
Setelah kepulangan Andre, Sofie meminta tolong mang Ujang menjemput nya , pasalnya dirumah ini hanya tinggal beberapa pakaian kerja dan pakaian santai, sedang besok ia akan mengunjungi orangtua kandung nya bersama Andre.
Entah mengapa, Sofie merasa harus cantik, tidak biasa-biasanya ia berfikiran seperti itu, atau ia memang sudah jatuh hati pada Andre
"Biasanya aku akan memakai pakaian yang menurut ku nyaman, tapi mengapa rasanya semua pakaian ku tidak cocok ya ku pakai buat besok??"
Beberapa pakaian yang sudah di coba Sofie menumpuk di tempat tidur, ia bukan hanya mencoba satu, dua pakian, tapi hampir mengeluarkan semua pakian di lemari pakaiannya.
Hingga akhirnya ia terduduk kelelahan dan menatap pusing pada kasur nya yang berantakan oleh baju-baju yang di coba nya tadi.
Flash back #
Sofie memberitahukan prihal kedatangannya besok pada kedua orangtua nya, Tak lupa juga tentang membawa seseorang bersama nya, Terdengar nada gembira bapak dan Ibu di ujung telepon
"Datanglah nak, kamu sudab rindu padamu, nanti ibu masak kan makanan kesukaanmu"sambar ibu yang berada di
samping bapak
"Iya bu, Sofie sudah kangen masakan ibu yang enak, perut Sofie aja sampai keroncongan bayangin nya"
"Makan nya sering-seringlah pulang nak, kami merindukan putri kecil kami" ucap Bapak ada nada kesedihak di suara nya
"Maafin Sofie ya pal, bu, Sofie janji akam sering pulang"
"Oh iya, apa teman mu punya makanan favorit? biar besok ibu masak kan"
"Gak usah repot-repot bu, Dia pemakan segala nya" ucap Sofie beralasan karena tak mau menyusahkan ibu nya
"Sampai ketemu besok ya bu, pak, Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikum salam nak"
Flas back Off#
Sofie masih terlentang di kasur yang penuh dengan pakaian berhamburan, ia sudah tak memiliki energi untuk membereskan nya lagi
Tiba-tiba pintu di ketuk dan masuk lab pembantu rumah tangga yang baru beberapa haro bekerja di kediaman Sofie, bertugas membersihkan rumah.
"Mba Sofie ada bapak-bapak di luar ngaku supirnya non, nama nya mang Ujang"
"Kenapa g disiruh masuk aja Siti? itu supir papa saya, jemput saya, tolong bilang tunggu sebentar"
"Habis saya gak kenal, takut penipu mba, pak Wandi, security tadi yang mengantar bapak itu masuk"
"Ya udah gam apa-apa Siti, lain kali kalau beliau datang, suruh masuk aja ya, makasih
"Baik mba" ucap pembantu bernama Siti, lalu ia pergi menuju pintu depan, mempersilahkan mang Ujang masuk
Tak lama Sofie kembali dengan membawa beberapa paperbag, paperbag itu berisi bebera pakaian dan tas untuk ibu nya dan baju koko untuk bapak nya
Sofie menyodorkan sebuah paperbag ke pada mang Ujang
__ADS_1
"Mang ini buat mamang smaa mbok, dipakai ya" ucap Sofie
"Waduh repot-repot, makasih ya non"
"Iya sama-sama mang"
"Ah sebentar ya mang, ada yang tertinggal, tolong bawa ini ke bagasi ya mang, buat bapak sama ibu saya"
Mang Ujang menganggung lalu menenteng beberapa paperbag menuju mobil
Sofie kembali ke kamar nya, ia teringan dress dan sepatu yang di belikan Andre berada di meja rias, senyumnya mengembang, seperti nya ia tahu besok akan mengenakan apa
Tiga puluh lima menit kemudian
Sofie sampai di kediaman Prakoso, suasana sudah sepi, mungkin mama dan papa nya sudah tidur, Sofie langsung menuju dapur untuk mengambil minum, ia meminta mang Ujang membawa semua barang bawaan nya ke kamar.
Sofie melihat mama nya sedang membuat minuman, Ratih memang sosok majikan yang sangat baik, ia menyuruh semua pembantu nya istirahat setelah makan malam
Jika ia perlu sesuatu, Ratih akan mengerjakan sendiri, seperti saat ini, Ratih sedang membuat juice mangga kesukaan nya
"Assalamu'alaikum ma, kok belum tidur?" tanya Sofie mencium punggung tangan mama nya
"Belum sayang, mama lagi buat juice, kamu mau?
