
"Ayo pamit sama om" ucap Sofie pada Sasha dan Dian
"Om ikut aja, kita mau belanja, kasian mama Sofie nanti bawanya susah" ucap Sasha tiba-tiba
"Sayang mama Sofie kan kuat, jangan ngerepotin om, beliau orang sibuk. lain kali saja ya"
"Saya gak keberatan kok, lagi pula saya gak sibuk" ucap Andre tiba-tiba membuat Sofie melongo, ia ingin mengakhiri situasi canggung ini dengan secepatnya menjauh dari pria ini, namun seperti nya harapannya harus kandas karena Andre menyetujui usul Sasha.
Andre memanggil pelayan dan meminta bill makanan mereka, si pelayan tak henti-hentinya tersenyum
"keluarga yang bahagia, istri yang cantik dan anak-anak yang lucu, semoga keluarga bapak selalu sehat dan rukun ya pak" ucap si pelayan tiba-tiba setelah mengucapkan terima kasih.
Andre dengan entengnya berkata memang saya beruntung memiliki istri dia, membuat Sofie melotot namun dengan sigap Andre memeluk pinggang ramping Sofie, mah tau mau Sofie tersenyum terpakasa.
Setelah si pelayan pergi Sofie lalu segera menjauh dari Andre
"Mengapa kamu bohong mas? kita... "
"Apa kamu mau mengatakan yang sebenarnya, tok gak ada rugi nya juga.Dia mendoakan kita" ucap Andre santai menggandeng tangan Sasha keluar daru restoran.
Sofie bergegas bangkit lalu menggandeng si kecil Dian mengekor Andre yang sudah berjalan keluar restoran.
"Masss, apa kamu begitu free hingga ada waktu bermain-main denganku? "
Andre menaikan alisnya sebelah, ia melihat Sofie yang kesal namun wajah kesal Sofie membuat nya makin mencintai wanita ini.
"Aku? Sasha yang mengajak ku membantu mu, harus nya kamu berterima kasih karena aku yang menemukan Sasha, apa kamu sudah lupa?
"Sial, mengapa mahluk ini sekarang jadi pintar sekali membalikan omongan, yang kukenal dia manusia yang tegas, ya walau sejak dulu dia orang yabg hangat, tapi tidak se usil ini" gumam Sofie dalam hati karena iya kehabisan kata-kata
"Ok lah kalau begitu, tapi aku harap kamu jangan mengeluh, karena wanita suka shopping, berpindah dari toko yang satu ke toko yang lain nya" ucap Sofie sedikit mengancam, berharap Andre mengurungkan niat nya
"Aku pria kuat, otot-otot kakiku mampu mengikuti kemana wanita ku berjalan" ucap Andre mengedipkan sebelah mata nya
"dasar error" ucap Sofie lirih namun masih terdengar oleh Andre
"Apa, apa kamu bilang? " tanya Andre pura-pura tak mendengar umpatan Sofie
__ADS_1
"Owh gak, aku bilang kita buktikan" ucap Sofie tersenyum licik.
Sofie berjalan menuju toko baju anak-anak, ia membelikan beberapa stel pakaian Sasha dan Dian, lalu berlanjut ke toko sebelahnya, dan seterus nya. sampai tangan Andre penuh dengan kantong belanjaan.
Beberapa ibu-ibu yang melihat berbisik dan menertawakan Andre yang kewalahan karena membawa begitu banyak barang di tangannya, sementara Sofie berjalan bergandengan tangan dengan kedua anak Erna sambil sesekali terdengar mereka bersenandung.
Andre yang melihat dari belakang tersenyum lebar. Ia tak menyangka jika Sofie memiliki sisi keibu an
"Alangkah indahnya jika wanita itu benar-benar istriku, ia pasti akan menyayangi dan mendidik anak-anakki dengan cinta" ucap Andre sambil mengulum senyum
Mereka tiba di toko mainan, Sofie dan anak-anak sedang memilih mainan, sedang Andre duduk di bangku tunggu dengan setumpuk barang belanjaan.
