
Andre pagi-pagi sudah sampai dirumah Sofie, ia langsung di sambut hangat Ratih yang sedang merawat anggrek-anggreknya.
"Assalamu'alaikum tante" Sapa Andre langsung mencium punggung tangan Ratih
"Wa'alaikun salam, eh nak Andre, jemput Sofie ya? mari masuk sayang, sudah sarapan belum? tanya Ratih beruntun,
"Sudah tante tadi dirumah"
Terlihat Prakoso hanya melirik sejenak kearah Andre dan istrinya kemudian kembali focus pada koran yang dibacanya
"Pagi om" sapa Andre mencium punggung tangan Prakoso, Andre tahu keberadaannya kurang di terima oleh Prakoso, namun ia sudah bertelat akan menaklukan singa tua ini
"Ehmm" saut Prakoso acuh tak acuh
"Tuan, Nyonya, sarapan sudah siap" ucap mbok Iyah
"Terima kasih mbok"
"Ayo nak Andre ikut sarapan sama kami, Sofie juga pasti masih di kamarnya"
"Makasih tan, Andre sudah kenyang" tolak Andre karena melihat raut tak suka di wajah Prakoso, dan Ratih melihat itu
"Tante memaksa loh, ayo kita makan bareng, ya kan pa?? " ucap Ratih melirih pada Prakoso dengan senyum mengancam
"Ayo kita sarapan" ucap Prakoso bangkit dari kursinya dan berjalan masuk tanpa menoleh
"Maafin om ya nak, kamu jangan putus asa, om wataknya memang keras, tapi sebenarnya dia baik, dia hanya ingin melindungi putri kami.
Kejadian terakhir membekas luka di hatinya, ia hanya lebih selektif saja memilih pendamping untuk Sofie. Tapi sebenarnya suami tante itu suka denganmu, malah sering membanggakan kamu yg sukses di usia muda, jadi maju terus pantang mundur" Ratih menepuk pundak Andre, ia sangat berharap pemuda ini bisa jadi mantu nya kelak
"Makasih tante, Andre gak akan pernah menyerah" ucapan Ratih membuatnya semakin semangat, ia kini tersenyum lebar
Sofie sedang menuruni anak tangga, saat melihat Andre dan mama nya berjalan beriringan, terlihat sangat akrab
"Mas Andre? kok udah datang gak kasih kabar aku?" tanya Sofie
Ratih langsung meninggalkan Andre dan Sofie, ia tersenyum jail pada Sofie
"Mas baru aja sampe" jawab Andre begitu Ratih meninggalkan mereka berdua
"Mama kenapa senyam senyum mas? apa yang kalian bicarakan? Selidik Sofie curiga
"Rahasiaaaa" goda Andre
"Maaaasss ish"
"Tante menunjukkan dukungannya pada mas untuk segera melamarmu"Andre melihat ekspresi Sofie yang langsung merona merah karena malu
"Mas, mas pasti ngerjain aku" cecar Sofie berusaha mencubit Andre tanpa mereja sadari kedua orangtua Sofie ada di sana menatap dengan ekspresi yang berbeda-beda
Ratih yang tersenyum lebar karena senang, dan Prakoso yang terlihat kurang suka
"Eheeemm eheeemmm" dehem Prakoso membuatnya sadar
"Tuh kan singa ngamuk, kamu sih godain aku"
__ADS_1
"Singa?? tanya Sofie tak mengerti, namun Andre memberi kode dengan lirikan ke arah Prakoso
"Sofie adukan nih hayooooo" ancam Sofie yang berhasil membuat Andre pucat
"Jangan Yank, nanti di depaknya aku dari rumah ini" ucap Andre dengan pandnagan memohon, sementara Sofie cuek langsung mengambil duduk di sebelah papanya
"Sini nak Andre, kok malah bengong? " ajak Ratih yang melihat Andre ragu
Mereka lalu sarapan pagi dengan suasana yang sedikit kaku, hingga akhirnya selesai dan Andre pamit pada Ratih dan Prakoso untuk berangkat ke kantor bersama Sofie
"Hati-hati bawa mobilnya, jangan ngebut" ucap Prakoso
"Baik om, putri om akan saya antar dengan selamat dan tanpa lecet sedikitpun, Assalamu'alaikum" Andre buru-buru mencium punggung tangan Prakoso dan Ratih, di ikuti oleh Sofie
"Wa'alaikum salam" ucap mereka bersamaan
Mobil Andre meninggalkan kediaman Prakoso, Andre menghela nafas panjang, seolah ia baru saja menahan nafasnya
"Kenapa mas? kok kaya lega gitu? " tanya Sofie menatap kekasihnya
"Iya mas lega habis keluar dari sarang singa" ucap Andre dengan mimik muka serius membuat Sofie tertawa terkekeh
"Mas, mas ada-ada aja, jadi mas dari tadi nahan nafas gitu? papa baik tau mas, mas aja yang belum kenal"
Andre melirik sekilas pada Sofie lalu kembali focus melihat jalan di depannya
"Iya baik sama kamu, karena kamu anaknya, tapi sama mas kaya mau nerkam" gerutu Andre lagi membuat Sofie kembali cekikikan tertawa
"Mas, mas ada-ada aja ih"
"Mulai lebaynya, mas hiperbola, mending mas pikirim cara menaklukan papa daripada sibuk buat cari bahan gombalan" Sofie masih tertawa melihat Andre yang cemberut
"Mas serius" wajah Andre terlihat serius menatap Sofie
"Aku lebih serius, jika mas benar-benar yakin ingin meminangku, sebaiknya mas cepat pikirkan cara bagaimana papa bisa suka mas.
