
Kuncoro dan Melissa sudah sampai di bandara, mereka langsung menuju apartemen Anggara
Sebelumnya Kuncoro sudah mengabarkan prihal kedatangannya pada Andre dan Prakoso, sehingga Prakoso dengan segera meminta supit menjemput sahabatnya di bandara
Mobil yang membawa mereka akhirnya sampai di aparteman Anggara, Kuncoro dan Melissa turun lalu langsung menuju kamar apartemen Anggara
Kuncoro sudah berdiri di depan aparteman anaknya, ia lalu mengetuk pintu
Tak lama kemudian pintu aparteman terbuka dan Angga berdiri di sana
"Papa? " ucapnya seolah tak percaya
Kuncoro masuk di ikuti asistennya
"Dimana mamamu? " tanya Kuncoro langsung duduk di sofa" sementara Angga merasajan firasat yang tidak baik, ia melihat tatapan dingin papanya
Andini yang mendengar suara suaminya datang segera berhambur keluar kamar, ia langsung menghampiri suaminya
"Papa sudah sampaj, sebentar mama buatkan minum ya, papa pasti haus" ucap Andini mencoba mengambil hati suaminya namun baru saja ia hendak melangkah...
"Kalian berdua duduk" teriak Kuncoro menggelegar penuh dengan kemarahan, kemarahan yang ia coba pendam kininkeluar sudah
Andini dan Angga dengan sesikit gemetar duduk di sofa
Andini berusaha mendekati suaminya, namun Kuncoro langsung menatapnya tajam, membuat Andini mengurungkan niatnya dan langsung duduk di samping Angga sambil menundukkan kepala
Semuanya akan diputuskan hari ini dan sepertinya keputusan Kuncoro tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun, bahkan dirinya.
"Papa akan bertanya hanya sekali padamu, papa berharap kamu jujur, atau kamu tahu sendiri akibatnya, dan kamu jika masih membela anakmu, jangan anggap apa yang aku katakan hanya isapan jempol" Kuncoro menatap istri dan anaknya secara bergantian
Kuncoro mengela. nafas panjang sebelum melanjutkan perkataannya
"Apa kau memgenal Melissa?" tanya Kuncoro tiba-tiba pada Angga, telihat Angga hanya menganggung membalas perkataan Kuncoro
"Apa mulutmu bisu? sampai papamu sendiri bertanya kamu tak bersuara? " teriak Kuncoro marah
__ADS_1
"Iiiya pah" ucap Angga ketakutan
"Apa hubunganmu dengannya sudah jauh? apa kau tahu dia hamil? " tanya Kuncoro tajam
"Iiiya maaf pa"
Plaaaaakkkk, Plaaaakkk
Bughhjhj
Dua buah tamparan mendarat di pipi kanan dan kiti Angga serta sebuah tendangan telak mendarat di dada Angga, hingga pemuda itu jatuh terjelembab ke lantai, daribsudut bibirnyankeluar darah
"Pa sudah pa, dia bisa mati" teriak Andini ngeri melihat suaminya memukuli putranya seperti orang kerasukan
"Apa kau tak punya iman? dasar anak tak berguna, ini semua karena kau terlalu memanjakan anakmu yang bodoh ini" teriak Kuncoro pada istrinya, Andini memeluk tubuh Angga yang tak berdaya
Tiba-tiba Melissa masuk karena taj tahan mendengar Angga di pukuli papanya
Melissa memeluk kaki Kuncoro memohon ampun untuk Angga, lelaki yang akan menjadi papa dari anaknya
"Mel, ayo bangun, om sudah tidak marah" ucap Kuncoro langsung berkata lembut pada calon mantunya
"Dengar kan semuanya, Kita kembali ke Surabaya besok, papa kan menjelaskan semua pada Prakoso, kita akan membatalkan rencana pertunangan Angga dengan putri mereka dan segera menikahkan Angga segera setelah kita kembali, papa tak mau ada yang membantah, pahan kalian? " Andini dan Angga mengangguk pelan.
