Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Calon Mertua III


__ADS_3

"Kamu harus tahu satu hal.


Saya tidak mau anak saya kembali terluka untuk kedua kali,


pernikahan pertama nya telah gagal, jadi saya sarankan kamu di awal untuk memikirkan masak-masak sebelum kamu berfikir untuk serius dengan anak saya"


"Saya sudah memutuskan om, akan serius dengan anak om"


"Saya belum bisa menerima kamu, tapi saya tidak akan melarang kamu dekat dengan anak saya.


sebelum kamu berfikir serius dengan anak saya, sebaiknya kamu fikirkan bagaimana dapat restu dari kedua orangtuamu" ucap Bim tegas yang langsung terdiam ketika istrinya dan Sofie memasuki ruang tamu


Sofie sempat merilik ke arah Andre yang terlihat sedikit tegang, lalu ia melihat Bapak yang nampak sama dengan Andre, Sofie menduga jika saat ia dan ibu nya berada dj dapur, bapak dan Andre terlibat percakapan yang serius, itu terlihat dari perubahan wajah yang berusaha mereka tutupi.


"Pak ini Sofie buatkan rosella teh, bagus buat kesehatan" Bim hanya tersenyum dan mengangguk


Sofie lalu duduk dekat Andre, terlihat kedua orangtua nya menatap ia dan Andre penuh selidik


"Nak Andre kerja dimana? " tanya Sri mencoba mencairkan suasana yang sedikit tegang di ruang tamu, ia tahu jika suami nya sudah berbicara serius dengan tamu anaknnya, pasalnya sejak malam Bim terlihat gelisah memikirkan putrinya datang membawa pulang seorang pemuda.


Selama ini Bim tak pernah bersikap over protective pada Sofie, namun sejak kejadian Sofie menikah dan di selingkuhi oleh suaminya.


Bim pernah mempercayakan putrinya, menitipkan masa depan putringa pada pria itu, namun justru putrinya hidup dalam kesedihan.


Sejak itu Bim menjadj antipati dan langsung memasang rambu-rambu merah pada siapapun lelaki yang ingin dekat dengan putrinya.


"Di kantor tante, perusahaan eksport import"


"Nak Andre beraoa berkeluarga? apa orangtua masih ada? "


"Saya cuma dua bersaudara tan, Alhamdulillah orangtua masih lengkap"


"Alhamdulillah ya nak, Sofie ini tiga bersaudara, dia anak kedua, satu-satunya putri kami, adiknya masih SMA, jaraknya jauh, waktu Sofie SMA , dia punya adik lagi" ucap Sri tersenyum

__ADS_1


"Orang tua asal mana nak? " tanya Sri lagi, ia berusaha banyak bicara karena suaminya yang biasa ramah kini terlihat kaku dan pendiam


"Mama berasal dari jawa solo spain, papa sunda jawa"


Sri hanya mengangguk, dapat ia lihat ketampanan Andre pasti menurun dari ibu nya berdarah latin, namun Sri harus mengacungi jempol pada orangtua Andre yang masih menanam kan budi pekerti ketimuran pada Andre.


"Pasti lelah ya menempuh perjalanan jauh, ya begini lah suasana di desa nak, Ibu sama bapak sengaja pindah ke sini karena sudah bosan suara bising kendaraan, Kami ingin menghabiskan waktu tua kami dengan berkebun"


"Saya justru senang tan, lebih damai dan sehat udara di sini, minim polusi"


"Tante tinggal dulu kebelakang ya, masih masak takut gosong nanti" ucap Sri lalu beranjak kembali ke dapur


"Mas diminum dulu teh nya nanti keburu dingin "ucap Sofie pelan


Andre mencuri pandang ke arah Sofie, ia bertelad dalam hati apapun resiko dan rintangan yang di hadapi nya, ia tak akan tetap memperjuangkan Sofie


Sofie tak. enak hati dengan sikap bapaknya pada Andre, namun ia tak bisa berbuat apapun.


Sofie hanya memandang sekilas Andre dan berharap lelaki ini tak menyerah dan patah semangat bila keluarga nya belum bisa menerima keberadaan nya


Bim merasa ragu melihat tatapan mata anaknya yang terlihat mencintai Andre juga, namun ia harus bersikap tegas agar siapapun yang mendekati putrinya akan berfikir dua kali untuk mempermainkan anak nya dan untuk memguji seberapa besar tekad dan cinta pemuda itu


Sofie menghela nafas sejenak


ia kembali melihat Andre


"Mas, maafin bapak ya, jangan di ambil hati perkataan bapak, bapak hanya ingin melindungi anak nya . Akh harap mas bisa memaklumi nya"


Andre menatap wanita yang di cintai nya itu, secara tak langsung Sofie memberi nya semangat agar tidak menyerah


"Sayang, mas mengerti. Kamu jangan kwatir, mas akan tetap memperjuangkan cinta kita, walau aral merintang, mas harap kamu tidak melepaskan pegangan tanganmu pada mas karena restu mereka belum mas kantongi.


Mas akan berjuang mendapatkan restu itu.

__ADS_1


Perkataan bapak ada benar nya, mas harus terbuka dulu dengan keluarga mas tentang pilihan mas, dan mas pastikan kamu diterima di keluarga mas"


"Massss... "


Mata Sofie berkaca-kaca, ia merasa senang sekaligus bangga dicintai Andre sebesar ini, namun ada hal yang belum ia sampaikan pada Andre prihal perjodohan yang diatur oleh Prakosi.


Entah mengapa makin hari, ia merasa makin menyukai Andre. Sofie saja bingung, bagaimana mungkin dalam waktu sesingkat itu ia bisa sagat percaya pada lelaki ini


"Awal bulan depan mas akan bawa kamu menemui orangtua mas"


"Mas aku takut, statusku... "


"Kamu percaya aja ya, mas akan buat mereka menerima dan mencintaimu"


"Tapi mas... "


"Mas cuma mohon kamu percaya" ucap Andre menggenggam tangan Sofie.


Sofie hanya bisa mengangguk lemah


"Mas, sebenar nya ada yang mau Sofie sampaikan, ini prihal kita dan papa.


Papa ingin menjodohkan Sofie dengan anak sahabatnya dan Sofie tidak bisa menolak keinginan papa"


"Apa Kamu menerima begitu saja laki-laki yang di jodohkan sama kamu? " ucap Andre terlihat marah


"Mas tenang dulu, dengarkan dulu penjelasan aku"


"Apa kamu tidak bisa sedikit saja menghargai cintaku, walau kamu belum bisa menerimanya, setidaknya kamu bisa melihat perjuanganku selama ini" ucap Andre di liputi kemarahan, ia berjalan keluar rumah Sofie menuju kendaraan nya


Sofie berlari mengejar Andre, ia memeluk Andre dari belakang dan menangis terisak


Andre yang mendengar wanita yang di cintainya menangis menjadi melunak hatinya, amarah nya sedikit demi sedikit hilang

__ADS_1


ia berbalik badan dan memeluk Sofie erat.


Andre menyadari satu hal, bahwa wanita ini kini mencintai nya juga


__ADS_2