Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Selamat Jalan


__ADS_3

Sofie merasakan perasaan tak enak sejak pagi tadi, ia melewatkan sarapan pagi nya karena tidak selera.


Kini ia berada di ruangannya memandang kosong keluar jendela kantornya yang berada di lantai paling atas gedung perusahaan Prakoso.


"Mengapa perasaanku tidak tenang sejak tadi pagi ya?


Jantungku berdebar dan gelisah, apa ini pertanda buruk?. Ya Allah apa yang sebenarnya akan terjadi, lindungilah hamba dan orangtua hamba”ucap Sofie lirih mengelus dada nya.


Nia memasuki ruangan Sofie dan melihat sahabatnya tersebut sedang melamun


"Eh non, masih pagi udah bengong aja, nih sarapan loe”ucap Nia membawa sepiring nasi uduk Betawi kesukaan Sofie


"Thanks Nia loe emang paling baek”


"loe baru sadar kalau gue baik? Kemana aja loe?”


"Ya deh loe emang dari dulu paling baik sama gue, itu kenapa gue sayang loe" Ucap Sofie merangkul sahabatnya tersebut.


"Sayang ya, jangan Cinta, karena cinta gue udah buat ayank mbeb Londo gue”


”Dih lebay, loe mau pamer sama gue?, mentang-mentang gue jones sekarang”Ucap Sofie memasang wajah puppies nya.


”Hahaha, nanti gue cariin deh, kayanya temen Hans banyak yang single deh, loe mau lokal apa import kaya gue punya?”Tanya Nia menarik turunkan alis nya menggoda Sofie


"Dasar loe eror, loe pikir barang kali import apa lokal” ucap Sofie cekikikan


”lah emang bener kan?”Ucap Nia tertawa terkekeh


"Dah sini balik ke meja loe,bikin selera makan gue ilang, sayang kan nasi uduk seenak ini harus nunggu lama masuk ke perut gue"


"Ya, ya apa kata bos besar aja, gue juga gak suka lama-lama di ruangan loe, ga ada yang bening-bening, gak bisa cuci mata"ucap Nia menjulurkan lidah nya berjalan menuju pintu keluar


"Dasar ganjen, liat cowo aja ileran terus loe, inget woi bentar lagi janur kuning melengkung,masih aja suka cuci mata, noh pake air cucian beras biar mata loe beneran dikit" teriak Sofie membuat Nia berhenti dan menoleh

__ADS_1


"emangnya Eike tanaman di siram air cucian beras, yang ada mata gue katarak, puas loe" ucap Nia sewot karena Sofie tertawa terbahak-bahak


”Dasar jomblo baru, jadi masih nyebelin banget"Ucap Nia meninggalkan ruangan Sofie .


Sementara Sofie tertawa sampai memegang perutnya karena sakit.


Mereka memang senang mengusili satu sama lain nya,


"Nia, Nia, bagaimana nanti kalau sudah menikah ya? bisa- biasa bertengkar terus sama Hans karena dia sering melirik cowok lain"ucap Sofie menggelengkan kepala lalu mulai memakan sarapan pagi nya.


Setelah selesai ia kembali berkutat dengan berkas-berkas di meja kerja nya, beberapaa hari ini banyak pekerjaan yang tertunda karena ia absen kerja, kini semua pekerjaan tersebut menanti nya di meja kerja nya.


Tiba-tiba ponsel Sofie berdering, ia melihat panggilan masuk


Hilda Calling......


”Mengapa aku makin tidak tenang melihat Hilda telepon” Gumam Sofie buru-buru meraih ponsel nya


”Kak Sofie, Kak Ido,... "Ucap Hilda terpatah- patah


"Kak Ido sudah meninggalkan kita semua”ucap Hilda terisak di ujung telepon


"Innalillahi Wa Inna Illahi rojiun” ucap Sofie dalam hati, ia terkejut, hingga tubuhnya terhuyung hendak jatuh


”Kak, kak Sofie?kakak masih disana?" tanya Hilda dengan nada suara khawatir


"Iya Hilda, kakak akan ke sana.


kamu masih dirumah sakit atau dirumah mama?"


"Masih di rumah sakit kak, tapi kami dalam perjalanan pulang ini karena semua sudah siap"


”oke lah kakak langsung kerumah mama aja.

__ADS_1


Hilda, apa mama sudah bertemu Ido?”


”Mama disini kak, tadi pagi Risya membawa mama menjenguk kak Ido, sekarang mama Shock berat, beliau terus saja menangis dan jatuh pingsan"


"tolong awasi mama ya, kakak takut mama berbuat nekad. Mama pasti butuh seseorang buat menguatkan nya. Tolong jaga mama ya"


"Iya kak, kalau begitu sampai ketemu di rumah" ucap Hilda mengakhiri panggilan nya.


Sofie lalu menghubungi Prakoso untuk memberitahukan berita duka ini, sekaligus meminta izin papa nya,


setelah itu ia bergegas keluar kantor nya, Nia yang melihat sahabat sekaligus atasan nya itu keluar dari ruangan dengan wajah pucat pasi dan mata berkaca-kaca terkejut dan langsung menghampiri Sofie.


"loe kenapa dan mau kemana?"


”Niaaa” Ucap Sofie parau, ia merasakan ada yang hilang, ada kesedihan yang tak bisa di ungkapkan.


”Jangan tahan, kalau loe mau nangis, nangis aja”Ucap Nia memeluk sahabat nya itu


Sofie menangis dalam pelukan sahabat nya, setelah sedikit tenang, ia meraih kunci mobil ditangan Sofie.


Ia tak mau Sofie membawa kendaraan dalam keadaan seperti sekarang


”loe mau gue antar kemana? Tanya Nia lagi tanpa bertanya kenapa Sofie menangis.


”gue mau kerumah mantan mertua gue” ucap Sofie lirih.


Nia membantu Sofie berjalan, Sofie terlihat lemah .


"Jadi loe gak mau cerita kenapa?”


”huhuhuhu, Mas Ido sudah meninggal Nia”


Nia membiarkan Sofie menangis dalam pelukannya.

__ADS_1


”Loe yang ikhlas, sekarang almarhum gak sakit lagi” Ucap Nia menepuk lembut bahu sahabat nya.


__ADS_2