Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
Klien II


__ADS_3

"Sayang sudah selesai meeting nya? " ucap Andre lembut dan langsung memeluk pinggang langsing Sofie menunjukkan kepemilikannya di depan pria yang tadi terlihat menaruh hati dengan Sofie


Wajah Sofie langsung terkejut sekaligus malu, wajahnya merona merah karena malu dengan perlakuan Andre di depan Klien dan Nia


Sementara Nia melotot tak percaya dengan penglihatannya


"Pak Andre??? "ucap Nia tercekat


"Hai Nia" ucap Andre santai memandang mantan karyawannya sambil tersenyum lebar seakan tak terjadi sesuatu yang aneh


"Mas lepasin tangan kamu" ucap Sofie tersenyum canggung menatap tangan Andre yang memeluk pinggangnya dengan mesra


"Perkenalkan, Andre teman dekat Sofie" ucap Andre menjulurkan tangannya berjabat tangan.


Andre sengaja menekankan kata teman dekat, agar pria di depannya tersebut sadar posisi nya.


"Anggara" ucap Angga cuek masih melirik pada Sofie membuat Sofie serba salah, sedang Andre makin kesal di buat nya


"Gue gak peduli loe pacar Sofie atau bukan, selama janur kuning belum melengkung, Sofie masih bisa gue rebut.


Lagi pula om Prakoso sudab kasih gue lampu hijau, sepertinya hubungan loe sama Sofie belum dapat restu calon mertua" ucap Angga tersenyum licik menatap Andre


"Sof, loe harus jelasin apa maksudnya ini" Bisik Nia


"Ayo sayang, semua nya saya permisi dulu" ucap Andre menarik tangan Sofie.


Sofie dengan terpaksa mengikuti Andre masih dengan tersenyum canggung


"Duluan ya semua nya" ucap Sofie berjalan menjauh.


"Kok gue bisa gak tahu Sofie sama pak Andre? sejak kapan dia main rahasia-rahasiaan segala? Wah gak bener nih urusannya, Dia utang penjelasan sama gue, walau gue sih setuju kalau Sofie sama doi, soalnya gue tahu dulu Pak Andre naksir Sofie sudah lama" Gumam Nia menatap kepergian sahabatnya


"Mba Nia saya permisi ya" ucap Anggara dan asistennya.


kini tinggal ia sendiri, mengambil dokumen di meja dan memasukkan nya ke tas nya


Adam masih melongo diam di tempat duduknya, bahkan saat Andre dengan santai melewati meja nya Adam hanya diam karena terkejut


"Sialan bujang lapuk dasar, punya calon kakak ipar ga di kenalin sama gue.


Gur udab curiga kalau dia datang kesini ada maksud "ucap Adam. langsung berdiri


"Oh gitu jadinya, mentang-mentang udah laku gak kenal sama Sohib tercinta loe? " ucap Adam menyindiri.


Andre berbalik badan menghampiri Adam


"Sorry bro, gue lupain loe hehehhe.


Kenalin ini calon istri gue" ucap Andre bangga mengenalkan Sofie pada Adam


"Sofie"


"Adam" ucap Adam tersenyum


"Jangan lama-lama nanti loe naksir" ucap Andre menarik tangan Sofie


"Massss" ucap Sofie malu


"Kakak ipar, nasib mu sungguh sial dapat calon suami model dia, mending sama Adam aja, lebih baik dari dia" ucap Adam menggoda

__ADS_1


"Dasar buaya, kakak ipar sendiri loe mau embat" dengus Andre


"Hahahha,,, jadi kapan rencananya di resmikan nih? jangan lama-lama kakak ipar, kasian saudaraku ini sudah lama sendirian dia"


"Sial loe" ucap Andre melempar bantal kursi


Sofie hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabat itu saling menghujat


"Loe kan belum makan siang, gimana kalau makan siang disini aja, gue udah laper juga nunggu loe tadi bilang nanti makannya"


"Gue mau makan siang, tapi gak sama loe.


nafsu makan gue ilang"


"Udah gak apa-apa bareng aja mas, lagi pula aku udah makam tadi sama klien"


"Iya udah temenin ya" ucap Andre manja


"Aih, manja bener. eneg gue"


"Sirik aja loe" ucap Andre malah sengaja pamer kemesraan.


Sofie sangking kesal sampai mencubit paha Andre


"Aduh sayang, sakit" teriak kecil Andre dengan sengaja memanas-manasi Adam


"Sadar woi, disini ada jomblo" ucap Adam kesal dengan sikap sahabatnya ini yang bertingkah seperti anak baru besar.


"Siapa suruh jomblo, makannya jangan jual mahal sama cewe" jawab Andre menyeruput kopi di meja nya


Sofie melotot ke arah Andre, ia malu dengan kelakuan Andre yang kekanak-kanakan


"Rasakan loe, kakak ipar tolong" ucap Adam memegang tangan Sofie yang langsung di tepis Andre


"Dih megang aja gak boleh"


Andre cuek saja langsung memakan makan siang yang sudah tersaji di depannya.


