Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Sidang


__ADS_3

Suasana ruang keluarga mencekam di dini hari ini, Haryo menatap tajam putranya tanpa berkedip, sedangkan Ido hanya bisa tertunduk tanpa berani menatap wajah papa nya


"Kamu kesini atas kemauanmu atau karena mama mu yang memaksa? " tanya Haryo memecah kebisuan


"Mama memang telepon, tapi Ido juga mencari Sofie pa, Ido sadar Ido salah, dan pada saat kejadian, Ido berani sumpah jika bukan Ido yang menggoda Amara"


"Jadi kamu sekarang berani mengatakan kebenarannya? "


"Maafkan Ido pa, waktu itu... "


"Apa hanya kebetulan saja karyawanmu itu datang ke ruanganmu? atau memang sebelumnya kalian ada hubungan? " Haryo bertanya menyelidik


"Apa kamu kira papa selama ini tidak tahu kelakuan kamu Ido? "bentam Haryo memukul meja dj depannya hingga Ido terkejut


Ia tak tahu jika keburukannya selama ini di ketahui papanya. Ternyata selama ini Haryo menyuruh seseorang memantau gerak-gerik anaknya.


Tubuh Ido menggigil, untuk pertama kami dalam hidupnya melihat kemarahan papa nya


"Maafkan Ido pa"


"maaf, maaf, kamu bener-benar bikin malu papa, kamu hancurkan reputasi papa hanya dalam setahun sejak kamu menggantikan papa" teriak Haryo


"Maaf pa" ucap Ido nyaris tak terdengar karena ketakutan

__ADS_1


"Kamu sekarang sudah punya istri dan kamu berani mengkhianati istrimu? mana yang katanya cinta sejati sampai kamu nolak semua wanita hanya demi Sofie? tapi setelah kamu dapat, kamu sakiti hatinya. Itu namanya laki-laki?


Papa sungguh kecewa Ido, kecewa" Haryo meringis merasakan nyeri di jantungnya lalu Ido setengah berlari menghampiri papanya


"maafin Ido pa, please Ido janji sama papa gak akan ngulangi lagi.


Ido kesini buat minta maaf sama Sofie, Ido akan bahagiain Sofie, Ido janji pa" Ucap Ido berusaha menenangkan Haryo


"Loe buat apa sama papa Ido" teriak Risya yang memasuki ruang keluarga dan mendapati papanya duduk sambil memegang dadanya


"Gue.. "


"Loe ya, kalau ada apa-apa sama papa, awas aja loe, gue bikin nyesel seumur hidup loe" gertak Risya sambil menghampiri Haryo


Ido bersimpuh di kaki Haryo, ia menangis


"Pa, Ido janji gak akan ngulangin lagi pa, Ido masih sayang Sofie, Ido mau memperbaiki hubungan Ido sama Sofie" ucap Ido memohon di kaki Haryo


"Baiklah, Papa akan beri kamu kesempatan. Tapi jika kamuemgulangi lagi, papa pastikan kamu tidak akan pernah bisa bertemu Sofie selamanya, dan satu lagi .


Jika suatu saat kamu berulah dan papa tahu, papa akam corrt kamu dari daftar keluarga dan hak waris, kamu ingat itu" ucap Haryo berdiri lalu dipapah oleh Risya menuju kamar


Sementara Ido jatuh terduduk di lantai mendengar keputusan papa nya.

__ADS_1


"Yang penting gue minta maaf dulu sama Sofie" gumam Ido lirih


Tiba-tiba Risya muncul lagi setelah mengantar Haryo kembali ke kamarnya


"Loe sebaiknya istirahat di kamar gue, jangan coba-coba mendekati sekarang karena kedatanganmu hanya memggangu jam istirahat Sofie ucap Risya sinis lalu berjalan menuju kamarnya, dengan tersungut-sungut terpakasa Ido mengekor Risya dari belakang


"Dasar kingkong sialan, gak ada sopan-sopannya sama kakak. Tunggu aja loe pembalasan gue, sekarang posisi gue gak menguntungkan, sebaiknya gue sabar dulu dan pikirin cara buat balas perbuatan Risya sama gue" ucap Ido dal hati


"Enggak Usah maki-maki gue atau berfikir balas dendam. Apa yang ada di otak loe udab gue baca.


Kalau loe mau di hormati sebagai kakak, loe harus kasih contoh yang bener dulu." Ucap Risya cuek langsung naik ke tempat tidur


"Sial gimana dia bisa tau apa yang ada di pikiran gue?? Apa sekarang ade gue udah jadi dukun?? " umpat Ido dalam hati sambil membuka sepatunya ia celingak celinguk bingung dimana dia harus tidur, dikamar iti hanya ada satu kasur itupun sudab sempit dengan tubuh besar Risya, gak mungkin Ido tidur di sampingnya, Kursi terbuat dari kayu, badan Ido akan sakit semua bisa-bisa


"Jangan bengong aja, nih buat loe tidur" ucap Risya melempar bed cover ke arah Ido


"Gue tidur dimana? tanya Ido kesal


"Di lantai luas, loe tidur di alasin pake bed cover yang gue kasih. Apa loe mau tidur di kursi?


"Gue mau tidur di kamar Sofie aja" ucap Ido lalu bangkit


"Kalau loe selangkah aja keluar pintu kamar gue, kaki loe patah" ancam Risya lalu memejamkam matanya lagi, ia tersenyum melihat Ido yang mengumpat lalu menggelar bad cover yang dia berikan setelah itu menarik bantal yang di gunakan Risya dan tak lama kemudian tertidur

__ADS_1


"Maafin gue kak Ido, loe memang harus merasakan sakit, biar loe kapok" ucap Risya menatap kakaknya yang tertidur meringkuk di lantai


__ADS_2