Ia menatap semua barang belanjaan yang dibawa nya, tak satu pun ada barang milik Sofie, semua nya milik kedua bocah yang Sofie bawa.
Dari beberapa pakaian yang du belinya di beberapa toko, sepatu, tas dan kini mainan.
Sungguh wanita idaman, Andre makin menyukai Sofie dan bertekad akan mendapatkan Sofie, jika ia single.
Dari apa yang di katakan Sasha, Andre hanya berharap jika Sofie benar adanya sendirian.
Andre melihat sebuah butik yang berada di sebelah toko mainan.
Andre lalu beranjak menuju toko tersebut dan membeli pakaian serta sepatu senada dengan gaun tersebut.
Gaun yang sesuai karakter Sofie, lembuh, sederhana namun terlihat elegan.
Andre meminta si pelayan butik berpura-pura mencari sepatu adiknya yang seukuran dengan Sofie, sehingga ia bisa dapat ukuran pas sepatu Sofie tanpa Sofie sadari.
Andre membayar gaun dan sepatu tersebut, ia tak henti-hentinya tersenyum membayangkan saat Sofie memakai nya
"Wah bapak suami yang romantis, pasti istri bapak senang sekali di kasih kejutan seperti ini" ucap Si pelayan yang tadi membantu nya mencari tahu ukuran sepatu Sofie.
"Saya harap dia suka" ucap Andre memandang puas tentengan di tangannya
"Pasti suka lah pak, wanita mana yang gak suka apalagi dikasih kejutan spesial sama suami tercinta" ucap si pelayan lagi.
Andre hanya tersenyum, ia berjalan keluar butik sambil tersenyum puas.
__ADS_1
Sementara Sofie sedang mencari-cari keberadaan Andre bersama kedua anak kecil itu.
"Mama Sofie, itu om ganteng, teriak Sasha yang melihat Andre berjalan menuju tempatnya berdiri
"Ya tuhan, aku kira dia kabur, ternyata aku salah sangka, mengapa dia begitu tampan.
Please Sof, ingat dia udab punya tunangan atau mungkin istri" ucap Sofie dalam hati menyadarkan dirinya yang terpesona oleh ketampanan Andre.
"Eh mas, kamu dari mana, tadi kami keluar toko kamu gak ada"
"maaf aku ke toilet sebentar tadu kebelet pipis" ucap Andre berbohong.
Sofie melihat jam di pergelangan tangannya, kini sudah jam 6, dan dia belum belanja bahan kebutuhan pokok di supermarket.
Sofie menyesal tak membawa mang Ujang, sehingga ia tak enak hati melihat Andre yang kerepotan membawa semua barang belanjaan nya
"Mas, biar aku bawa aja, kamu pasti cape" ucap Sofie tak enak hati
"Tenang saja, aku masih kuat kok, tapi kamu harus membayarku untuk ini"
"bayar? "
"Ya bayar, kamu sudah merusak citra ketampnanku, dua kali dinner cukup"
"Hah" tanya Sofie tak mengerti
"bayar aku dengab menemaniku dinner sebanyak dua kali" ucap Andre tegang kawatir Sofie akan menolaknya, namun di luar dugaan Sofie malah tertawa lepas menambah kecantikannya.
"Ok deal tuan tampan" ucap Sofie mengulurkan tangan, namun ia lupa jika tangan Andre penuh dengan barang belanjaan nya
"Jadi kita mau kemana lagi? "tanya Andre yang melihat Sofie diam sepertu berfikir
"Mas, apa benar kamu free? aku tak enak hati membuatmu repot seperti ini"
"Apa aku pernah berbohong? "
"Uhm, gak sih. Aku masih harus berbelanja kebutuhan dapur, kita bisa menaruh barang belanjaan ini ke mobilku dulu"
__ADS_1
"Gak usah kita langsung aja ke supermarket dalam mall ini, biar gak mondar-mandir. lagi pula di sana kan ada tempat penitipan barang"