"Mau ma"
Ratih menyodorkan satu gelas juice ke Sofie, lalu ia menuangkan juice ke gelas satu nya lagi untuk dirinya
"Ma, besok Sofie mau kerumah ibu sama bapak"
"Iya ma, tapi Sofie gak sendiri ma" ucap Sofie memggigit bibir bawah nya ragu
"Apa ada yang mau kamu ceritakan sama mama?, kebetulan mama belum ngantuk"
"Begini ma, Sofie mau tanya pendapat mama, Sofie sedang dekat dengan seseorang, awalnya Sofie cuma anggap teman ma, tapi pas tahu dia ternyata gigih dan menunggu Sofie sejak lama, Akhirnya Sofie menerima dia"
"Apa kamu menyukai dia? tanya Ratih serius
"Dia orang yang baik, menyenangkan dan bertanggung jawab, serta dewasa"
"Mama tanya apa kamu menyukai nya? "
"IIiya ma, tapi... "
"Jalani saja, cinta akan timbul dengan sendirinya, beri dia kesempatan. Dia menunggumu, hanya mencintaimu selama itu tanda nya dia lelaki yang patut lamu pertahankan, apa lagi ia menerima mu apa ada nya"
"Iya ma, Sofie juga berfikir demikian, tapi ma, orang itu mau serius sama Sofie, besok mau ikut Sofie kerumah bapak, ibu" ucap Sofie menatap Ratih ingin tahu reaksi mama nya
"Sayang, mama beritahu sama kamu, jika laki-laki ingin mengenal orangtua mu lebih jauh tanda nya ia serius sama kamu"
"Mama bisa seyakin itu? " tanya Sofie bingung
__ADS_1
"Karena mama. sudah banyak makan asam garam kehidupan sayang, mama bisa membedakan yang mana serius dengan anak mama yang mana tidak, yang mana baik buat anak mama, yang mana tidak. itu insting seorang ibu.
Walau mama bukan ibu kandungmu, tapi mama bisa menjamin itu"
"Ma, maafin Sofie ya, bukan meminta izin mama dulu.
Bagi Sofie mama adalah mama Sofie.
Ikatan darah tak penting bagi Sofie, mama, papa, ibu, bapak, semua orangtua Sofie, dan Sofie sayang kalian"
Sofie memeluk Ratih erat dan mencium pipi perempuan itu yang masih terlihat cantik walau di usia senja, tak terasa Ratih menitik kan air mata bahagia dan haru
"Makasih sayang" ucapnya lirih
"Sofie yang makasih, Sofie bersyukur Allah kirim mama hadir dalam hidup Sofie"
"Apa besok nak Andre yang jemput kesini? "
"Mama, mama tahu dari mana? "
"Rahasia" ucap Ratih mengedipkan sebelah mata nya
Sofie lupa jika Andre pernah cerita bahwa ia sudah meminta restu pada mama nya ini
"Ma, apa mama setuju dengan... "
"Nak Andre maksud kamu?, tentu saja mama setuju.
Mama salut sama dia berani bicara dan meminta izin pada mama untuk mendekatimu"
"Kenapa mama setuju? "
"Mama sudah katakan jika mama yakin dengan penilaian mama " ucap Ratih bangga
"Tapi ma, papa... " Sofie tak meneruskan ucapan nya
"Biarkan saja papa mu, yang penting kamu tunjukkan kalau Andre lelaki yang cocok untukmu, agar papamu bisa menerima dia"
"Tapi ma, papa sudah bicara sama Sofie kalau papa akan menjodohkan Sofie sama anak sahabatnya yang kebetulan sedang di Jakarta" ucap Sofie lirih
"Apa kamu mau di jodohkan? tanpa perasaan dan kenal? " tanya Ratih menyelidik
"Sofie bingung ma, Sofie hanya tidak mau papa kecewa" Sofie mendesah pelan, ia merasa terhimpit oleh dua keinginn berbeda.
Dilain sisi ia tak mau dianggap tak berbakti pada papa nya, dilain sisi ia merasa takut jika pilihan papa nya hanya memandang papa nya saja dan tak bisa menerima kekurangan dan status dirinya, berbeda dengan Andre yang dengan gamblang berkata menerima Sofie apa adanya malah langsung mengajak Sofie ke jenjang yang lebih serius lagi.
"Dengar sayang, Mama mendukungmu dengan Andre"
"Ma...?? " bola mata indah Sofie membulat sempurna, ia tak menyangka mama nya akan mendukungnya, terlebih setelah Sofie katakan suami nya memaksa Sofie menerima perjodohan yang di atur olehnya
Ratih mengangguk sambil tersenyum lebar, Sofie langsung memeluk mama nya
__ADS_1
"Mama menentang perjodohan itu, mama mau kami bahagia dengan pilihanmu sendiri"
"makasih ma"