
Sofie sedang duduk di kursi kerjanya, ia nampak pucat pasi, Nia yang melihat kondisi Sofie langsung meminta office boy membuatkan teh hangat buat Sofie, bukan membaik malah mual muntah Sofie makin parah, sejak siang hari Sofie sudah mual dan muntah tak terhitung banyaknya.
Ia memuntahkan semua yang di makannya, hingga tubuhnya lemas dan pucat
"Loe mending balik kerumah istirahat, jangan maksa kerja, kondisi loe itu hamil muda. jadi wajar aja mual muntah" ucap Nia mengoleskan minyak kayu putih pada tengkuk Sofie yang dingin
" Gue masih bisa kerja, masih banyak yang perlu gue periksa" ucap Sofie bersikukuh tetap tinggal
"Kerjaan masih bisa loe kerjaan nanti setelah badan loe sehatan, sekarang sebaiknya loe pulang terus istirahat, jaga kesehatan si baby juga.
Masalah pekerjaan kantor biar gue yang handle"
"Ok lah gue pulang, memang kehamilan ini gue merasa lemah banget, dari pagi hingga sekarang mual muntah gak berhenti-henti"
"Normal aja itu, loe kan semester awal kehamilan, kata mak gue gitu memang rasanya"
"Kata mak loe kan, bukan kata loe" ucap Sofie tertawa
"Yeee, kualat sam orangtua kalo gak percaya" ucap Nia cemberut
"Iya, iya gue percaya, lebih percaya lagi kalau suatu saat loe juga ngerasain yang sama gue rasain sekarang" ucap Sofie mengelus perut ratanya
"Amiiinnn" ucap Nia mengamini ucapan Sofie
__ADS_1
"Nikah dulu woi, main amin aja"
"Eh iya ya, masa nyolong start duluan hamil baru nikah, amit-amit" ucap Nia penggetuk meja di sampingnya
Tak lama kemudian, pintu ruangan Sofie di ketuk dan masuklah Ido.
"Loh kok mas, kamu sudah sampai disini? baru aku mau nelpon kamu"
"Gue yang nelpon Ido suruh datang jemput loe" sambar Nia
"Loe emang is the beast my sister"ucap Sofie memeluk sahabat sekaligus calon kakak iparnya itu
"Anytimes babe"
Ido memapah istrinya yang terlihat lemah kehabisan cairan, sementara Nia memandang kepergian sepasang suami istri tersebut dengan pandangan sulit dimengerti
"Semoga, Sofie dan baby nya sehat selalu. hingga hari persalinan, dan keputusan yang Sofie ambil yang terbaik untuknya dan tidak ada penyesalan di kemudian hari. perselingkuhan adalah penyakit jiwa, seseorang yang pernah selingkuh cenderung akan melakukan kesalahan yang sama suatu saat nanti, dan gue harap itu hanya pemikiran gue aja" ucap Nia dalam hati
Sementara di tempat lain, Ido menepikan kendaraannya karena Sofie terus mual dan muntah
"Sayang apa tidak sebaiknya kita kerumah sakit memeriksakan kandunganmu, aku kawatir melihat kondisimu"
"Aku hanya mual muntah, ini wajah di semester pertama kehamilan, nanti seiring bertambahnya usia kehamilan akan hilang"
__ADS_1
"Tapi sayang? "
"Percaya sama aku ya, aku baik-baik aja" ucap Sofie meyakinkan Ido
"Baiklah, jika ada yang kamu rasakan, segera kabari aku ya"
sofie hanya mengangguk dan kembali muntah.
mereka berhenti lama, hingga akhirnya Ido kembali menjalankan kendaraannya
Ketika sudah sampai depan gerbang rumah, Sofie meminta Ido berhenti
"Sayang, apa kamu merasa mual lagi? "
"Aku mau kerumab papa, kita harus mengabarkan berita bahagia ini, sekalian nanti kamu petikkan mangga muda di kebun belakang, gagang buahnya jangan diputuskan sama ada daun-daunnya, aku mau buah lengkap dengan gagang dan daunnya" pinta Sofie sambil mengelap liur nya membayangkan enaknya makan mangga muda
"Ckckckck, Aneh-aneh saja permintaanmu" geleng Ido lalu berbalik arah menuju kediaman Prakoso
Anehnya sepanjang perjalanan Sofie tidam sekalipun mual atau muntah, namun ia terus saja merancau membayangkan makan mangga muda yang pedas
"Apakah kamu tidak bisa cepat sedikit mas, kamu membuat aku dan anakmu menunggu lama menikmati mangga muda" dengus Sofie yang terus memandang jalanan dan berdecak kesal
"Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai, iya mas tahu kamu sudah pengen banget, tapi keselamatan kita lebih utama" ucap Ido lembut
__ADS_1