
"Ehem ehem, kaya teletubies berpelukan aja"goda Risya yang mendapat pelototan Ido, sementara Sofie menunduk malu
"Kak, mangga mudanya sudah di dapur ya, Risya sama Hilda mau ke pasar, mau beli buah-buahan lainnya sebagai pelengkap"
"I.. iya, makasih ya Risy"
"Sip kak, Risya tinggal dulu, awas loe bor macam-macam gue... "ucap Risya memperaktekan buah apel yang di remasnya
Ido pura-pura tidak menghiraukan candaan Risya walau di hatinya kesal bukan main.
Ido memilih membuang wajahnya kearah lain daripada melihat seringai jahat Risya.
Sofie yabg melihat itu menahan tawanya dan menyuruh Risya segera pergi
"Apa kau harus menyuruh Risya sementara suamimu ada disini? "gerutu Ido
"Apa kamu ada saat aku menangis? jika bukan karena Risya yang membawaku kesini dan menghiburku, mungkin aku sudab menyusul mama papa tinggal di thailand" ucap Sofie ketus meninggalkan Ido.
Moodnya langsung berubah dengan cepet.
Entah mengapa ia sangat membenci Ido.
Sofie berjalan menyusuri halaman belakang rumah yang langsung menyajikan pemandangan luas kebun teh nan asri.
"Subhanallah indahnya ciptaanmu ya Robb"
Sofie mulai berjalan menuruni tangga karena posisi villa berada lebih tinggi dari perkebunan. ia lalu memutar arah menuju bagian depan villa yang terdapat sungai.
suara gemericik air sungai begitu indah, ditambah nyanyian burung-burung yang hinggapndi dahan pohon membuat Sofie merasa damai.
"Mengapa kau mengikutiku? " dengus Sofie yanh melihat Ido membuntutinya dari belakang
"Aku cuma kwatir sama kamu, aku kan suamimu, jadi wajar jika aku kwatir"
__ADS_1
"baru sekarang kawatir, kemarin kemana saja? apa ketika kamu selingkuh kamu memikirkan ku? " ucap Sofie cuek lalu kembali berjalan, meninggalkan Ido yang terdiam mematung karena ucapan nya.
Sofie melirik sekilas, namun ia melanjutkan langkahnya menyusuti sungai dan berhenti di sebuah bangku yang terbuat dari bambu
Sofie terdiam lalu memejamkan mata, menikmati hembusan angin yang mempermainkan rambut panjangnya, menghirup udara sejuk pegunungan.
Sofie terkejut karena ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang, ia memalingkan wajahnya dan mendapati Ido disana
"Apa kau tidak punya kegiatan lain selain mengganggu kesenangan orang lain? "
"Aku merasa tak mengganggumu, aku menemani istriku yang cantik"
"Tapi aku merasa terganggu akan kehadiranmu"
celetuk Sofie
"Jika begitu maka aku akan mengganggu mu sepanjang hidupmu"
"Jika aku setan maka aku akan menggentayangi dan mengikutimu dimanapun kamu berada.
"Terserah"
"Nah itu baru istriku" ucap Ido mencium puncak kepala istrinya
Ido duduk di samping Sofie, ia terus memandangi wajah istrinya tersebut, kian di pandang kian cantik
"Sayang aku perhatikan semenjak kamu hamil, kamu terlihat cantik"
"Apa sebelumnya aku jelek? sehingga kamu berselingkuh dengan wanita ulat bulu itu"
"maksudku kamu tambah cantik karena kehamilanmu"
"Ulat bulu? apa yang kamu maksud Amara? "
__ADS_1
"Aku gak peduli siapa namanya, dia wanita gatal yang menempel pada suami orang"
"Apa kamu benar-benar cinta aku, kamu cemburu?"
"Apa kamu terlalu percaya diri tuan Ridho? wanita mana yang suka melihat suaminya dengan wanita lain, jika ada maka wanita itu tidak sehat akal"
"Tentu aku percaya diri, buktinya kamu mau ku persunting"
" Hanya dalam ingatanmu saja"
"Hahaha, kamu benar-benar cantik kalau marah"
"Apa kamu sengaja selingkuh untuk membuatku marah? jika kamu lakukan itu lagi, aku pastikan kamu tidak akan menemukanku, sekalipun bayanganku, aku akan pastikan itu" Ancam Sofie menatap tajam Ido
"Aku tidak akan mengulangi perbuatanku"
"Sebaiknya kamu pegang kata-katamu.
Kamu tahu? Aku menerimamu jadi suamiku karena aku melihat ketulusan disana.
Aku berharap kamu bisa menjadi imam sekaligus suami dan ayah anak-anakku kelak.
Cita-citaku hanya ingin hidup damai, sederhana hingga kakek nenek dan menikmati masa tua di pedesaan seperti ini.
Mungkin bagi sebagian orang aku naif, tapi tidak untukku.
Bagiku harta bukan segalanya, tapi hati yang membuat kita bahagia.
Aku pernah kehilangan masa depanku, orang yang berarti dalam hidupku hanya karena harta. Harta sangat menakutkan bagiku,
bertahun-tahun aku berusaha bangkit dan menata kembali hidupku dan itu adalah hal yang paling tersulit dalam hidupku"
"Apa kamu sedang membicarakan seseorang? mantanmu? " ucap Ido dengan nada tidak senang
__ADS_1