Aku Yang Tersakiti

Aku Yang Tersakiti
villa


__ADS_3

”Risya turunin kakak, kak Sofie bisa berjalan sendiri”ucap Sofie karena malu di gendong Risya ala bridal


”kak, kakak tenang aja, Risya akan bawa kakak ketempat yang aman, jadi kakak diam aja sampai parkiran”ucap Risya lembut


”Tapi Risya, semua mata memandang kearah kita”bisik Sofie pelan


”Anggap aja gak lihat kak, kak Sofie kakak Risya, sudah menjadi kewajiban Risya melindungi kakak dan calon ponakan Risya, Risya gak akan biarkan seorangpun menyakiti kakak termasuk Ido”ucap Risyaa tegas


Sofie terkejut mendengar perkataan Risya, pasalnya ia belum mengatakan pada siapapun prihal kehamilannya, termasuk Ido, jadi mustahil ada yang tahu.


”mengapa Risya tahu tentang kehamilanku?" tanya Sofie dalam hati


”Kakak gak usah kawatir, laki-laki bodoh itu tidak tahu jika istrinya sedang hamil. Risya minta maaf karena sudah memantau kak Sofie dari jauh sewaktu kakak pergi dari rumah, tapi kejadian kakak di bawa ke rumah sakit, Risya gak sampaikan ke kak Ido.


Risya hanya mengatakan di mana kakak tinggal sementara agar kak Ido mau memperbaiki diri dan menjemput kakak kembali kerumah, tapi kakak bodoh itu tidak sadar kesalahannya malah makin gila” cerocos Riysa emosi


”Pantas Ido terkejut ketika Risya bilang aku dirawat, ternyata Risya menyembunyikan fakta itu dari kakaknya” Gumam Sofie di hati


Mereka lalu sampai di kendaraan Risya yang di parkirnya di basement, Risya mendudukkan Sofie di kursi belakang, dan Hilda menemaninya , lalu Risya melajukan kendaraannya menuju luar kota.

__ADS_1


Sofie yang ingin bertanya mengurungkan niatnya, ia pasrah, Ditambah Sofie merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya, ia meminta Risya menghentikan kendaraannya di pinggir tol karena merasa ingin muntah, Sofie muntah hingga ia merasa lemas tak bertenaga


”kita akan berhenti di rest area setelah satu kilometer lagi, sebaiknya kita istirahat sejenak disana sambil mengisi perut”


”mas Risya di laci depan ada tas make up aku, disana ada cemilanku, tolong ambilkan , sementara bisa buat ganjel perut”ucap Hilda pada Risya


Sofie merasa aneh dengan tingkah laku kedua remaja ini, mereka terlihat kompak dan dekat, namun Sofie terlalu lelah memikirkannya


Risya menyerahkan tas berisi cemilan Hilda lalu Hilda membukanya dan menyerahkan beberapa batang coklat ke Sofie.


Semenjak kehamilannya, Sofie menyukai coklat dan yang manis-manis ketimbang harus makan berat. ia terlihat menikmati cemilannya.


mereka beristirahat membeli beberapa cemilan untuk di perjalanan, lalu kembali melanjutkan perjalanan. setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah Villa dipinggir kota


dengan pemandangan kebun teh dan bukit.


Hilda dengan lembut membangunkan Sofie


”Bu Sofie bangun, kita sudah sampai”

__ADS_1


”Ah maaf aku ketiduran”ucap Sofie mengucek matanya lalu memandang sekelilingnya, wajahnya berubah ceria, Sofie langsung keluar dari kendaraan dan berlari kecil kearah kebun teh di samping jalan dan kiri villa tersebut di belah oleh aliran sungai yang jernih, ada sebuah jembatan yang menghubungkan kebun teh dan bukit di seberangnya


”Masya Allah indahnya, Risya ini villa siapa? indah pemandangannya kakak suka”ucap Sofie merentangkan tangannya, menikmati udara segar pegunungan


"Ini Villa keluarga Hilda kak, kami biasa kesini kalau suntuk bersama mama dan papa nya Hilda ”


”Jadi kalian????”


” Hehehe maafkan Risya belum sempet cerita, Hilda ini calon istri Risya” ucap Risya malu-malu, sementara Hilda menunduk malu


”Ya tuhan, seneng deh tahu gitu Hilda harusnya panggil aku kak Sofie dong, sama kaya Risya panggil aku kak Sofie”


”Iya Bu, eh kak” Mereka lalu tertawa bersama melihat sikap malu- malu Hilda


”Ayo kak kita masuk, di dalam ada beberapa pasang baju Hilda, kakak bersih-bersih lalu istirahat. nanti ketika makan malam Risya bangunin.


Risya mengantar Sofie hingga kamarnya, ia memandang wajah kakak iparnya yang pucat


”kakak gak apa-apa kan Risya bawa kesini? supaya kakak bisa sedikit relax jangan lupa kasih tau mama papa kakak, biar mereka gak kawatir”

__ADS_1


”Kakak justru senang, makasih ya Ris, kamu memang Ade kakak yang paling is the best ” ucap Sofie memberi jempol manisnya


__ADS_2