
"Mas cepat, apa kamu mau kita ketinggalan pesawat" teriak Sofie yang tak sabar melihat Ido yang masih bermalas-malasan di ranjang
"Apa kita bisa membatalkan saja bulan madu kita sayang?, mas lebih suka jika kita di kamar saja" ucap Ido manja sambil menepuk Bantal di sebelahnya
"mengapa kamu sangat mesum sekarang?
Sofie melemparkan bantal sofa ke arah Ido
"sayang kamu mau kemana? tanya Ido melihat Sofie yang begegas membawa kopernya
"Aku tak ingin ketinggalan pesawat"
"baik-baik tunggu aku 15menit aku siap-siap" ucap Ido langsung berlari ke kamar mandi
Sofie tertawa pelan karena berhasil menggertak Ido
tiba-tiba ponsel Ido berdering
Sofie mengambil dan mengangkat panggilan tersebut
"Hallo Assalamu alaikum"
*Tut tut tut
Panggilan terputus
"hmm Aneh, siapa sih Dara ini, main matiin telpon aja" gumam Sofie lalu meletakan kembali ponsel Ido
"Sayang mengapa kamu bengong gitu? " tanya Ido yang tahu-tahu sudah keluar dari kamar mandi*
__ADS_1
"Ah sayang, tadi ada panggilan masuk di ponselmu, tapi aku angkat tahu-tahu di matikan"
" Gak usab dipikirkan Yank, mungkin kawanku usil mau ganggu penganten baru" ucap Ido sambil tertawa
" Ya Udah cepet sana siap-siap atau kamu aku tinggal nih"
Ido mencium sekilas Sofie lalu berpakaian
Mereka lalu cek out dari hotel langsung menuju bandara untuk honeymoon.
Tujuan pertama mereka adalah Venice, Italia
Setelah perjalanan panjang, akhirnya mereka sampai dan langsung menuju Villa Riviera yang sudah di reservasi atas nama Sofie.
Villa ini sangat romantis karena pemandangan langsung ke arah laut.
Sedangkan Sofie langsung membuka jendela yang langsung menghadap ke laut
"kamu dasar pemalas, sayang bangunnnn, lihat diluar pemandangannya bagus, walau sekarang sudah malam sih"
"Aku lelah sayang, lebih baik kita istirahat sekarang dan besok kita ada tenaga"
"huh, dalam pikiranmu hanya tidur saja" gerutu Sofie lalu beranjak menuju balkon
Sofie memandang ke arah laut di malam hari, membiarkan rambut panjangnya di permainkan angin laut yang berhembus kencang.
Tiba-tiba Ido melingkarkan tangannya di pinggang ramping Sofie, mencium pundak istrinya
"Apa kamu bajagia menikah denganku sayang? tanya Ido tiba-tiba
__ADS_1
"Tentu saja aku bahagia, apa kamu juga bahagia? " tanya Sofie balik
"Uhm sebenarnya sedikit kecewa"
"Apa kamu menyesal menikahi ku? " tanya Sofie sedih
"Aku sangat menyesal dan kecewa, mengapa tidak secepatnyaenikah denganmu jika menikah itu enak" ucap Ido tertawa lalu berlari
"Idoooo dasar nyebelin, awas aja ya gak dapat jatah sebulan" Ancam Sofie merasa kesal
"Maaf sayang, jangan hukum aku untuk yang satu itu, Please" ucap Ido memelas
Namun Sofie pura-pura marah lalu masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya
"*xixixi rasakan kamu, dasar suami rese, seneng banget buat istrinya kesel" gerutu Sofie
Sofie lalu membasuh tubuhnya dan masuk ke dalam bathtube utuk berendam, merelaxsasi ototnya yang tegang karena perjalanan jauh.
Samar-samar Sofie mendengar Ido sedang bercakap-cakap dengan seseorang, namun Karena posisi Sofie sedang di kamar mandi, Sofie tak dapat mendengar dengan jelas*.
Setelah setengah jam kemudian, Sofie keluar dengan memakai piyama mandi, nampak Ido sedang duduk sambil merokok di teras, jari-jarinya lincah mengetik sesuatu sambil sesekali wajahnya terlihat tersenyum
"Sayang, tadi siapa yang telpon? kamu lagi chat sama siapa? sampai istri selesai mandi gak tau? "
"Oh sayang, tadi mama sama papa telepon nanya kabar kita, ini chat sama temen kantor"
"Chat nya nanti lagi, kamu mandi dulu biar seger"
"Siap sayang" Ido bangkit lalu mencium kening Sofie setelah itu ia menuju kamar mandi
__ADS_1