
"kamu sudah mengenal orang tuaku, foto kedua adalah mertua sekaligus orangtuaku. foto ketiga adalah foto seseorang yang amat kucintai"
Ido terkejut mendengar penjelasan Sofie, ternyata dugaannya benar, mengapa Sofie membuat Ido berharap lebih, jika kenyataannya ia sudah memiliki kekasih.
Ido geram. Ia menyayangkan sikap Sofie yang tidak terbuka padanya
Ido masih terdiam, hanyut dalam pikirannya.
"Tiga tahun lalu, aku dengan tunanganku akan menikah, namun tepat sehari sebelum pertunangan kami, mas Agus kecelakaan. Ia koma dan akhirnya menghembuskan nafasnya setelah kurang lebih seminggu berjuang menahan sakit" ucap Sofie mengenang masa lalunya, dadanya terasa sakit. Suaranya terdengar bergetar
Ido terkejut, langsung memandang Sofie yang berbicara dengan wajah sedih
"maafkan aku" ucap Ido lirih
"foto itu benar foto orang yang aku cintai namun ia sudah meninggal tiga tahun lalu. dan foto kedua orang tua di sebelah foto orangtuaku adalah orang tua mas Agus" ucap Sofie menambahkan
"sofie beneran aku gak bermaksud membuka luka lamamu. maaf ya" ucap Ido memegang tangan Sofie
Sofie tersenyum lembut, ia harus berusaha membuka hatinya dan entah mengapa ia tak ingin Ido salah paham dengan foto tersebut.
"gak ada yang harus di maafkan. aku gak mau aja kamu salah paham. perusahaan yang aku kelola adalah milik orang tua mas Agus"
"tetap aj aku merasa bersalah sudah membuatmu mengenang hal yang menyakitkan"
"aku sudah lapar, sebaiknya kita pergi makan sebelum aku pingsan kelaperan" ucap Sofie mengalihkan pembicaraan.
mereka lalu menuju semua restoran keluarga, mereka menikmati makan siang walau dengan suasana canggung dan kembali ke kantor masing-masing
__ADS_1
Sofie sedang merapihkan tas nya. jam pulang kantor sudah berlalu setengah jam lalu, ia berjalan menuruni lift, tiba-tiba Sofie melihat seseorang yang tak asing sedang melambaikan tangan padanya
"Idooo? ngapain kamu disini?
"jemput kamu" ucap Ido santai
"trus mobilku? "
"besok aku jemput lagi, sementara mobilmu aman di kantor" ucap Ido mengulukan tangan mengandeng tangan Sofie.
Ido melajukan kendaraannya menuju sebuah rumah yang tak lain adalah rumah keluarga Ido
"Do mau apa kamu bawa aku kemari? ini kan rumahmu"
"Aku mau ajak kamu makan malam dirumahku, pasti gak enak kan makan di apartemen sendiri" Ido tersenyum, senyum manis yang membuat Sofie jatuh cinta dulu dan mungkin benih benih cinta yang dulu bersemi kembali
"Sofie izinkan aku dekat dengamu lagi dan aku serius dengan hubungan ini. Izinkan aku membalut luka hatimu, dan aku berjanji akan membahagiakanmu" Ido tiba-tiba memegang tangan Sofie dan mengecupnya, lalu ia bergegas keluar mobil.
Sofie keluar mobil dan berjalan mengikuti Ido, tiba-tiba Ido berhenti dan mengandeng tangan Sofie melangkah masuk menuju kediamannya.
Sementara itu di ruang keluarga, Haryo dan Istrinya serta Rasya sedang asik dengan kegiatannya masing-masing
"Assalamu alaikum, om, tante" sapa Sofie
"wa alaikum salam" jawab mereka berbarengan
"eh nak Sofie sini duduk deket tante" ajak Tania menepuk kursi di sampingnya
__ADS_1
"Sudah lama kita gak ketemu ya Sof, ternyata sekarang kamu makin cantik aja, pantes Ido sampe klepek-klepek" ucap Om Haryo menggoda Ido
"papaaaaa" protes Ido
"Si papa nih suka godain anaknya aja, nanti ngambek baru rasa" ucap Tania
"kamu makan disini ya, tante sengaja suruh Ido makan bersama kami, biar makin akrab, ya kan pa"
Haryo hanya mengangguk sambil tersenyum menjawab perkataan istrinya.
mereka lalu makan malam dan berbincang-bincang hingga larut malam
"ma, pa, Ido antar Sofie dulu ya. Kasian Sofie pasti lelah belum istirahat"
"ya nak hati-hati di jalan, sering-sering main kemari ya nak Sofie"
"iya om Inhsa Allah, Sofie pamit dulu ya" Sofie mencium tangan kedua orang tua Ido
Setelah itu Ido mengantarkan Sofie menuju apartemennya.
Mobil ido memasuki basemand parkiran apartemen Sofie
"Sof, maaf ya aku gak bilang dulu mau ajak kamu kerumahku. Aku cuma mau kamu tau aku serius sama kamu. Aku sayang kamu. Aku gak mau kehilangan kamu untuk yang kedua kalinya. I love u" ucap Ido yang entah sejak kapan sudah mendekatkan wajahnya, Sofie terpernjat dan tiba-tiba Ido menarik tangan Sofie, membuat wajah mereka makin mendekat.
Ido ******* pelan bibir Sofie, awalnya Sofie yang terkejut hanya diam, lalu lama kelamaan ia terbawa irama permainan bibir Ido. lidah mereka saling berkait, menyedot dan saling *******. setelah beberapa saat akhirnya ciuman mereka berakhir.
Ido membelai wajah Sofie lembut dan mulai menciumnya kembali, merasakan kenyal dan lembutnya bibir Sofie. mereka hanyut kembali dalam hasrat dan kerinduan yang sekian lama terpendam
__ADS_1
"I love u so much" Ido mencium lembut kening Sofie
"love u too Ido"