kamu tahu apa yang akan kami sampaikan?
Kamu tahu kesalahan kamu dimana? "
"Maaf pa" Sofie langsung meminta maaf sebelum ia tahu apa yang di maksud oleh Papa nya.
"Sayang, kami sebagai orangtua sedikit kawatir dan kecewa.
Kamu mengambil keputusan tanpa meminta pendapat kami.
Apa kamu tahu bagaimana perasaan kami? "
"Maafkan Sofie pa"
"papa ingin mendengar alasanmu memberi jaminan atas penangguhan tahanan mantan suamimu.
Papa....
Ah, darah papa masih mendidih jika mengingat perbuatannya sama kamu.
Alasan apa yang membuatmu melakukan itu, sebaiknya kamu jelaskan pada kami"
"Papa, mama, Sofie tahu kalian kecewa sama Sofie.
Sofie juga enggak memberi tahu kalian tentang keputusan ini, tapi percayalah.
Sofie gak bermaksud demikian, hanya saja waktunya kemarin tidak tepat.
__ADS_1
Ido di rawat dan kemarin kondisi nya kritis.
Sofie membantu nya bukan karena Sofie masih mempunyai perasaan sama Ido, tapi jiwa kemanusiaan Sofie yang berteriak sehingga Sofie menolong dia, tidak lebih dari itu. Mama dan papa tolong percayalah"
"Syukurlah jika perasaan kamu sama dia sudah mati, papa lebih senang dia membusuk di penjara"
"Papa, Ido juga sekarat dan tidak mau di bawa ke rumah sakit, sejak ia di masuk kan kepenjara, ia menganggap semua penebus dosanya, ia sudah insyaf pa, ma"
"Semoga saja" ucap mama acuh tak acuh.
Sofie sangat mengerti jika mama nya sangat benci Ido, dan ia bisa memaklumi nya, semua karena rasa cinta nya pada anak perempuan tersayangnya
"Jadi apa yang akan kamu lakukan kedepannya? "
"Sofie hanya memberi Ido kesempatan bertaubat, setelah ia sembuh, ia akan menjalani sisa hukumannya"
"Baik lah, papa percaya sama kamu,
"Sofie gak lupa pa, besok Sofie rencana nya mulai masuk kerja"
"Ya udah, sebaiknya kamu istirahat, papa gak mau liat wajah kamu yang pucat dan kelelahan lagi.
Kamu bisa mendapat info perkembangan Ido melalui adiknya.
Papa tidak akan mentolelir jika kamu sakit katena laki-laki tak berguna itu"
"Iya pa, Sofie istirahat dulu. met malam mama, papa" ucap Sofie mencium kedua orangtuanya lalu berjalan menuju kamar nya
Sofie tidak menyalahkan sikap Prakoso, semua semata-mata karena papa nya sangat sangat menyayangi nya.
Sofie membersihkan tubuhnya yang lengket karena seharian di rumah sakit. lalu pergi tidur.
__ADS_1
Sementara di ruang keluarga
"Papa apa kamu tidak terlalu keras pada Sofie? "
"Maa, aku hanya ingin melindungi anak kita.
Papa masih merasakan darah papa mendidih hanya dengan mendengar namanya.
Anakmu ini...
benar-benar sulit di pahami"
"Kita sudah tahu bagaimana perangai anak kita sendiri, walau Sofie bukan anak kandungku, tapi aku sangat tahu sifat nya.
Ia tak akan pernah tega melihat orang kesusahan. walaupun orang tersebut sudah jahat padanya.
Papa juga tahi kan jika Erna yang dia pekerjakan di rumah nya adalah teman sekolahnya yang sudah jahat sama dia, tapi papa lihat. Anakmu itu malah membantu nya kan? Jadi please papa jangan kawatir jika Sofie akan kembali pada Ido.
Mama orang pertama yang akan menentang itu, jika benar terjadi. "
"Kami benar ma, papa yang terlalu kawatir saja. Papa hanya tak ingin dia berada dekat dengan manusia itu, papa takut Sofie luluh dan menaruh iba sama itu orang"
"Dari pada papa memusingkan anak kita, bagaimana kalau kita carikan jodoh?"
"Kenapa papa gak kepikiran ya, boleh juga itu saran mama.
Mama punya teman yang anak nya seusia anak kita gak? "
"banyaaaak pa, nanti mama tanya kan mereka"
"Tapi ma, jangan sampai Sofie tahu kita jodohkan, nanti di kira kita masih menganit sistem Siti Nurbaya lagi, biarkan semua nya mengalir alami perkenalannya"
__ADS_1
"Beres itu hehehe, ayo pa kita tidur sudah malam" ajak bu Prakoso mengandeng mesra suami nya"