
Sofie masih menunggu suaminya bercerita, Sofie merasa lega, seharusnya ia menceritakan tentang masa lalunya lebih awal, sehingga ia tidak merasa tertekan atau harus berbohong jika ingin mengunjungi makan mas Agus.
"Maafkan aku, aku benar-benar laki-laki bodoh, aku buta karena api cemburu"
"Aku gak ngerti arah pembicaraanmu mas, kamu cemburu? sama siapa? mengapa kamu meminta maaf padaku? tanya Sofie masih tidak mengerti maksud perkataan suaminya
"Kebodohanku bermula empat tahun lalu, saat aku masih kuliah di luar negeri"
#Flash Back
Semenjak putus dengan Sofie, Ido menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan di kampusnya,
Sebenarnya ia merindukan suara Sofie, namun egonya lebih besar dari keinginannya.
Tiba-tiba Andy sahabatnya menelpon, mereka memang tetap komunikasi walau jarak memisahkan.
"Hallo bro, apa kabar?? " tanya Andy di seberang telepon
"Alhamdulillah baik bro, loe apa kabar? "
"Alhamdulillah bro, by the way loe kerasan di sana bro? kapan sih loe balik ke indo, anak-anak ngajak kopdar nih"
"Baru juga gue setahun disini, masih dua tahun lagi, itu juga kalau nilai gue bagus and gue rajin hahaha"
"Terus cewe loe si Sofie gimana? gak kasian loe ninggal dia lama-lama?
__ADS_1
kalau kelamaan jauh nanti si Sofie di gondol orang"
"Ikan kali di gondol hahahhahaa" Ido tertawa terbahak-bahak mendengar kalimat Andy
"Yeee, orang gue serius. Loe masih kaga sama doi? "
"Gue break dulu sama dia, Sofie merasa gue over posesif, dia merasa gak nyaman.
Emang salah gue juga sih, terlalu ngekang dia, terlalu ngatur, jadinya dia merasa hubungan kami udah gak sehat.
Ditambah lagi gue sibuk kuliah, dia gawe. perbedaan waktu juga kendala, gue baru bisa nelpon dia tengah malam pas dia mau istirahat, dan besoknya kan dia gawe.
Ya gitu sih intinya" cerita Ido panjang lebar
"Oh pantes"
"Ah bukan kenapa-napa"
"Gue tau loe sob, cerita aja sama gue apa yang mai loe sampein, jangan malah bikin gue penasaran."
"Jadi kan si Erna, kenal kan loe, temen sekelas kita tuh.
Erna sekarang kerja satu perusahaan sama bokin loe, tapi beda divisi sih.
Erna... " Andi menimbang-nimbang apakah ia harus melanjutkan ceritanya atau dia simpan sendiri, karena Andi sangat kenal sahabat satunya ini, Ido terkenal orang yang sangat tertutup, pendiam juga selalu serius jika menjalani sesuatu. Dibalik sifatnya yanh pendiam dan tertutup Ido sosok yang tidak menyukai pengkhianatan dan ia type yang pendendam. Andi terus berfikir dalam hati, apakah ia harus menyampaikan apa yang Erna katakan atau tidak.
__ADS_1
"Erna kenapa? bro sebaiknya loe ngomong atau gue marah sama loe"
"Tapi loe janji ya, jangan marah atau benci sama siapapun"
"Iya, iya gue janji"
"Uhmmm, Erna bilang kalau Sofie sama. Bos di kantornya pacaran, isu itu merebak karena Sofie lebih banyak ngabisin waktunya sama si bos, terus karir nya cepet banget naik"
"Sofie pernah cerita kalau bos nya itu nyebelin. Tapi bukan pacaran, atau memang Sofie berbohong padaku" ucap Ido pelan
"Sorry bro, gue gak maksud apa-apa, kalau loe udah g sama dia, berarti dia bebas sama siapapun" ucap Andi mencoba mengingatkan Ido
"Gue belum bubaran, gue cuma break aj sementara waktu" dengus Ido kesal
"Bro, kalau loe break kan belum tentu balik dan sebaliknya, break belum tentu putus, tapi kembali ke kalian, percaya aja kalau jodoh gak akan kemana, lagi kita semua kenal Sofie lebih dari semua orang"
"Tapi kalau bener Sofie pacaran lagi tanpa. bilang gue, itu artinya dia udah hianatin gue"
"Sofie bukan orang yang kaya gitu" bela Andi
"Gue juga berharap apa yang gue pikirin salah.
Mana nomer telepon Erna, gue mau konfirmasi sendiri ke orangnya, gue setahun lagi balik indo pas liburan, nyokap and bokap gue aniversary pernikahan"
"Ok bro, ya udan gue cabut dulu, jangan terlalu di pikirin apa yang gue omongin sama loe, gue percaya Sofie bukan perempuan yang bisa berkhianat, kita udah kenal sama dia lama" ucap Andi mengakhiri panggilannya.
__ADS_1
Ido menatap langit-langit apartemennya, pikirannya sedikit ragu. Ia ingin percaya, namun semenjak break Sofie juga hanya beberapa kali mengiriminya pesan singkat.