Sesekali ia menyuapi Sofie, Awalnya Sofie menolak namun Andre tetap gigih memaksanya, hingga akhirnya ia pasrah.


Sementara Adam hanya geleng-geleng kepala, ia lebih memilih menghabiskan makan siangnya


"Apes-apes mimpi apa gue semalam jadi obat nyamuk" gerutu Andre melihat kemesraan di depannya.


Setelah selesai mereka langsung pamit pada Adam, Sofie tidak kembali ke kantor, tapi memilih pulang ke rumah nya sendiri.


Andre mengantar Sofie hingga depan pintu dan langsung kembali ke kantor nya karena Ikbal memberitahukan nya jika papa nya sudah berada di kantor.


"Mau apa sih papa tiba-tiba ke kantor? pasti dia berusaha menjodohkan ku dengan salah satu anak kolega nya, Aku gak mungkin memberitahu papa jika sudah memiliki kekasih, aku tak mau semua nya berantakan.


Lagi pula hubungan ku dengan Sofie belum lama, aku masih perlu mengatongi izin orangtua kandung Sofie, baru terakhir om Prakoso, seperti nya beliau tidak suka aku dekat dengan anak angkatnya" gumam Andre


Tak berapa lama kemudia, Andre sampai di kantor, ia langsung naik lift menuju ruangannya.


Sekertarisnya langsung bangun, berdiri menyambut kedatangannya


"Sore pak, ada big boss di dalam" ucap sekertarisnya


"Dengan siapa papa saya datang? "

__ADS_1


"Sama mba Sisil pak" ucap si sekertaris takut-takut


"Ah mau apa lagi si wanita sialan itu di bawa ke kantor? " ucap Andre kesal


"Ssaya tidak tahu pak"


"Ah maaf, saya tidak bermaksud begitu, kamu lanjut pekerjaan mul ucap Andre melangkah masuk ke dalam ruang kerja nya


Nampak Sisil duduk di sebelah Bagas, papa nya Andre, mereka sedang berbincang dan sesekali Bagas tertawa kecil.


Kreeeeekkk


Andre masuk ke dalam ruang kerjanya, Bagas dan Sisil langsung menoleh ke arah nya


"Kamu darimana saja nak? papa dan Sisil sudah menunggu lama"


"Ada urusan diluar" ucap Andre singkat sambil menatap tajam ke arah Sisil, ia menampilkan wajah ketidaksukaan yang kentara.


Bagas berdehem untuk mencairkan suasana ruang kerja Andre yang beraura tegang


"Papa ada apa ke kantor Andre? "


"Papa cuma mau main aja kok, tapi kamu gak ada di tempat"


"Main? dengan membawa wanita ini? " ucap Andre tidak sudi menyebut nama mantan tunangannya itu


"Ah iya, nak Sisil kan baru pulang, jadi papa sekalian ajak kesini, pasti kalian.... "


Andre langsung memotong ucapan papa nya, terlihat sekali Bagas hendak membuat mereka bersatu lagi


"Pa,. pleaseeee, masalah pribadi jangan bawa ke tempat kerja, Andre paling tidak suka mencampur adukan pribadi dan pekerjaan dan seperti nya papa sudah lupa?


Andre dan wanita itu sudah tidak ada hubungan, tepat nya sudah tidak mau ada hubungan apapun dengan dia, Jadi please pa, jangan habiskan waktu papa untuk itu" ucap Andre dingin


Sisil terhenyak mendengar perkataan Andre yang sinis dan menyakitkan.


Ia merasa sangat terhina dan bisa melihat kebencian di mata Andre


"Kita sudah sepakat dulu bahwa Andre dan dia sudah putus, apa seorang Bagas akan mengingkari janjinya???" Sindir Andrr tersenyum tipis


"Kamu....???"


Sisil berlari keluar ruang kerja Andre sambil menangis, ia tak memiliki harapan lagi.


Tadinya ia masih berharap ada maaf Andre walau sedikit saja, nyatanya Andre sangat membencinya, bahkan enggan menyebut namanya setiap kali membahas dirinya.


Sisil merasa terhina, ia berlari keluar gedung perusahaan Andre dan langsung menyetop taxi meninggalkan gedung tersebut sambil menangis.


"Kamu benar-benar anak kurang ajar dan keras kepala, bisa-bisa nya kamu menyakiti perasaan Sisil" ucap Bagas marah


"Pa, papa yang membuat Andre bersikap seperti itu, papa terlalu egois tanpa memikirkan perasaan Andre .


Terus saja memaksakan kehendak papa.


Apa papa tidak juga terbuka matanya?, Sisil itu bukan wanita baik-baik pa, apa jadinya jika dia menikah dengan Andre???


Jangan karena Sisil itu anak sahabat papa jadi papa bela dan anak sendiri jadi korban"


ucap Andre langsung mengambil kunci mobilnya dan pergi keluar dari ruangannya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, maafkan hamba sudah bersikap kasar pada papa" ucap Andre mengacak-acak rambutnya karena Frustasi.


__ADS_2