Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Terbuka


__ADS_3

Kanji sudab berada di ruangan Andre sejak ia baru tiba dari Surabaya, ia langsung memberi laporan tentang tugas yang di berikan Andre


Nampak Andre manggut-manggut sambil tersenyum puas akan kerja Kanji


"Gimana kak, ada yang kurang? " tanya Kanji memastikan, walau ia sudah mendapat Jawabanny sendirk dari senyum yang tersungging di bibir Andre


"Bagus, semua lengkap, tinggal tugasmu disini, seperti ya sudah ku katakan padamh, tugas ini adalah option terakhir jika om Kuncoro tak bisa membawa anak dan istrinya kembali dan memutuskan perjodohan itu"


"Baik kak, Kanji mengerti kalau begitu Kanji mau langsung menjalankan tugas dari kak Andre" ucap Kanji semangat karena membayangkan bonus dan kenaikan jabatannya


"Apa kau tak berfikir untuk beristirahat dulu sehari? Tanya Andre


"Gak kak, lebih cepat selesai lebih baik kan, biar bonus nya cepat dapat hehehe" ucap Kanji nyengir kuda


"Dasar, pikiranmu Hany uang saja, berhenti berhura-hura saja, pikirkan masa depanmu" ucap Andre sedikit menasehati adik temannya inj


"Siap kak, Kanji cabut dulu" ucapnga langsung meninggalkan ruangan Andre tanpa menunggi jawaban Andre


"Temui kakakmu dulu" teriak Andre sebelum Kanji menutup pintu ruang kerjanya, sementara Kanji hanya menjawab dengan satu tangan keatas


Sementara di apateman Anggara


Anggara melihat mamanya beradu mulut dengan papanya di ujung telepon, Andiini terlihat bersikeras tentang sesuatu dan terlihat sangat emosi, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas mood Andini sedang tidak baik saat ini.


Andini mengakhiri panggilan telepon suaminya, ia lalu membanting ponselnya ke sofa da. menghamburkan barang di depannya, untuk meluapkan emosinya


"Ma, sabar ma, istighfar mama kenapa sama. papa? " tanya Anggara pelan, ia tampak ragu-ragu dan tak yakin melihat emosi mamanya yang meluap-luap,menghancurka. apa saja di depannya


"Mama benci papamu ya gak ngertiin mama, pake sekarang ngancem mama lagi" dengus Andini kesal


"Ma, apa yang papa katakan sehingga mama marah? " Anggara penasaran melihat mamanya yang murka

__ADS_1


"Kita diminta kembali ke Surabaya, bisnis papamu sedang pemulihan dan papamu yakin perusahaan akan stabil, dan papamu juga meminta mama untuk membatalkan rencana pertunangan kamu dengan anak Prakoso"


"Bagus dong ma kalau sudah stabil, ayo kembali ma"ucap Anggara berbinar senang, ia sudah rindu bermalas-malasan dan nongrong dengan teman-tamannya


Pletaaaakkkkk


"Awwwwww, sakit ma" teriak Anggara yang merasakan sebuah jitakan mendarat di kepalanya, ia mengelus-elus kepalanya yang berdenyut karena sakit


"Mama seneng banget ya nyiksa aku? kalau kepala Angga jadi geger otak gimana" dengus Angga masih memegangi kepalanya


"Bukam cari cara supaya papamu gak memaksa kita, kamu malah main setuju aja disuruh pulang" gerutu Andini


"Lah kan kita kesini agar bisa membantu perusahaan papa, sekarang sudah aman kenapa kita gak nuruti kemauan papa ma? "


"Kamu ya, memang perlu di poles lagi kepala kamu biar gak oon-oon banget" ucapAndini gemas dengan anaknya itu


"Dengar ya Angga, kalau kamu menikahi Sofie hidup kamu akan terjamin, kamu juga bisa langsung jadi direktur tanpa susah-susah dan yang terpenting kan nantinya mama juga kebagian hidup enak" Andini membayangkan kehidupannya nanti, ia tersenyum, senyum sendiri"


"Kamu dasar anak gak berbakti, bukan pikirkan cara bagaimana memikat wanita itu, ini main nyerah aja" Andini bersiap mendaratkan lagi tangannya di kepala Angga, namun anak itu dengan gesit menghindar


"Oh ya ma, terua kenapa mama tadi emosi banget? gak mungkin banget mama marah cuma karena di minta pulang sama papa kan? Anggara memperhatikan raut wajah mamanya menggelap kembali


"Jika kita tak kembali, papa memgancam akan menceraikan mama" ucap Andini menitikkan air mata


"Tuh kan, Angga bilang cari papa baru, mama gak mau denger sih" celetuk Angga santai, sontak mata Andini melotot kearah anaknya itu, ia berjalan ke dapur da. mengambil sapu"


Angga berlari masuk ke dalam kamarnya, ia sudah tahu Andini akan memukulnya


"Dasar anak durhaka, orangtua lagi panas dia malah ngompori, sini kamu Angga buka pintul teriak Andini menggedor pintu kamar Angga dengan keras, namun Angga tak membuka pintu kamarnya, ia malah menggeser Sofa jaga-jaga jika tenaga mamanya mampu menjebol pintu kamarnya


"Huh mama di becandain gitu aja sensi " ucap Angga memasak handsfree dan memutar musik rock untuk meredam suara Andini yang terus menggedor kamarnya sambil berteriak

__ADS_1


Kuncoro memang sengaja mengancam istrinya, karena Andini tidak mau kembali atas permintaannya, sehingga ia terpaksa melakukan itu


Kuncoro tak tahu lagi harus berbuat apa, ia tak mungkin juga tiba-tiba membatalkan pertunan yang mereka rundingka. sebelumnya, walaupun Kuncoro tak mengambil andil dalam rencana itu


Tok tok tok


Pintu ruang kerja Kuncoro di ketuk


"Masuk" ucap Kuncoro


"Pak maaf, ada seorang wanita muda datang, ia memaksa ingin bertemu dengan bapak, katanya masalah penting menyangkut mas Anggara Putr bapak" ycap Santi sekertaris Kuncoro


Nampak kening kuncoro berkerut, Ia berdikir keras buat apa wanita itu menemuinya, terlebih berhubungan dengan Anggara


"Dimana wanita itu? " tanya Kuncoro pada selertarisnya


"Masih di lobby pak" ucap Santi menunggu perintah dari bosnya itu yang terlihat terdiam dengan kerutan di dahinya


"Apa perlu saya mengatakan bapak sedang sibuk?" tanya Santi yang melihat bossnya itu diam saja


"Tidak, saya akan menemuinya" ucap Kuncoro singkat


Insting Kuncoro mengatakan jika maksud kedatangan wanita itu tidam baik, ia langsung berfikir negatif, ia menebak jika wanita itumembawa kabar penting


Sepuluh menit kemudian Santi kembali mengetuk pintu, setelah mendengar Kuncoro memperbolehkan ia masuk, Santi masuk dengan di dampingi seorang wanita muda yang cantik seumuran anaknya yang perempuan


"Siang om, maaf kalau kedatangan saya mengganggu om"ucap wanita itu sambil menundukkan kepala, tak berani menataP Kuncoro yang menatap penuh selidik pada wanita itu


"Tak apa-apa, silahkan duduk" ucap Kuncoro mempersilahkan wanita itu duduk di sofa yang berada di dalam ruangannya


Setelah duduk wanita itu masih diam, ia masih tetap menundukan kepala sambil meremas dressnya sendiri karena gugup

__ADS_1


__ADS_2