Kuncoro lalu meminta Melissa melissa dan Anggara menyelesaikan masalah mereka, Kuncoro juga meminta asistennya beristirahat, karena besok ia harus menemui Prakoso untuk membahas masalah pertunangan yang di batalkan
Kuncoro berjalan masuk ke dalam kamar diikuti istrinya Andini yang hanya diam tak mengatakan apa-apa
Sesampainya di dalam kamar, Kuncoro langsung mandi dan berganti pakaian, Andini melayani Kuncoro tanpa berkata apa-apa, kini kuncoro sudab rapih dengan pakaian santainya
"Duduklah" ucap Kuncoro menghela nafas panjang, menatap wanita yang sudah mendampinginya selama dua puluh delapan tahun, wanita yang memberikannya dua buah hati yang tampan dan cantik, wanita yang sudah menemani karirnya sejak ia merintis usahanya
"Andini, kamu tahu kesalahanmu apa? " ucap Kuncoro datar membuat Andini menundukkan kepalanya, Ia sudah pasrah apapun keputusan suaminya padanya
Sejak menikah hingga kini, baru kali ini ia mendengar suaminya memanggil nama lengkapnya, bukan panggilan sayang yang biasa digunakan Kuncoro
__ADS_1
"Sekarang apa yang kau inginkan dari laki-laki tua ini Andini? aku sudah tak tahu harus berkata apa padamu, aku merasa gagal baik sebagai ayah maupun sebagai suami" ucap Kuncoro lirih
"Mas, maafkan aku, aku tahu aku salah mas, jangan tinggalkan aku dan anak-anak, kami butuh kamu" ucap Andini langsung bersimpuh di kaki Kuncoro sambil menangis
"Andini, selama ini aku selalu menuruti semua kemauanmu, aku selalu mengalah padamu karena aku mau rumah tangga kita tentram dan langgeng, bukan berarti aku selalu setuju dengan tindakkanmu, aku hanya berharap kamu menyadari kesalahanmu suatu saat nanti, namun itu malah jadi awal mula bencana dalam rumah tangga kita" Kuncoro menghela nafas berat sebelum melanjutkan ucapannya
"Kasih sayangmu yang berlebih membuat anakmu salah jalan dan menjadi pribadi yang semaunya sendiri dan tak bertanggung jawab, hilang semua instingnya sebagai pria sejati karena kau selalu memanjakan dan membenarkan setiap kesalahannya, aku mencoba sabar, tapi aku juga manusia Andini, aku punya batas kesabaran" ucap Kuncoro lirih
"Aku mohon jangan ceraikan aku mas, aku sangat mencintaimu dan anak-anak, aku mohon mas, apapun akan aku lakukan untuk menebus semua kesalahanku, aku mohon padamu" Andini memohon sambil berlinangan air mata, ia menyesak menjadi istri yang egois dan semena-mena selama ini, ia tak pernah mendengarkan apa kata suaminya
"Aku mohon mas, aku berjanji akan menjadi istri yang baik, aku akan menurut mas, tapi jangan ceraikan aku" Andini menangis dan terus memohon pengampunan suaminya
"Baiklah, aku pegang kata-katamu, ingat Andini, aku hanya memberikanmu kesempatan terakhir, jika kau mengulanginya, aku akan menjauhkanmu dari anak-anak kita, cam kan itu" ucap Kuncoro menatap tajam kearah Andini
"Aku berjanji mas, aku berjanji"
"Baiklah, kau awasu anak itu dan calon mantu kita, sayangi ia karena ia sedang mengandung cucu kita, jika kau atau Angga menyakiti Melissa seujung kuku saja, aku pastikan kalian akan menyesal dan aku akan menutup mataku bahwa kalian adalah istri dan anakku" Kuncoro sengaja mengancam Andini, ia masih ragu istrinya ini sadar
"Aku akan menjaga mereka mas, aku janji"
"Bagus, aku akan keluar dulu menemui seseorang, jangan menungguku" Kuncoro meninggalkan Andini yang terdiam terpaku dengan berbagai pertanyaan di otaknya, ia hanya berfikiran jika cinta Kuncoro padanya sudah padam dan akan menemui wanita lain di luar sana, membuat tangin Andini makin menjadi
Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk, nampak asisten Kuncoro datang
"Ini obat anda, tadi sebelun kemari, bapak sengaja mampir ke apotik dan membelikan obat ini sendiri dan ini martabak manis kesukaan anda, bapak tadi menelpon saya untuk membawakan untuk anda karena bapak yakin ibu belum makan, kalau begitu saya permisi" Andini masih terdiam menatap obat dan kantong plastik berisi martabak manis kesukaannya
"papa maafkan mama, mama baru saja berfikiran negatif sama papa, ternyata papa masih mencintai mama, mama janji akan menjadi istri sekaligus mama yang baik untuk anak kita, mama janji akan berubah pa, mama tak mau kehilangan papa, papa suami terhebat di dunia" ucap Andini menghapus airmatanya dan tersenyum tipis
Triiiing
Sebuah pesan singkat masuk, Kuncoro membuka ponselnya dan tersenyum lebar
"Papa, maafkan mama, maafkan istrimu yang tak berbakti ini, mama janji akan menjadi istri dan mama yang baik sesuai keinginan papa, terima kasih sudah bersabar selama ini
lope u suamiku tercinta
__ADS_1