
Ido menghela nafas berat setelah panggilan telepon Andy berakhir.
Pandangan mata Ido menerawang jauh membwa angannya melayang tiga tahun silam
masa ketika Ido frustasi dan selama mengenal Veronica, Ido sedikit demi sedikit bisa melupakan sakit hatinya dengan Sofie dan satu tahun setelah perkenalan mereka, Ido menjalin hubungan dengan Veronica, mereka pasangan romantis yang selalu menebar kemesraan, dan gilanya lagi mereka sudab tinggal serumah tanpa ikatan pernikahan.
Ido berusaha menahan diri hanya dengan setia dengan Veronica, namun kebalikannya, Veronica malah mengkhianati Ido tepat setelah setahun setengah kebersamaan mereka dan Setelah kelulusan Ido memilih kembali ke tanah air.
"Hufh, mengapa masa lalu kembali setelah aku menutup masa lalu dan memulai lembaran baru"
Bib bib bin
pesan tingkat masuk
__ADS_1
Andy "Do gue mohon datang sekarang juga kerumah sakit, Veronica nekat bunuh diri, gue gak tahu harus berbuat apa. demi persahabatan kita tolong Vero kali ini aja, gue janji akan bawa Vero jauh dari kehidupan loe"
Ido mengacak-acak rambutnya karena frustasi, di lain sisi ia tak bisa menolak permintaan Andy, di lain sisi Ido takut tak bisa mengendalikan perasaannya. Ia sudah berjanji akan insyaf dan demi menjaga janji itu Ido berusaha keras tidak menemui Vero
"Maafkan aku sayang, aku melanggar janjiku, semoga aku tak melanggar janji setiaku" gumam Ido lalu menuju kamar Sofie, dilihatnya Sofie tertidur pulas, Ido tak tega membangunkannya, lalu ia menyampaikan pesannya pada pembantu rumah tangganya, setelah itu ua mengendarai kendaraannya melesat menuju rumah sakit tempat Veronica di rawat.
Suasana di ruang rawat Veronica
"Vero, letakin gunting itu, please loe jangan nekad"
Andy berkali-kali menghubungi Ido, namun Ido menolaknya, hingga akhirnya ia meminta Ido datang dengan embel-embel persahabatan antara mereka, walau Andy tahu apa yang di lakukan nya salah dan dapat berdampak buruk bagi Ido namun demi menyelamatkan orang yang di cintainya, Andy rela melakukan apa saja.
Tiba-tiba Ido datang, ia berdiri di depan pintu melihat bingung , ternyata apa yang di katakan Andy benar jika Vero mencoba bunuh diri.
__ADS_1
Ido melangkah hati-hati, walau bagaimana pun keadaan Vero saat ini ada sangkut pautnya dengan dirinya walau tak murni karena kesalahannya, namun Ido ada andil di dalamnya.
"Vero, aku datang" ucap Ido lirih sambil berusaha tersenyum
"Honey huhuhu, semua orang gak percaya kalau kamu beneran akan datang untukku" adu Veronica yang berlari memeluk Ido masih memegang gunting.
"Gadis bodoh, sekarang aku sudah disini, tenang lah, jangan menangis oke" ucap Ido berusaha menenangkan Veronica
"Tapi kenapa kau lama sekali datangnya? aku menunggumu, suster dan dokter b*doh itu bilang aku sakit" adu Veronica manja
"Kamu hanya butuh istirahat, kamu sedikit sakit. boleh aku pinjam gunting itu? sekarang aku sudah disini"
Ido mengambil gunting dark tangan Vero dengan hati-hati dan dengan sigap Andy mengambilnya dari tangan Ido lalu menyerahkannya pada suster
__ADS_1
"Sekarang kita obati lukamu, kamu akan jelek kalau ada luka"
Vero hanya mengangguk, menuruti perkataan Ido, dan dokter memberi isyarat akan menyuntikkan obat penenang pada Vero, dengan sedikit tipu muslihat dan rayuan Vero hanya menurut waktu dokter menyuntika. obat penenang dan akhirnya Veronica tertidur karena pengaruh obat