
Dua minggu kemudian, akhirnya sofie mendapatkan kebebasannya, ia kini berstatus single.
Ditangannya sudah terdapat akte cerai.
Sesuau keinginan nya, Sofie pergi berlibur untuk menenangkan hati nya, ia pergi membawa Nia yang juga sedang bermasalah dengan kekasihnya Hans.
Hubungan Nia renggang setelah Nia tahu Hans lah yang membawa Veronica berjumpa dengan nya di sebuah cafe tempo hari, walaupun Hans tidak memiliki niat jahat, tetapi Hans ada andil di dalamnya.
Sofie yang mengetahui itu tidak mempermasalahkan hal tersebut, baginya memang sudah saatnya Allah membuka pikirannya, dengan siapa dia hidup.
Tetapi tetap saja Nia membenci Hans dan memundurkan acara pertunangan mereka yang tinggal hitungan minggu
Nia dan Sofie sudah berada di dalam pesawat pribadi keluarga Prakoso, ia sebenarnya ingin menaiki pesawat komersil, namun karena Sofie tidak ingin di ikuti oleh pengawal, terpaksa ia harus menuruti kemauan papa nya
"Kita mau kemana nih? " tanya Nia yang tidak tahu kemana tujuan mereka berlibur.
"Ikut aja, loe pasti suka. cocok buat jomblowati macam kita" ucap Sofie mengedipkan sebelah matanya membuat Nia tertawa
"Atur aja lah" ucap Nia memejamkan kembali matanya karena rasa kantuk yang menyerang
Sementara Sofie membuka dompetnya dan memandang sebuah foti kecil di dalam dompetnya
__ADS_1
"Mas aku datang ketempat memori mu tersimpan, entah mengapa aku ingin mengenangmu disana" ucap Sofie lirih membelai foto dalam dompetnya, kemudian menyimpan nya kembali.
Setelah beberapa jam akhirnye mereka sampai. Nampak seorang yang tak asing melambai ke arah mereka
"Kita dimana ini? kasih tahu dong" ucap Nia penasaran, namun Sofie hanya melemparkan senyum dan menarik Nia mendekati pria setengah baya yang melambai itu
"Selamat sore nona-nona" ucap pria itu dengan bahasia indonesia terpatah-patah
"Siang pak Dusit" ucap Sofie memberikan travel bag nya pada pak Dusit, lalu masuk kedalam mobil di ikuti Nia.
"kita masih di asia, malaysia gak mungkin, singapore juga bukan karena gue pernah kesana, korea jg bukan, krng sipit lebih mirip sama orang kita, apa kita di thailand ya? " ucap Nia berbicara sendiri
Tiba-tiba Nia berteriak histeris sendiri membuat Sofie dan pak Dusit yang berada di belakang kemudi terkejut dan memberhentikan kendaraannya
"Sofieeeee jangan bilang kita ke cottage keluarga loe yang di phuket yang loe sering ceritain" ucap Nia berbinar
"Gadis pintar, cepat duduk manis. gara-gara loe teriak nanti dikira kita di culik lagi, loe liat di luar orang pada memperhatikan kita"
Nia menengok keluar jendela dan beberapa orang berbisik dan memperhatikan mereka
"Hehhee habis loe gak kasih tau gue sih, tahu gitu kan gue pake bikini, siapa tahu dapat turis, ya kan. Sambil menyelam minum air"
__ADS_1
"Gaya loe sambil menyelam minum air, kebanyakan minun air kembung loe kaya ikan buntel, nanti Hans kabur gak jadi kawin sama loe" seloroh Sofie yang membuat Nia memanyunkan bibir nya
"Please ya, jangan bahas bule nyebelin itu, sumpah ya gue kesini ikut loe sebagai jomblo. jangan ingetin sama itu orang. gue masih kesel sama dia"ucap Nia bersedekap dada
"nyebelin apa nyebelin alias nyenengin betul? ntar kalau abang bule di gaet orang baru tahu rasa loe"
"Beneran nyebelin Sof. gara-gara dia loe begini"
"Nia, bebeb loe gak salah, udah mending jangan marah lagi sama dia. kasian"
"Jadi loe gak benci sama Hans? "
"Enggak, kenapa gue harus benci, terlepas dari dari mereka yang reuni an dan Ido selingkuh, jika memang Ido pria dan suami yang baik. dia gak akan tergoda walau seribu wanita model Vero menggoda nya, dan gue anggap memang sudah waktu nya Allah buka mata gue untuk menyudahi waktu yang gue buang sia-sia untuk lelaki itu"
"Sofie gue beneran gak enak sama loe, gue pikir loe marah dan nyalahin Hans"
"Ya enggak lah non. Sana loe telepon mas bule loe"
"Sofie, gue sayang loe"
mereka berpelukan
__ADS_1
Nia merasa lega karena Sofie tak menyalahkan kekasihnya tersebut.