Oh iya papa suka sekali main catur, sama seperti bapak, tapi papa lebih mahir, mungkin kamu bisa mulai dari sana" ucap Sofie mengedipan sebelah matanya
Mobil Andre sudah sampai di lobby perusahaan, Andre sengan sigap membukakan pintu untuk kekasihnya
"Sayang, makasih sudah beri petunjuk pada kekasihmu ini.
Cup, "
sebuah kecupan mendarat di kening Sofie, membuat bola mata Sofie membulat sempurna, pasalnya di lobby sudab banyak para karyawannya yang ingin masuk kantor, belum lagi security yang berdiri di depan pintu lobby
"Maaaaasss, bikin malu" ucap Sofie langsung keluar dari mobil Andre dengan wajah merah
"Tapi kamu suka kan? met kerja bidadariku" ucap Andre dengan senyum menggoda
"Bodoooo" ucap Sofie setengah berlari masuk ke dalam perusahaannya, ia bisa melihat beberapa orang karyawannya tersenyum penuh arti dan yang lainnya berbisik-bisik melihat kejadian barusan, hingga tanpa ia sadari Nia salah satu yang melihat kejadian tersebut
"Edaaaannnn, Sof mending loe buruan deh di halalkan, doi kayanya dab ngeber sama loe tuh" ucap Nia cekikika
"Apa sih loe" ucap Sofie berjalan cepat
__ADS_1
"Sof tunggi woi, kaya orang mau ambil gaji aja, cepet bener jalan loe" teriak Nia menyusul Sofie
Sementara Andre sudah berada di kendaraannya ia melajukan kendaraannya menuju kantornya
Andre melakukan panggilan kepada Ikbal, asisten pribadi, sekaligus sahabatnya
"Ya bos? " jawab suara diujung telepon ketika tersambung
"Ikbal, bagaimana tentang permintaan gue semalam? apa loe udah dapat infonya yang solid? "
"Loe emang kejam Ndre, loe suruh gue cari info orang di tengah malam menjelang dini hari, seneng banget temen sengsara g tidur semalamam" gerutu Ikbal diujung telepon
"Sorry bro, urgent" ucap Andre menahan tawa mendengar sahabatnya itu mengeluh, ia berdeham beberapa kali untuk menetralkan dirinya yang ingin tertawa mendengar keluhan Ikbal
"Semua loe bilang urgent, kapan gak nya hah? lain kali jangan ganggu gue kenapa sih, gue kan penganten baru, pengen gak di ganggu" Ikbal kembali memprotes
"Gak usah manas-mansin gue, apa loe bosen kerja sama gue?"
"Hahaha jiwa jomblo loe meronta ya, makannya cepet loe halalin deh Sofie biar malam ada yang mendekap" goda Ikbal makin membuat Andre kesal, sahabatnya ini paling jago untuk membuat dirinya kesal
"Bawel loe, cepet mana informasinya, kirim ke email gue sekarang, atau tiket bulan mafu yang gue mau kasih ke loe, gue batalin" ancam Andre
"Ah loe mah gak asik bro, ambekan, yee gue kirim, jangan lupa tiketnya sekalian akomodasi ya"
"Bawel" ucap Andre menahan senyum
Andre langsung mengakhiri panggilan teleponnya, tak lama kemudian sebuah email masuk, Andre menepikan kendaraannya dan memeriksa email dari Ikbal
Mata Andre membulat ,ia mengepalkan tangannya setelah membaca email tersebut
"Sudah ku duga.....
**Hallo para readerku yang baik hati
Semoga kita semua selalu sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Amiiiinnnnnn
Author ingin mengabarkan jika novel ini akan segera tamat dalam beberapa chapter lagi, endingnya seperti apa?? ikuti terus ya....
Author juga mau mengucapkan banyak terima kasih untuk semua readerku atas supportnya selalu mengikuti karya author dan meninggalkan jejak jempol manisnya, untuk yang belum kasih like, author mohon dukungan like nya ya.....🤗😍😍
Mampir juga yuk ke karya author lainnya dan jangan lupa tinggalkan like kamu sebagai dukungan buat author,
Caranya tinggal klik profil author untuk mengetahui karya author lainnya
Atau bisa cari di pencarian:
#Suami sewaan
#Cinta di ujung asa
#Cinta dalam bayang-bayang dan
#Cinta sang psikopat
Sekali lagi terima kasih....
__ADS_1
Pooh