Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
SURPRISE II


__ADS_3

"mengapa Ido harus sebegitu marahnya pada Hilda hanya karena Hilda menelponnya melalui intercom.


Apakah yang di lakukannya? seserius apa hingga tak bisa di ganggu?" bathin Sofie


Sofie menarik handle pintu, membuka ruangan Ido


Namun ia melihat....


Ido yang sedang duduk di sofa, di sebelahnya seorang wanita sedang membisikan sesuatu ke telinga Ido, senyum Ido mengembang, entah apa yang di katakan wanita tersebut


Wanita tersebut buru-buru menjauh, menjaga jarak, wajahnya pucat pasi


"Apa kamu sudah bosan bekerja hah, sudah saya bilang jangan... " Ido marah karena mendengar seseorang masuk keruangannya, namun tiba-tiba Ido terdiam, ia terkejut melihat istrinya, Sofie sedang berdiri dikantornya. Ucapanya berhenti karena ia sebelumnya mengira Hilda yang masuk


"Jangan apa sayang? apa aku juga mengganggu acaramu dengan wanita itu? " tanya Sofie menatap tajam suaminya


"Ah gak kok sayang, kami sudah selesai" ucap Ido sambil memberi tanda wanita tersebut untuk pergi


nampak raut muka kesal di wajahnya.


Wanita tersebut lalu meninggalkan ruangan Ido.


"Kok kamu ke kantorku gak kasih kabar dulu yang? " tanya Ido sambil mendekati Sofie yang bersedekap tangan menatap Ido penuh kecurigaan


"Mengapa? apa aku perlu izin bertemu dengan suamiku sendiri?

__ADS_1


Apa kamu tidak suka aku datang ke kantormu? " selidik Sofie


Ido berusaha memeluk Sofie namun Sofie menghindar, ia memilih duduk di Sofa.


Ido lalu mendekatinya, namun Sofie menggeser duduknya memberi jarak


"Kok duduknya jauh-jauhan? sini dong sayang" Ido menarik tangan Sofie dan mendekapnya


Ia merasakan Sofie tak merespon balik pelukannya, lalu melepaskan pelukan tersebut


"Aku lihat kamu tadi bawa paperbag yank? apa kamu kesini buat makan siang? " tanya Ido mengalihkan pembicaraan


Sofie hanya diam tak menjawab, dilihatnya Ido sudah mengeluarkan isi paperbag yang di bawanya


"Istriku ini memang paling pengertian, tambah cinta sama kamu" Ido mengecup kening Sofie, lalu membuka makan siang yang Sofie bawa. membukakan juga menuakan siang istrinya, ia bisa melihat jika Sofie kini dalam kondisi bad mood


Ido yang tahu sedang di perhatikan istrinya jadi salah tingkah.


" Jangan-jangan Sofie liat tadi gue lagi cium si Amara ya? tapi kayanya tadi dia masuk pas Amara bisikin gue.


Kenapa Sofie ngeliatin gue kaya gitu ya? Apa dia cemburu? marah? atau apa sih?


Gue bisa mati jantungan kalau nebak-nebak begini. Aduh Sofie loe kenapa sih, masa gue harus tau apa yang ada di pikiran loe kalau loe diem aja, gimana gue bisa tau? gue bukan mbah dukun yang serba tau kali" gerutu Ido dalam hati


"Sayang kok kamu liatin aku terus? apa kamu gak lapar? jangan di liatin terus yank, suamimu emang udah ganteng dari sononya" seloroh Ido, namun Sofie hanya diam sambil memutar bola mata malas

__ADS_1


"Huh, pake ngalihin pembicaraan, pake becanda garing gitu,. Apa dia fikir aku bisa kamu bohongin? Aku bisa mencium bau-bau ketidakjujuran. Aku hanya berharap kam jujur daripada aku tahu di belakang. Habis lah kau" guman Sofie dalam hati


"Yank ih kok diem aja? sariawan ya? "


Ido mengacak- acak rambutnya kasar karena mati kutu di diamkan Sofie hingga mereka selesai makan, dan Sofie tiba-tiba bangkin dan berjalan meninggalkan ruangan Ido.


Ido yang terkejut, sontak menyusul istrinya yang sudah menjauh.


Hilda yang melihat kejadian tersebut, hanya bisa menelan ludah. Memikirkan nasib pekerjaannya


Ido nampak menoleh ke arah nya menunjuk tanpa suara dan menggeleng, setengah berlari mengejar istrinya


"Ah mam*us nih gue, alamat di pecat nih mah, bu Sofie terlihat marah meninggalkan ruangan pak Ido, apa yang sebenarnya dia liat ya?


Ah salah sendiri, pak Ido baru nikah sebulan malah masih berhubungan dengan cabe-cabean model Amara, Sekarang ke gap istrinya kaya kebakaran jenggot.


Lagi apa bagusnya si Amara sih? masih baikan bu Sofie, sudah cantik, sexy, baik hati, kaya lagi.. sedangkan itu cabe rawit aih...


cuma bikin melotot sesaat" guman Hilda sambil menggelengkan kepala


Apa yang dilakukan Sofie ya selanjutnya?


Apakah Sofie melihat apa yang di lakukan Ido?


Bagaimana nasib Hilda?

__ADS_1


ditunggu ya kelanjutannya...


__ADS_2