Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Penebus Dosa


__ADS_3

Risya sedang berkutat dengan pekerjaan nya hingga ia di kejutkan dengan suara telepon di meja kerja nya.


"Mas, ada telepon mendesak dari petugas lapas"


ucap Hilda di ujung telepon


"Petugas lapas? apa tempat kak Ido di penjara?”


”Seperti nya mas ”


"kamu tanya mau apa mereka menghubungi aku?”


”mereka hanya bilang ini penting dan ingin memberitahu pihak keluarga langsung"


"ada apa ya?mengapa mereka menelpon ku


Mendadak perasaanku tidak enak, apa terjadi sesuatu pada kak Ido?” ucap Risya dalam hati


"Mas, hallo mas, kok malah bengong?”


"Uhm baiklah, tolong sambungkan dan terima kasih sayang”ucap Risya lalu tak lama terdengar suara bas di ujung telepon.


”Selamat Siang, benar dengan bapak Risya ? kami dari pihak lapas tempat kakak anda di rawat"


"Ya pak, ada apa ya dengan kakak saya?”


perasaan buruk langsung menyergap, walau ia belum sepenuhnya memaafkan Ido, namun ia juga tak bisa jika tak peduli dengan kakak nya tersebut. Hanya Ido dan mama nya yang kini dimiliki


"Begini pak, kami mau mengabarkan prihal kondisi kakak anda, pak Ido sedang kritis, namun terus bersikeras menolak kami rujuk kerumah sakit.


Sebenarnya kakak anda sudah sakit sejak masuk lapas,namun ia selalu menolak di periksa dokter dan kini kondisinya sudah parah.


Kami berharap bapak bisa membujuk pak Ido, mengingat bapak adalah adik kandungnya”

__ADS_1


”Ba,, baik, saya akan ke sana sekarang, terima kasih atas info nya”


”sama-sama, sudah kewajiban kami pak.


kami tunggu kedatangan bapak secepatnya”Ucap si sipir penjara dan panggilan berakhir.


Risya langsung bangkit, ia mengambil jas nya dan kunci kendaraannya, bergegas keluar dari ruangannya.


”Sayang, aku ke lapas dulu, kak Ido kritis dan tidak mau dibawa kerumah sakit.


Aku harus memastikan kondisi kak Ido, tolong kamu handle semua, jika ada sesuatu yang mendesak segera kabarin mas ya”


"iya mas, hati-hati”


Risya buru-buru menuju lift basemen kantor nya, pikirannya kalut, se benci apapun ia pada Ido tetap ada rasa sayang sebagai saudara, terlebih ia di beri amanah oleh papa nya untuk menjaga keluarga nya.


Pintu lift basemen terbuka dan terlihat wanita yang pernah menjadi kakak iparnya sedang berdiri menunggu lift


"Kak Sofie?”


"Kak, maaf, Risya gak bisa temanin kakak dulu, nanti Risya traktir kak Sofie sebagai permintaan maaf"


"Asik, kak Sofie tunggu loh.


Eh Riau, wajah kamu pucat dan gemetar gitu apa kamu sakit? bisa nyetir kendaraan?"


Tanya Sofie yang melihat Peluh Risya menetes di wajahnya yang pucat


"Bisa kak,Risya pamit dulu ya kak"Ucap Risya setengah berlari menuju kendaraan nya


"Seperti nya ada sesuatu yang terjadi, jangan-jangan....


Tante Tania....” tebak Sofie lalu menyusul Risya yang sudah keluar parkiran

__ADS_1


Sofie menghadang mobil Risya, otomatis Risya berhenti dan membuka kaca mobil nya


”Ada apa kak? maaf Risya buru-buru"ucap Risya tak sabar


”Keluar, biar kak Sofie yang bawa mobil nya, kondisi mu kalut gitu, bahaya malah ”


Risya masih bengong di belakang kemudi


Sofie bergegas membuka pintu mobil Risya


"Katanya buru-buru, cepat keluar, biar kak Sofie yang nyetir"


Risya terpaksa pindah duduk ke kursi sebelah, lalu Sofie masuk dan mulai keluar dari parkiran perusahaan Risya.


"Katakan tujuan kita kemana?"tanya Sofie setelah sampai di jalan raya


”Lapas kak, maaf Risya tadi lupa bilang karena panik, terus kak Sofie juga main naik aja.


Kalau kak Sofie mau turun biar Risya antar sampai lobby gedung”


”Gak apa-apa Risya, kakak antar kamu”ucap Sofie melirik Risya yabg terlihat tegang.


Berkali-kali ia melirik jam di pergelangan tangannya dan menghela nafas berat


"Apa terjadi sesuatu dengan kakakmu?


dari tadi kak Sofie perhatikan kamu cemas sekali”


”Ah gak kenapa-napa kak”ucap Risya berbohong


”Gak kenapa-napa tapi bahasa tubuh mu dan mata kamu tidak bisa bohong”


”kak Sofie akan tahu sendiri"ucap Risya

__ADS_1


Risya tidak mau memberitahu Sofie, ia merasa tak enak karena lelaki di dalam hotel prodeo itu salah laki-laki yang sudah menghancurkan hidupnya.


Risya memaklumi jika Sofie membenci kakak nya, dan apa yang menimpa Ido kini, Risya tak mau membuat kakak iparnya ini sedih.


__ADS_2